Sunday, 9 November 2014

Ketika Ayah Kaya Dan Ibu Miskin

Ini cerita seorang anak yang berdiri diantara Ayah dan Ibu berbeda status sosial.

Aku ada di dua latar belakang kehidupan yang sangat jauh berbeda.
Penghasilan ayah 8 kali lipat  dibandingkan gaji  Ibu setahun. Mereka bercerai sejak aku masih kanak-kanak, dan ibu mendapatkan hak asuh.

Kehidupan kami sangat sulit, tak seperti teman  lain yang punya banyak pilihan  video game. Aku hanya punya 2 macam.

Karna memang hanya itu yang Ibu mampu beri.

Saat libur 2 minggu, aku tinggal bersama Ayah.Karna ingin bersaing dengan ibu, ia menyuruhku menulis daftar keinginan permainan atau apa saja.
Dan dalam waktu cepat ia mewujudkan apa yang ku pinta. Ia pernah bertanya padaku,
" Menurutmu siapa yang paling baik? Aku atau ibumu?"

Di usia17 tahun aku dibelikan seperangkat alat memancing  mewah.

 2 minggu setelah itu kudapat Jet ski seharga  $ 15.000 ( 172 juta Rupiah). Ayah meletakkannya  di danau halaman rumah.

Sisi baik kekayaan adalah, menghibur, mudah mendapatkan segala keinginan, bahagia.
Sisi buruknya? itu bukan kebahagiaan yang sesungguhnya.

2 tahun yang lalu, ibu membuka  account Bank untuk nama kami berdua.
Dengan demikian aku bisa mengecek saldo kapan saja aku mau.
Pernah ku dapatkan 2 email dari Bank. Ternyata saldoku bertambah dari hasil game komputer, sedangkan saldo ibu minus.
Tanpa sepengetahuannya aku berusaha sekuat mungkin menambah jumlah point Game Komputer, aku berhasil mendongkrak angka tinggi. Pembayarannya ku transfer ke tabungan ibu. 

Menyatakan "Aku cinta padamu dan ingin melakukan sesuatu untukmu" adalah penting.
Tapi akan menjadi kemuliaan bila kita bisa mewujudkannya.


Beberapa tahun kemudian ibu mengidap suatu penyakit. Ia tak mampu lagi pergi kerja.
Aku menolong dan membiayai segala kebutuhannya dengan pekerjaanku.

Kini meski  aku sibuk kuliah dan bekerja, masih bisa mengunjunginya seminggu sekali dengan perjalanan kereta api selama 5 jam.
Kesempatan bersamanya kugunakan untuk membersihkan rumah, membersihkan toko kami, dan memasak untuknya.

Tanpa game komputer canggih, jet ski, boat, smart TV. Segala sesuatu yang mampu ayah beli demi bersaing dengan ibu.


Sumber Cerita : http://9gag.com/





11 comments:

  1. Subhanallah..jd keingetan temanku..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah, kesian... klw jalan cerita nya sama yaa...:(

      Delete
  2. anak yang berbakti. hmm menyentuh mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Mbak, jangan sampai anak keturnan merasakan demikian.

      Delete
  3. jadi terharu saya mak bacanya.. btw kotak komennya kok dobel knp mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, ada 2 ? kenapa ya? saya coba cek dulu. Terimakasih sdh dibaritau yaa :)

      Delete
  4. Replies
    1. Hehe..jarang2 yang kayak gt ya.. Trmks sdh hadir Mbak Helda. :)

      Delete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete