Sunday, 30 November 2014

Stiker Penolak Nyamuk


                                                                         Sumber Gambar

Pernah gemes sama nyamuk yang sedikit tapi seneng deket-deket  badan kita?
Ni dibawah komputer saat saya ngetik begini, sering nyamuk main-main siang maupun malam.
Kalau mau semprot atau pakai obat nyamuk elektrik, saya alergi. Bisa langsung sakit tenggorokan atau sesak nafas!
Heran, padahal tidak ada baju yang menggantung, kamar selalu saya bersihkan, dan kabel-kabel tidak berantakan. Mungkin karna depan kamar ada kebun?

Anak perempuan saya kulitnya sensitif, sekali kena gigitan gatalnya lama lalu meninggalkan bentol kecil-kecil membekas di kaki . Kalau mau pakai komputer dia baluri dulu kakinya dengan minyak kayu putih.
Begitu harum minyak kayu putih berkurang, berani lagi si nyamuk datang.

Alhamdulillah sekarang ada "Stiker Penolak Nyamuk". Saya tak tau persis kapan awal kemunculannya? Lumayan ampuh buat mengusir mahluk yang bikin gemes itu *Bukan promo lho...:)
Cukup ditempel dimana dia sering hadir. Saya coba tempel satu  di PC komputer sebelah kanan , dan satu di speaker bawah sebelah kiri. Tenaang !

"Wah..gampang sekarang, kalau nyamuk mengerubungi kaki, tinggal tempel aja di ujung celana piyama!" kata anak saya.


Sumber                                                   Sumber Gambar

Beli satu kotak isinya 20 pcs, murah kok! kalau dihitung harga satuannya 500 perak. Bentuknya kecil seperti uang logam 500 . Bagi yang alergi/sensitif obat nyamuk seperti saya, bisa membawanya saat bepergian ke tempat yang belum  tau ada atau tidaknya nyamuk disana.

Stiker yang tahan 24 jam ini ini aman untuk bayi dan anak-anak, karna 100 % terbuat dari bahan alami tak beracun yang namanya minyak Citronella  *Untung bukan Ohorella!
Tak jarang anak-anak kakinya tergigit nyamuk di bawah meja kelas. Ada yang bilang, anak-anak penderita demam berdarah dapat nyamuk itu di sekolah, karna masa beredar nyamuk pagi hari saat mereka aktif di sekolah.

Saya siapkan stiker ini dirumah buat anak-anak Camping, saat saya nyetir, atau saat ke kebun.














Saturday, 29 November 2014

Duit Dan Sehat


Ada sekelompok nenek-nenek Tiongkok bernyanyi bersama, liriknya begini:

Kita lahir tak pakai baju
Asal manusia itu susah
Cuma bekerja yang membuat manusia berpunya
Kalau miskin jangan kau salahkan Tuhan

Cari uang harus sehat
Menikmati uang harus sehat

Memang yaa..
Tanpa sehat, uang hanya sekedar angka. Makan tak bebas lagi. Pantangan dari dokter terlalu banyak. Percuma...capek cari uang hanya untuk berobat

Ada yang pandai menikmati uang. Turuti nafsu makan sampai obesitas mengganggu penampilan. Akhirnya letih kerja buat tempat senam dan perawatan badan.

Yang enak bagaimana?
Duit banyak, sehat, keinginan sedikit...;)

Friday, 28 November 2014

Jalannya Sedekah





Seorang anak laki usia 9 atau 10 tahun duduk tenang di belakang sopir angkot. Berbaju koko merah maroon berpici hitam dan ransel hitam  lusuh di pangkuan.
Selalu iba bertemu dengan anak laki seperti ini, apa dia anak pesantren yang akan berlibur kembali kerumah atau sebaliknya?
Banyak keluarga tak mampu memasuki anaknya ke sekolah lanjutan akhirnya memilih pesantren gratis, dari pada si anak buang waktu dan salah gaul.

Angkot melewati Pasar Ciroyom-Bandung, belum ada perubahan dari dulu! Bau sampah, lalat, tumpukan bale, tali rapia dimana-mana, jalanan basah bercampur lumpur hitam dan tanah  tebal, rasanya nyesel setengah mati tak terlupa kalau jatuh duduk di situ, Iikhh!!

Anak tadi bersiap-siap turun sambil sedikit kasak-kusuk dengan 2 teman di depan. Rupanya sopir minta tambahan, lalu  masing-masing patungan akhirnya cukup.

Angkot bergerak maju, seorang ibu gemuk berhijab lebar sontak bilang, "Aduh! padahal saya mau kasih uang, anak yang dibelakang tadi, pakai sendal hanya satu!"
*Yaaah...telat bu!

Akhirnya saya ambil keputusan  turun dan mengejar mereka meski sudah  agak jauh. Wah! Mereka hilang di balik gubug-gubug warung.

Untung dapat jalan yang tidak basah, jadi nekat tetap cari.
Sampai di satu toko agak besar, mereka ada  di sana masing-masing menenteng kotak amal. Oowh..rupanya!

Tapi ya sudah! saya tepis fikiran mereka begitu untuk mensejahterakan  orang tuanya yang sebetulnya kaya di kampung, dan lain-lain. Sampai saya turun berarti memang ada rejeki mereka yang nyangkut di tangan saya. Selain itu dakwah bil hal untuk anak bungsu saya yang beberapa kali bilang "Kasihan Ma.."

Mereka kaget menerima uang besar, hihi...padahal bukan dari saya sendiri, tapi dicampur titipan teman-teman yang rutin menyalurkan zakat hartanya ke saya untuk disalurkan.
Karna harus melanjutkan perjalanan, saya cuma bilang, "Jangan lupa beli sandal!"

Sambil menunggu angkot baru, dari kejauhan saya lihat anak itu sudah berkeliling. Salah satunya  memakai sandal baru.
Kadang kita di uji, apakah sedekah kita salah alamat? Insya Allah, kalau sebelumnya kita minta di temukan dengan orang benar-benar berhak, maka tak ada lagi ragu. Kadang ada yang berpenampilan biasa-biasa saja, padahal ia sedang terhimpit tapi  malu meminta. Wallahu a'lam.







Thursday, 27 November 2014

Helm Bukan Cuma Melindungi Dari Benturan




Kemarin saya bermaksud menengok anak saya di Pesantren Jonggol. Naik kendaraan umum sampai 3 kali dari Bogor plus 1 kali ojek ke desa Kalapa Dua yang makan waktu 20 menit Cukup jauh! maka ongkos ojek sampai 50.000 pulang pergi,

Seperti biasa kalau perkara ojek selalu debat sama tukangnya. Mereka  siapkan helm untuk mereka sendiri. Kalau kita paksa minta, mereka baru pinjam ke teman.
Tak apa kalau masalah itu. Yang bikin kesal kalau mereka bilang, "Nggak apa-apa Bu, kan nggak ada polisi!" atau "Kan cuma deket,Bu"
Dan selalu saya jawab, "Saya pakai helm bukan karna polisi,Mang!"

Tapi kali ini, saya malas memaksa, karna kepepet waktu dan takut hujan yang sering turun sore hari.
Terpaksalah naik tanpa helm.

Qadarullah... di tengah jalan yang melewati kebun-kebun itu tiba-tiba ada seperti benda kecil datang cepat  berlwanan arah dengan ojek saya yang melaju kencang. Tepat kena di pinggir mata/pelipis kanan.
Masya Allah! sakiitnya luar biasa, seperti kena hantam ujung kayu.

Setelah minta berhenti, saya  beri minyak kayu putih yang selalu ada di tas.
Selama buka tas dan mencari, air mata terus-terusan keluar. Kalau nggak malu, mungkin enak sekalian nangis kesakitan!
Karna sakitnya menjalar sampai ke leher, dan kepala tiba-tiba pusing sebelah. Tapi tak ada memar atau luka sama sekali.

Sampai pondok pesantren, anak saya  memberi teh hangat manis, dan saya minta obat migren simpanannya. Air mata masih terus mengucur, leher kaku.
Emak-amak kalau ketemu anak pasti tumbuh kekuatan, sakit tak terlalu saya hiraukan sampai kami berpisah.
Tapi... di perjalanan pulang, bengkak yang sedikit itu tambah sakit terhantam angin, terpaksa melindunginya dengan hijab yang agak dimajukan menutup sebahagian wajah.

Alhamdulillah efek obat bisa mengurangi pusing dan sakit leher,hingga saya bisa tidur di kendaraan juga di rumah, walau perih panas masih tetap ada. Saya pikir bengkak akan hilang bila diolesi obat terus menerus.

Tapi, begitu bangun pagi ini, nyatanya wajah saya bengkak sebagian dari mata sampai rahang.Pipi mengeras. mata sembab. Saya harus ke apotik hidup kalau sudah begini. Mudah-mudahan sembuh tanpa harus ke dokter.
Saya ingat, almarhum ibu pernah mengobati anak saya yang jatuh dari tangga dengan DAUN MIYANA. Ibu bilang, harus segera ditempeli tumbukan daun itu, kalau tidak muka bisa bengkak. Betul! anak saya yang waktu itu usia 5 tahun, hanya tersisa memar biru sedikit, tanpa bengkak.

Bagi sahabat yang menggunakan motor, atau sesekali masih menggunakana ojek, please banget deh!
jangan remehkan helm! dia bukan melindungi kepala kita dari benturan aspal saja. Bisa juga melindungi muka dari kejatuhan / tersambar sesuatu, atau seperti yang dialami seorang bapak, mukanya tersayat benang gelasan layang-layang. Naudzu billahi min zalik (Semoga Allah melindungi kita dari hal demikian) !

 *Semoga bermanfaat

Wednesday, 26 November 2014

K a d a l



Mau ambil handuk, Eiiit ! ternyata mahluk ini sudah menginvasi.
Mau ngusir tapi takut!
Lebih baik coba-coba ambil gambarnya saja kalau begitu. 
Kebetulan sinar matahari pagi hanya sebagian yang masuk teras belakang rumah.
Ruang yang gelap tertutup tangga kayaknya bagus saat di croping.

Jarak ambil gambar lumayan jauh, tapi kamera HP Samsung Galaxi tidak pecah bila di perbesar  *Makin cinta

Ternyata mata si Kadal nggak galak lho! malah keliatan agak sedih. Punggungnya seperti Iguana.
Dari takut, jadi berharap dia nggak  pergi sebelum coba-coba ini kelar.
Jreng...jreeng!

*nggak penting banget,ya! :)














Tuesday, 25 November 2014

Pasar Seni ITB ( Bagian 3)

Pesta Seni 101010 ...
Masih saya ingat, putra saya tampil dengan busana daerah, Ia jadi tokoh sentral dari satu pertunjukan cerita rakyat yang sudah di modivikasi.

Ditengah padatnya penonton saya sulit mengenali wajahnya. Video yang sudah  siap pencet beberapa saat kehilangan moment, anak saya lewat begitu saja didepan mata. Hehe..tanpa kacamata dan wajah di beri bedak gold bikin saya pangling.

Sempat malu dengan orang-orang di sebelah saya. Air bening meluncur begitu saja dari mata.
Anak yang rasanya belum lama saya tuntun ke Sekolah TK, ber tas ransel kecil dengan ompreng yang bikin saya putar otak untuk menu bekal tiap pagi.

Dasar emak ya, nggak pernah bosan dan selalu ingin tau kegiatan kesehariannya. Tapi umumnya  anak laki-laki sedikit bicara, saya hanya melihat hasil karya nya yang njelimet saat berkunjung ke kost nya.

Setelah saya terkagum-kagum baru dia cerita, maket rumit sebuah hotel itu hasil begadang beberapa malam. Benda-benda seni yang  unik, hasil blusukan dia ke penampungan barang rongsokan, hunting barang loak dll. Bahkan pernah dia pulang dengan jari-jari  yang luka karna terlalu banyak bikin tugas berbahan kawat/seng/besi/ dll.

Mahasiswa FSRD (Fakultas Seni Rupa dan Disain)  memang banyak gaya dan ide. Kelihatan dari teman-teman anak saya yang penampilannya aneh-aneh. Asesories kecil hingga sepatu. Pernah saya temui gadis berjilbab memakai sepatu boot  dari benang rajutan selutut, karya mereka sendiri. Ada juga yang berkalung boneka kain, gelang unik, dll. Cuma bikin orang kagum memandang tanpa bisa beli atau pesan.

Jadi bisa di bayangkan seriusnya mereka mempersiapan pasar seni beberapa bulan sebelumnya. Promosi ke warga  dengan cara pawai turun ke jalan. Makin dekat hari pelaksanaan, makin sering begadang di kampus.
Waktu cari makanan malam di sekitar kampus, kelihatan rame  yang begadang, bukan cuma panitia . Anak saya bilang, itu hal biasa. Mahasiswa  lebih suka mengerjakan tugas di kampus karna wifi!

Sudah 5 atau 6 kali pasar ini diadakan, namun tetap di rindu...



Sumber Gambar








Sumber









Monday, 24 November 2014

Pasar Seni ITB ( Bagian 2)



Entah kenapa, kebanyakan keluarga yang punya anak pernah kuliah di ITB punya rasa keterikatan juga dengan kampus itu. Bukan cuma keluarga saya!
Pengunjung banyak  datang sekeluarga dari Jakarta, Bogor, dan daerah sekitar Bandung.
Semua kangen setelah menunggu 4 tahun.

Sempurnalah pesta ini mengumpulkan mantan persatuan orang tua alumni mahasiswa, alumninya sendiri dan masyarakat sekitar. Kemacetan sudah biasa dan sangat dimaklumi oleh sopir-sopir angkot. Tak ada keluhan dari sopir angkot yang saya naiki, malah dengan baik memberitau jalan alternarif bila mau berjalan kaki menuju kampus.

Stan kuliner sudah diserang sebelum melihat pertunjukan dan stan seni. Maklum dari jauh...:)
Spanduk stan selalu menarik dengan label unik, dan cara penyajian yang unik pula. Antriannya panjaang kalau stan itu menjual fast food asing atau menu baru hasil inovasi. Bandung banget deh!


  Kue-kue kering cantik*Seperti mainan yaa..:)


Beruntung, lidah bangsa kita tak pernah puas dengan 1 rasa yang itu-itu saja. Rasa bosan membuat orang-orang hobby masak berani membuat sesuatu yang "beda". Hasilnya kelihatan di moment seperti ini.

Makin panjang antrian, makin banyak orang yang penasaran ada menu apa disitu?
Kemarin yang palin laku jajanan, Sosis super panjang, jagung bakar, Tako, Sego Jamur, makanan jepang. Kalau minuman ada yang unik agar-agar serut berbentuk seperti Mie dengan campuran sirop warna unik.
Lumayan! saya jadi terinspirasi kalau nanti-nanti ikut Bazaar











































Sunday, 23 November 2014

PasarSeni ITB ( bagian 1)





Kunjungan ke Bandung kali ini mau lihat Pasar Seni 4 tahun sekali-nya mahasiswa ITB. Seperti apa kemeriahannya dibanding dengan saat anak saya jadi panitianya dulu...moment paling tepat saat itu, Pasar Seni 101010  ( 10 Okt 2010).

Ternyata Woow! pengunjung tetap membludak walau hujan. 

Kesan saya mereka tetap kreatif  dan gencar mencoba teknologi baru. Pengunjung yang mayoritas usia kuliah  antusias liat MUSIUM SATU . Meski antri merayap berdesakan, 10 menit sekali pintu dibuka,  tetep sabarr...

Terbayar capeknya setelah liat hasil karya mahasiswa, seperti robot angklung, alat pengukur denyut jantung, arsitektur perumahan daerah kumuh bantaran kali, kartu cerdas, dll sayang tak boleh di foto!
Mereka berhasil pula, membuat 1 mobil kecil dan 1 mobil sport. Stan paling banyak pengunjung adalah stan alat pendeteksi mood kita yang dihubungkan dengan monitor. Alat itu bisa memutarkan sebuah lagu sesuai dengan suasan hati,keren!

Kulinernya masih asik, demikian juga stan-stan kreatif. Hanya panggung hiburan yang sampai jam 3 sore belum tampil. Dosen ITB- Pak Budi Rahardjo yang eksis di musik bilang, karna hujan jadi molor manggung. Sebelumnya beliau sudah meminta panggung diberi atap, tapi mahasiswa tak mengizinkan dengan alasan takut merusak Art nya. * Hehe .. ikhtiar kayaknya nggak berhubungan dengan Art deh!

Yang beda, ada 4 atau 5 wahana unik yang tak bisa dinikmati langsung oleh mata awam.
Yaitu Pameran Seni Hologram. Saya yang Gaptek  harus di ajari dulu cara menikmatinya. 
Ramai-ramai pengunjung menyodorkan gadget ke sebuah papan kecil berhologram.
Wahh... jangan-jangan, zaman makin modern , pameran itu sepiii.

Selamat dan sukses buat Mahasiswa yang sudah bersungguh-sungguh, berletih demi pesta keluarga besar ITB dan warga Bandung. Hujan tak apa-apa, malah bagus! artinya mahasiswa ITB bebas dari Syirik, tidak menggunakan pawang hujan.

Semoga bisa ketemu lagi dengan Pesta Seni berikutnya, kalau ada umur! Insya Allah...

Mars Pasar Seni Meski Masih Ada Di Bumi







STAN-STAN SENI









Terbuat dari campuran Raisin dan tembaga.
Kesannya berat, padahal ringan sekali!










Buku merajut yang saya taksir! tapiii...harganya! Hhhmmm



Radio gaya jadul yang banyak dipesan orang Eropa.







































































































Biasanya Mhs. Fakultas Textil atau Kriya yg bikin begini...












































                                            Pembacaan Pusi dengan gaya nyentrik!