Thursday, 27 November 2014

Helm Bukan Cuma Melindungi Dari Benturan




Kemarin saya bermaksud menengok anak saya di Pesantren Jonggol. Naik kendaraan umum sampai 3 kali dari Bogor plus 1 kali ojek ke desa Kalapa Dua yang makan waktu 20 menit Cukup jauh! maka ongkos ojek sampai 50.000 pulang pergi,

Seperti biasa kalau perkara ojek selalu debat sama tukangnya. Mereka  siapkan helm untuk mereka sendiri. Kalau kita paksa minta, mereka baru pinjam ke teman.
Tak apa kalau masalah itu. Yang bikin kesal kalau mereka bilang, "Nggak apa-apa Bu, kan nggak ada polisi!" atau "Kan cuma deket,Bu"
Dan selalu saya jawab, "Saya pakai helm bukan karna polisi,Mang!"

Tapi kali ini, saya malas memaksa, karna kepepet waktu dan takut hujan yang sering turun sore hari.
Terpaksalah naik tanpa helm.

Qadarullah... di tengah jalan yang melewati kebun-kebun itu tiba-tiba ada seperti benda kecil datang cepat  berlwanan arah dengan ojek saya yang melaju kencang. Tepat kena di pinggir mata/pelipis kanan.
Masya Allah! sakiitnya luar biasa, seperti kena hantam ujung kayu.

Setelah minta berhenti, saya  beri minyak kayu putih yang selalu ada di tas.
Selama buka tas dan mencari, air mata terus-terusan keluar. Kalau nggak malu, mungkin enak sekalian nangis kesakitan!
Karna sakitnya menjalar sampai ke leher, dan kepala tiba-tiba pusing sebelah. Tapi tak ada memar atau luka sama sekali.

Sampai pondok pesantren, anak saya  memberi teh hangat manis, dan saya minta obat migren simpanannya. Air mata masih terus mengucur, leher kaku.
Emak-amak kalau ketemu anak pasti tumbuh kekuatan, sakit tak terlalu saya hiraukan sampai kami berpisah.
Tapi... di perjalanan pulang, bengkak yang sedikit itu tambah sakit terhantam angin, terpaksa melindunginya dengan hijab yang agak dimajukan menutup sebahagian wajah.

Alhamdulillah efek obat bisa mengurangi pusing dan sakit leher,hingga saya bisa tidur di kendaraan juga di rumah, walau perih panas masih tetap ada. Saya pikir bengkak akan hilang bila diolesi obat terus menerus.

Tapi, begitu bangun pagi ini, nyatanya wajah saya bengkak sebagian dari mata sampai rahang.Pipi mengeras. mata sembab. Saya harus ke apotik hidup kalau sudah begini. Mudah-mudahan sembuh tanpa harus ke dokter.
Saya ingat, almarhum ibu pernah mengobati anak saya yang jatuh dari tangga dengan DAUN MIYANA. Ibu bilang, harus segera ditempeli tumbukan daun itu, kalau tidak muka bisa bengkak. Betul! anak saya yang waktu itu usia 5 tahun, hanya tersisa memar biru sedikit, tanpa bengkak.

Bagi sahabat yang menggunakan motor, atau sesekali masih menggunakana ojek, please banget deh!
jangan remehkan helm! dia bukan melindungi kepala kita dari benturan aspal saja. Bisa juga melindungi muka dari kejatuhan / tersambar sesuatu, atau seperti yang dialami seorang bapak, mukanya tersayat benang gelasan layang-layang. Naudzu billahi min zalik (Semoga Allah melindungi kita dari hal demikian) !

 *Semoga bermanfaat

8 comments:

  1. wong saya sudah pake helm saja masih niat itu tawon masuk dan mencium pipi koq
    :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduuh...! macem-macem yang namanya musibah ya, tapi bagus sudah ikhtiar. Yang menyesal klw kita meremehkan helm lalu kejadian. Terimakasih sdh hadir yaa..:)

      Delete
  2. memang perlu mak, juga helmnya harus benar2 standar bukan hanya sekdar helm yang asal2an saja. pengalaman waktu suami kecelakaan motor dg benturan keras, kepalanya terbentur keras ke aspal tapi dia memakai hlem yg standar , jadi kepalanya selamat dan tak ada memar sedikitpun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masya Allah...bahaya banget kalau bukan yg standar ya! Tukang ojek mana mau mikirin yg kayak gitu?
      Malah banyak Helm mereka yang sdh lepas talinya.

      Delete
  3. Replies
    1. Amiin ya Rabb...terimakasih doa nya Mbak Een :)

      Delete
  4. Wah, ngeri juga ya Mbak Mutia. Resiko di jalan mah ada aja. Manusia memang wajib ikhtiar. Safety First. Cepet sembuh Mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih doa nya Mbak Donna...Bener Mbak, sekalipun kepepet, ikhtiar itu utama. Kapoook deh! :)

      Delete