Tuesday, 20 January 2015

235 Gigi Dalam 1 Mulut


Itulah,  mengapa sebabnya kita dikatakan tak akan pernah bisa menghitung nikmat.
Makin menghitung, makin hilang kesempatan untuk menghitung. Kenikmatan Allah saking banyaknya, saking cepat argonya,  sampai tak ada waktu untuk sekedar mengucapkan terimakasih.

Bagaimana tidak? Saat kita mengucap "Alhamdulillah" kita jadi ingat, lidah adalah fasilitas dariNya. Pita suara, nafas, otak motorik, dan yang termahal adalah kesadaran untuk mengucapkan itu atas bimbingan Allah juga.

Pagi ini tanpa sengaja saya menemukan video youtube menayangkan operasi  seorang remaja  India yang punya gigi 232. Merinding melihatnya!





Allah sayang maka Allah menjaga sehalus apapun yang ada dalam tubuh kita. Seperti Ia menjaga peredaran bulan dan matahari. Salah satu firmannya ada yang mengatakan bahwa, sesungguhnya penciptaan diri manusia lebih rumit dari penciptaan langit dan bumi. Telah Allah ingatkan, dalam tubuhmu sendiri ada ilmu yang luar biasa dahsyat!
Tanpa penjagaan Allah maka rambut kita, kuku, alis mata, bulu hidung, bisa panjang-panjang menyeramkan. Kita dibikin sibuk mengurus dan memikirkan.

Banyak lagi tayangan-tayangan aneh. Dan saya yakin masih banyak yang belum terekspos.
Tapi, Allah membuat kasus itu sedikit  dibanding penciptaanNya yang menyempurnakan dan membaguskan manusia. Itu hanya peringatan dan tanda kekuasaaNya. Agar manusia mau menghitung kekayaan dan kenikmatan tak nampak. Bukan cuma menghitung   "Hasil Keringat"

Kasus lainnya ada manusia akar, karna kutil/kulit mengeras  di tangan dan kakinya tumbuh sampai seperti pisang bergelantungan, ada wanita yang orgasme terus sampai 50 kali dalam 1 hari, kasus cacing-cacing yang keluar dari pori-pori kepala, dan lain-lain. Semoga jadi pengingat...






2 comments:

  1. Subhanallah ya mak, bikin merinding kalau liat yang kaya gitu.. Semua ada hikmahnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Mak...kita jadi lebih khusyuk sholatnya kalau ingat nikmat Allah yang setia menahan gigi kita biar nggak kayak gitu.

      Delete