Tuesday, 14 October 2014

Sruput Kopi...Input Kopi...






Anda masih ingat, kapan pertama kali minum kopi?
Saya tak ingat persisnya kapan? Yang jelas waktu itu ikut-ikutan teman. Katanya supaya mata tetap melek begadang mengerjakan skripsi.

Tak pernah memilih merknya apalagi membaca komposisinya.
Manfaat kopi lain saya tau dari ibu, bila bayi sesekali diberi sedikit kopi akan terhindar dari kejang atau step. Itu saja!

Tapi, begitu punya suami penggila kopi, saya jadi tau beberapa merk kopi.
Di  saat hamil tak mau lepas dari kopi. Cukup setengah sendok teh untuk menambah susu bumil ( Ibu hamil) yang saya konsumsi setiap hari. Susu murni tanpa harum kopi membuat saya mual.

Cita Rasa

Bicara kopi sebetulnya cuma 3 karakter rasa yang umumnya orang cari, yaitu tingkat kekentalan, tingkat kemanisan, dan tingkat keasamannya. Jika ketiganya seimbang maka akan muncul rasa baru.
Suami saya terbiasa meracik sendiri kopinya agar "Keseimbangan" tadi.
Terus terang agak cemburu! saya ingin mampu meracik dengan pas, agar dari tangan sayalah suami bisa sruput kopi dengan nikmat.
Nah! dengan yang baru saya temui ini  terwujudlah apa yang saya inginkan.

Pada acara Workshop Qwords,  tanggal 12 Oktober di Gedung Cyber1-Jakarta, saya dapat sample untuk lomba review kopi CNI Wahh...selama ini saya kira CNI cuma memproduksi obat-obatan saja.
CNI yang lahir tanggal 1 Oktober 1986 di Bandung ini memunculkan kopi juga dengan beberapa rasa. Kebetulan yang saya dapat adalah kopi Ginseng White Cofee dan Hot Dark Chocolate.





Up Ginseng White Cofee


    
                                                     
                                                                Dok:  Pribadi


Kopi ini paduan dari 3 kopi, yaitu Arabika, Robusta, dan Ginseng.
Sebelum minum saya seduh dulu kopi yang butirannya agak kasar ini, lalu membiarkannya beberapa saat dalam keadaan tertutup.
Begitu dibuka harum menyeruak tercium, baru diaduk. Nampak ada butiran coklat yang tersisa.

Kurang kuat harum ginsengnya, tapi harum khas herbal.
Tak terlalu  kental, dan perlu waktu menunggu buih lenyap.
Manis sedangnya cocok buat saya, membuat penasaran! Tak ada rasa asam, Ini kelebihannya! bukankah asam karna fermentasi tak baik buat kopi?

Oh ya, baiknya diseduh dengan air didih. Karna kalau menggunakan air panas dispenser butiran akan tersisa. Jangan lupa! ukuran  air 150 cc.

Biasanya jam 10 malam saya sudah tak dapat menahan kantuk, untuk membuktikan efek kopi saya minum jam 8 setelah makan.

Dan... ternyata kopi yang berhasil menjadi Top Brand katagori kopi ginseng ini terbukti khasiatnya. Kafeinnya benar-benar langsung bekerja di saraf pusat.
Badan saya segar, mata tidak mengantuk dan ada 2 hal yang paling saya suka, dada tidak berdebar, lambung tidak protes! Yeee...!
Efeknya OK punya, padahal harganya cuma 77.000 lho!  isi 20 sachet, dengan berat 20 gram.




Up Hot Dark Chocolate

Kopi ini ada campuran kopi Arabika, Robusta dan ginseng juga. Rasa coklat dominan tapi tidak pahit.
Manisnya sedang, membuat saya yakin bahwa CNI memperhatikan kesehatan penikmatnya. Kopi ini tanpa gula aspartam atau pemanis sintetis yang konon digunakan pada 6000 produk makanan dan minuman.


Banyak kopi coklat  kental yang pernah saya minum, tapi coklat ginseng CNI ini kentalnya lembut.
Hehehe saya jadi membayangkan lembutnya toping poding coklat.
Lumayan... dapat ide untuk membuat poding coklat dengan campuran kopi ini, serius!
Insya Allah aman untuk anak-anak, sebab tak termasuk kopi  pekat dengan rasa pahit dan asam yang kuat.

Untuk mencicipi kedua kopi ini harusnya seperti para pakar itu ya, cicip sedikit dengan ujung sendok lalu dimuntahkan. Dilanjut kopi berikut setelah minum sedikit air putih.
Tapi saya hanya di awal beberapa sendok menyicip gaya pakar, setelah itu, hajar bleh !! :)
Harganya lebih murah dari  Ginseng White Cofee, cuma 60.000 isi 15 sachet, dengan berat 25 gram.



Kesimpulan

Kopi yang aman otomatis menambah point kenikmatan. Biar badan kesehatan dunia sudah ,menyatakan aman tapi semua TERGANTUNG KONSUMEN. Maaf, saya beri huruf besar karna penting.
Tiap badan punya reaksi berbeda terhadap kopi. Dan kopi yang aman adalah yang mengutamakan kesehatan. Luwes untuk lambung siapa saja. Enak di lidah, enak di lambung.

Ditengah gelombang  serbuan bermacam-macam merk kopi dan juga iklan yang bersaing heboh nya, kita tetap harus hati-hati dalam memilih. Jadilah penikmat kopi yang cerdas!

Selamat menikmati kopinya CNI ! :)













2 comments:

  1. Enak, enak, saya suka chocolatenya Mbak :) kopinya juga seger yaa

    ReplyDelete
  2. Ya mbak... nggak ngebosenin! terimakasih hadirnya yaa..:)

    ReplyDelete