Friday, 19 December 2014

2 Kenangan Dalam 1 Postingan


Barito, sungaiku
Setia mengalir memberi hidup
seperti setia kekasih menemani hidup
Alammu tak luntur 
Sungaimu tak kering
Kutitip kenangan manis di sini
Suburlah subur !
Lestari dalam ingatan


Itu adalah potongan puisi yang ada dalam  salah satu postingan blog saya. Tak perlu repot mencarinya . Dari sekian deret arsip tulisan saya inilah yang paling berkesan di tahun 2014 dan saya hafal tanggal maupun bulan penulisannya.

Kenapa berkesan? Karna postingan ini menceritakan perjalanan awal di dunia persilatan, Eh! didunia percintaan saya dengan suami. Pengungkapan cinta yang butuh waktu  lamaaa karna Bapak saya galak!
Harus berliku-liku seperti liuknya sungai hutan Borneo, tempat dimana dia melepaskan tembakannya. Tembakannya bukan ke udara seperti peringatan pak polisi, tapi langsung ke jantung hati saya. Nembak, ungkapkan isi hati maksudnya! :). Serangan itu saya terima disaat kepepet, karna esok pagi harus berpisah.

Saya membuat postingan itu karna mau ikut meramaikan GA seorang sahabat dengan tema "A PLACE TO REMEMBER". Tak ada lagi cerita lain yang melintas jadi ide, Sebab setiap orang punya tempat spesial indah dikenang. Dan Tepian Barito lah yang paling berkesan buat saya.

Tidak lama saya membuatnya, hanya beberapa jam  cerita itu  mengalir seiring saya menikmati perjalanan itu lagi. Siapa yang tak senang mengulang keromantisan? Meskipun cuma diujung pena!


Postingan tanggal 15 May 2014 itu masih asli seperti awal saya tulis. Tak berubah meski banyak yang harus dirampingkan.
Saya ingin apa adanya karna kelak jadi kenangan. Seperti apa tulisan untuk lomba? Kemampuan nya ya cuma itu! Hehehe.

Daan... ada satu lagi yang tak kan saya lupa! Ternyata tulisan itu dapat juara untuk pertama kalinya setelah lama memendam cemburu pada teman-teman yang sudah punya banyak koleksi hadiah! 

Ini dia penampakkan dan link nya :)


**Cerita ini disertakan dalam Lomba Give Away


                               

Kalau saya baca kembali postingan itu suka ketawa dalam hati!
Kelemahan bisa ditemui pada EYD, kurang teliti dalam memilih kata, dan belum bisa meringkas cerita namun tetap mengalir. Meletakan gambar belum rapih dan Link sumber gambar bukan link hidup. 

Saya harus memperbaiki kwalitas  tulisan  dengan banyak berlatih, menghilangkan sekat antara penulis dan pembaca, belajar dari tulisan orang-orang yang sudah berpengalaman. Dan yang terpenting adalah tetap menjaga semangat menulis!







.

8 comments:

  1. Aih, jadi gimana cerita lengkapnya Tepian Barito itu? Apakah sama.romantisnya saat saya duduk di tepian sungai Amandit di Borneo Selatan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi...tergantung, Mak Donna duduk nya sendirian atau berdua?

      Delete
  2. saya rasa dapet juaranya karena semuanya ditulis dari hati dengan penuh rasa, maka pembaca pun bisa ikut merasakan emosi sang penulis.. iya ga sih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuuul Kak Ega, yang keluar dari hati sampainya ke hati :)

      Delete
  3. Tulisan mak Mutia mengalir begitu indahnya sampai ke dasar kalbu. SUkses utk GAnya ya mak :)

    ReplyDelete
  4. Hehehe... kisah jadul ,Mak Christanty :) Amiin ya Rabb, terimakasih, senang dapat doanya :)

    ReplyDelete
  5. Saya datang dan sudah membaca “Self Reflection” di blog ini
    Terima kasih telah berkenan untuk ikut lomba saya ya
    Semoga sukses

    Salam saya
    #86

    ReplyDelete
  6. Terimakasih juga atas kunjungannya yaa... semoga sukses kerja besar GA nya...:)

    ReplyDelete