Monday, 5 January 2015

Kembali Ke Buku Berdebu


Pernahkah mengira-ngira, berapa persen buku agama dan berapa persen buku pengetahuan umum yang ada di lemari kita?
Setiap hari kita lihat berderet-deret huruf. Dari ponsel, komputer, buku, tivi, majalah, dll.
Berapa huruf  sempat kita baca yang isinya mampu membuat hati jadi tenang?

Bukankah hari-hari kita terisi dengan perhitungan yang melelahkan?
Kalau Syaikh Fauzan atau Syaikh Abdurrozak bilang, dunia adalah kelelahan, kerugian, dan melenakan terus menerus. Tak ada satupun ayat quran yang memuji dunia.


Manusia perlu bantuan Allah untuk mampu menghardik diri sendiri, memerangi diri sendiri!
Saya jadi ingat, bagaimana ulama-ulama hebat  yang tawadlu dahulu sering menyamar, menyelusup dalam majelis ilmu, hanya untuk menasehati diri bahwa mereka tetap pencari ilmu, tetap butuh nasehat, haus untuk diingatkan, dan butuh contoh ahlak mulia dari ulama lain dalam sikap maupun dalam cara ia memberi dakwah.

Saya harus tengok buku-buku pesan yang berdebu, pesan cinta tanpa butuh jempol, pesan indah yang mengangkat peringkat kehidupan akhirat, tanpa alexa rank...



2 comments:

  1. Replies
    1. Terimakasih Mak...semoga bisa dijadikan pengingat kita yaa..:)

      Delete