Sunday, 23 November 2014

PasarSeni ITB ( bagian 1)





Kunjungan ke Bandung kali ini mau lihat Pasar Seni 4 tahun sekali-nya mahasiswa ITB. Seperti apa kemeriahannya dibanding dengan saat anak saya jadi panitianya dulu...moment paling tepat saat itu, Pasar Seni 101010  ( 10 Okt 2010).

Ternyata Woow! pengunjung tetap membludak walau hujan. 

Kesan saya mereka tetap kreatif  dan gencar mencoba teknologi baru. Pengunjung yang mayoritas usia kuliah  antusias liat MUSIUM SATU . Meski antri merayap berdesakan, 10 menit sekali pintu dibuka,  tetep sabarr...

Terbayar capeknya setelah liat hasil karya mahasiswa, seperti robot angklung, alat pengukur denyut jantung, arsitektur perumahan daerah kumuh bantaran kali, kartu cerdas, dll sayang tak boleh di foto!
Mereka berhasil pula, membuat 1 mobil kecil dan 1 mobil sport. Stan paling banyak pengunjung adalah stan alat pendeteksi mood kita yang dihubungkan dengan monitor. Alat itu bisa memutarkan sebuah lagu sesuai dengan suasan hati,keren!

Kulinernya masih asik, demikian juga stan-stan kreatif. Hanya panggung hiburan yang sampai jam 3 sore belum tampil. Dosen ITB- Pak Budi Rahardjo yang eksis di musik bilang, karna hujan jadi molor manggung. Sebelumnya beliau sudah meminta panggung diberi atap, tapi mahasiswa tak mengizinkan dengan alasan takut merusak Art nya. * Hehe .. ikhtiar kayaknya nggak berhubungan dengan Art deh!

Yang beda, ada 4 atau 5 wahana unik yang tak bisa dinikmati langsung oleh mata awam.
Yaitu Pameran Seni Hologram. Saya yang Gaptek  harus di ajari dulu cara menikmatinya. 
Ramai-ramai pengunjung menyodorkan gadget ke sebuah papan kecil berhologram.
Wahh... jangan-jangan, zaman makin modern , pameran itu sepiii.

Selamat dan sukses buat Mahasiswa yang sudah bersungguh-sungguh, berletih demi pesta keluarga besar ITB dan warga Bandung. Hujan tak apa-apa, malah bagus! artinya mahasiswa ITB bebas dari Syirik, tidak menggunakan pawang hujan.

Semoga bisa ketemu lagi dengan Pesta Seni berikutnya, kalau ada umur! Insya Allah...

Mars Pasar Seni Meski Masih Ada Di Bumi







STAN-STAN SENI









Terbuat dari campuran Raisin dan tembaga.
Kesannya berat, padahal ringan sekali!










Buku merajut yang saya taksir! tapiii...harganya! Hhhmmm



Radio gaya jadul yang banyak dipesan orang Eropa.







































































































Biasanya Mhs. Fakultas Textil atau Kriya yg bikin begini...












































                                            Pembacaan Pusi dengan gaya nyentrik!





































2 comments: