Wednesday, 3 December 2014

Perpisahan





Sini, cium kakak dulu!

Lisa adiknya yang usia 5 tahun menyorongkan pipi setengah enggan.

Cium! bukan kasih pipi!

Lisa cuma senyum  memperlihatkan gigi regesnya. Dia sudah bosan, biasanya cuma 1 atau 2 kali sehari. Akhir-akhir ini  lebih sering lagi.
Sambil memegang boneka dan parfum anak-anak di kotak bergambar Barby, dia beri ciuman sambil menghitung. 1..2..3..4...5!  kadang si kakak minta tambah, Lisa mencium sambil merengut. Pernah sampai menangis kesal, keluar kamar menghempas pintu. Sementara si kakak ngakak puas!

Sepulang dari studio XII mereka saling  mengganggu dengan kata di tempat tidur . Sekelilingnya agak berantakan. 2 koper, 1 travel bag kosong dan sedikit tumpukan baju. Televisi cable yang sering memutar film Frost tak lagi menarik.

2 hari lagi Rena  akan berangkat ke London. Lisa bangga kakaknya semangat belajar meski sudah pernah kuliah di sini. Ia ingin seperti Rena, kuat dan berani
Ia tak tau, isi benak Rena terlalu berisik, batinnya sesak meluber. Bagaimana Lisa tanpa teman,nanti?

Lisa akan berjuang sendiri menyesuaikan diri dengan ayah baru yang akan menikahi mama mereka bulan depan. Rena lebih suka menjauh...


No comments:

Post a Comment