Monday, 8 December 2014

Manajemen Dapur


Seorang bapak muda bilang:

"Saya tu punya niat mau membahagiakan istri, kemarin saya bebaskan dia bepergian dengan temannya cari hiburan. Sudah saya atur bagaimana mengasuh anak dan masak. Eh!! nggak taunya sampe siang belum kelar, padahal cuma masak sayur Bayam + Tempe doang. Trus dapur juga jadi berantakan!"

 Pekerjaan perempuan memang ada yang anggap enteng. Boleh jadi pria bisa masak, tapi anak keteteran, dan setelah selesai masak dapurnya berantakan, akhirnya istri lagi yang harus cuci dan rapihkan perkakas dalam keadaan capek.

Atau pria mampu jaga dan main dengan anak, tapi masak nggak kepegang! akhirnya yang gampang dia bikin mie instant untuk anak.

Saya  belajar dari seorang teman yang tak pernah punya pembantu tapi anak terurus dan rumah rapih ! Ruang dapurnya saja enak buat tempat ngobrol,saking bersihnya.
Kulkas yang dia beli 20 tahun lau, masih mulus! Barang-barang dapur seperti nggak pernah di utak-atik. Biasanya kan toples  tempat bumbu yang sering bolak-balik kita pakai akan beda warna dengan toples yang jarang tersentuh.
 Satu lagi, tak pernah saya liat berlama-lama di dapur atau  mencuci perkakas bekas masak dalam keadaan bertumpuk.
Ternyata rahasianya dia  "Punya Jadwal" dan pintar "Nyambi" istilah orang Jawa.

Sebetulnya banyak aturan main dia yang mempermudah semua pekerjaan rumah. Tapi disini saya ceritakan masalah DAPUR, siapa tau ada pembaca bapak-bapak yang Kepo, atau ibu-ibu muda yang nggak suka lama-lama di dapur.

- Tiap hari senin dia siangi ( Kupas/potong/bersihkan) beberapa macam sayuran untuk beberapa hari, masing masing dimasukkan dalam plastik bersama bumbu-bumbu utuh bersih. Begitu juga ikan/daging/ayam yang sudah siap di ungkep/dilumuri bumbu.

Dengan begitu waktunya tidak lagi untuk mencari, mengumpulkan, menyiangi, atau membersihkan dapur dari sampah. Untuk pekerjaan 3 hari, dia cuma buang sampah dapur keluar rumah cuma1x

- Sementara menunggu rebusan atau gorengan belum masak, tangannya mencuci perkakas yg selesai dipakai sambil sesekali cek masakan/membalik gorengan.
Jika masih ada waktu  dia lap toples-toples bumbu yang basah kena tangan atau cipratan minyak, dan  menyapu lantai dapur.

-Selesai masak berarti mencuci piring kompor+Panci+Sink, me-lap  badan kompor , lemari dan keramik disekitarnya yang kena cipratan minyak atau uap dengan kain basah dan kering. Setelah itu lap dia langsung cuci supaya tak berminyak dan betul-betul bisa membersihkan saat dipakai lagi.

- Sebelum tinggalkan dapur, dia pel lantai yang ada cipratan minyak, lalu lap  pintu kulkas bekas  tangan basah saat sibuk tadi.

 http://4.bp.blogspot.com/-s1Xs6_c5M0M/UHkRU8yQDRI/AAAAAAAAAa0/NV90vMyKKBw/s1600/desain-dapur-minimalis-7.jpg
 Sumber Gambar


Karna ritme nya begitu setiap hari, jadi makin cepat dia selesaikan. Keluar dalam keadaan dapur sudah bersih, tempat cuci/sink kosong dan kering.

Selain mengatur ritme, teman saya tau, makin banyak barang yang kelihatan makin terkesan ramai. Maka ia hindari menggantung barang/banyak pajangan/ lemari yang terlihat isinya.  Botol kecap/saus dll ia masukkan dalam 1 keranjang kecil, disimpan dalam lemari. Bila perlu keranjang itu ia keluarkan hingga botol tidak berceceran dimana-mana.

 http://danamumania.files.wordpress.com/2013/03/botol-dan-gelas-kaca.jpg?w=683

 Dapurnya hanya terlihat sedikit benda. Cuma  tempat bumbu yang paling sering dibutuhkan dan sedikit pajangan.
Di atas kulkas pun nyaris kosong, cuma ada pot bunga. Sering kita tak sadar menjadikan atas kulkas seperti lemari. Ada botol, tempat tissue, toples, tempat obat dll seperti gambar di bawah ini. Kulkas akan terlihat cantik dan bersih lagi saat diatasnya di beri taplak dan hanya ada 1 benda pajangan.

Semoga manfaat...:)


 http://nul.is/wp-content/uploads/2013/05/Desain-Dapur-Sederhana.jpg
 Sumber Gambar




http://2.bp.blogspot.com/-uhOAjwL7APA/T0wK8RBEi5I/AAAAAAAACKk/9LYsn4Eimz4/s1600/Shortcake+Dance.jpg
Sumber gambar

















2 comments:

  1. wah,ide bagus,tiap habis belanja sayur harus disiapin sama bumbu..baru kepikiran hehe

    ReplyDelete
  2. Hehe..sammaa, ternyata masalah dapur walau rutin tetep perlu ilmu yaa..:)

    ReplyDelete