Thursday, 20 November 2014

Gebrakan Bea Cukai ( Bagian 2 )





Ada jalan bercabang menjelang Bandara Soekarno -Hatta. Kelokan ke kiri menuju terminal kedatangan dan keberangkatan  penumpang pesawat, sedangkan  arah kanan menuju KARGO. Bangunan-bangunan seragam berdinding bata merah itu berjajar. Diantaranya adalah Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Soekarno-Hatta, duh..panjang namanya yaa, tapi tertulis cuma BEA CUKAI.





Kira-kira jam 8 lewat 30 menit rombongan  dipersilahkan memasuki lobby utama oleh Bapak Arif, tapi masih ada beberapa  yang curi waktu untuk selfie dengan backround gedung dan mobil-mobil dinas. Hehe... buat bukti cerita nanti,kali ya?

Pintu ruang dijaga petugas berseragam, kami disambut oleh Bapak Sofyan Helmi dan beberapa teman sejawat. Penyambutan  tidak formil, ramah, dan sangat memaklumi kala bloger sibuk foto sambil menunggu antrian penanda tanganan buku tamu yang dijaga oleh 2 gadis  cantik Ambassador Bea Cukai.



Bahkan bapak-bapak pentolan kantor ini menyediakan  photografer resmi dengan kamera lengkap, malayani tamu berfoto di depan papan besar  bergambar pasukan buru sergap nya Bea Cukai atau CTU ( Custom Tactical Unit), yang selalu siaga  menghadapi kejahatan penyelundupan narkoba.
Kelihatannya sangat  mewakili ketegasan dan wibawa Bea Cukai.

CTU adalah unit taktis  berisi orang-orang pilihan dari pegawai Bea Cukai. Mereka telah mengikuti test-test berlapis, baik test kesehatan hingga pengetahuan khusus terkait barang "Lartas" (Larangan dan Pembatasan)

Beberapa sudut ruang berkaca itu pun terpampang Informasi Penyuluhan dan Pelayanan, peringatan kelengkapan seragam, skema proses pelayanan, dan visi misi Bea Cukai.







Acara Pertama

Begitu pintu aula dibuka, suara bening sebuah lagu pun terdengar, menyenangkan! apalagi ditambah sarapan pagi yang sudah menanti di sisi ruang, wow banget deh! :)
Siapa yang menyangka Bea Cukai punya group band sendiri? Performance tak ubahnya seperti penyanyi /band profesional. Hehe... ada yang nyeletuk, "salah ngelamar kerjaan nih,  harusnya ke Indonesia Idol atau Pentas Mencari Bakat! :)

Oh ya, kehadiran band kantor ini membanggakan lhoo! Karna  bisa menjawab komentar-komentar usang tak sedap yang mengetakan Bea cukai selalu mewah dan boros jika mengadakan suatu acara.








Kesalah Pahaman Masyarakat Pada Bea Cukai




Bapak Okto Irianto selaku Kepala Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya mengemukakan dalam sambutannya, bahwa kebanyakan masyarakat tau Bea Cukai itu cuma ada di Pelabuhan. Padahal Bea Cukai ada di Bandara juga. Punya tugas dan cara kerja yang berbeda.
Hehehe..Pak, ada juga yang menyangka bahwa Bea Cukai hanya mengurusi pita rokok,lhoo... :)

Bea Cukai Pelabuhan mengurusi barang-barang berat, ton-ton an! Sementara di Bandara mengurusi yang kecil-kecil. Beberapa mili air dalam botol bawaan penumpang harus tetap dicurigai dan diperiksa.
Ilmu dan pengalaman membuat petugas makin peka terhadap hal-hal yang mencurigakan.

Inti yang saya tangkap dari keterangan beliau adalah  Bea Cukai mengurusi semua barang bergerak dengan pemiliknya yang keluar masuk negeri ini. Baik di darat, udara maupun laut.
Luasnya pekerjaan direktorat  yang dulu oleh bangsa Belanda disebut  Douane ini menyebabkan Bea Cukai berada di bawah Departemen Keuangan, seperti halnya Direktorat Jenderal Pajak.
Sedangkan Departemen Perindustrian dan lain-lain, hanya "Menempel" saja, meminjam istilah Bapak Iwan Agung.
Dalam arti "Menitipkan" peraturan terkait perizinan/persyaratan ekspor-impor.


Untuk menepis kesalah pahaman itulah Bea Cukai mengundang para Akademisi dan para Blogger untuk sama-sama memberi pengertian pada masyarakat akan peran dan tanggung jawab Bea Cukai selama ini.



Blogger atau Netizen pun ternyata tak lepas dari Bea Cukai. Misalnya belanja online Amazone, mulai dari proses berdagang dan cek pajak, bea cukai terlibat didalamnya.

Dalam kesempatan ini  beliau uraikan bagaimana instansinya melakukan perubahan dan pembenahan. Dari hal besar menyangkut pengawasan ketat keuangan guna terhindar dari korupsi, sampai ke masalah seragam agar tak disusupi para calo.
Blogger perlu tau dan menyaksikan sendiri kerja Bea Cukai. Sebab tulisannya berpengaruh dan sangat membantu.

Dan setelah kami berkeliling ... ternyata, banyak sekali bahan tulisan yang perlu di informasikan pada khalayak. Mau menulis tentang anjing pelacak? atau kerja jasa pengiriman barang yang sering dapat gerutuan dari pelanggan? atau tentang serunya penangkapan pelaku kejahatan Narkotika?

Bersambung ke episode selanjutnya  yaa...:)














4 comments:

  1. ternyata bea cukai itu skupnya luas banget ya Mbak, sampe2 dibawahi oleh beberapa departemen...baru tahu nih saya

    ReplyDelete
  2. Bener Mbak... waktu kuliahan dulu belajar Hukum Pajak, Hkum Perdata, dan Hukum Dagang, dengan ke lapangan begini jadi inget lagi pelajaran jadul :)

    ReplyDelete
  3. nambah dikit mbak, IMHO : Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berada di bawah Kementerian Keuangan seperti halnya Direktorat Jenderal Pajak. Sedangkan kementerian perindustrian, kemenkum HAM, dan instansi lain sifatnya hanya "menitipkan" peraturan terkait perijinan/persyaratan ekspor-impor. cmiiw

    ReplyDelete
  4. Terimakasih koreksiannya yaa...Sudah saya tambahkan dan luruskan dalam postingan. :)

    ReplyDelete