Sunday, 11 January 2015

Naik Eretan


Ada masa kita tak bisa berbuat walau ingin, walau punya waktu dan kesempatan.
Seperti akhir-akhir ini banyak yang saya ingin tulis, tapi mengurusi rumah, mengurus sakit Bapak di Jakarta, dan memenuhi undangan sahabat, lumayan bikin lelah. Sedikit naik spaneng kalau liat rumah berantakan dan lantai ngeres berdebu.
Waktu lowong ada sih...cuma untuk istirahat saja, sambil memandang PR yang sedang menanti disentuh. Nggak suka, nggak betah, tapi belajar menomor dua kan mereka.

Kasih hak badan dulu! kumpul tenaga sambil melakukan yang ringan-ringan menyenangkan.
Cuma nikmati teh manis dingin, sambil liat-liat hasil jepretan tadi sewaktu naik "Eretan" menyebrangi sungai ciliwung.

Ke rumah sahabat saya di Kompleks Cibalagung-Bogor Selatan sebetulnya bisa naik angkot sekali lagi. Tapi serba tanggung, harus jalan kaki jauh setelah itu. Lebih enak lewat jalan pintas ini yang lama  diributkan warga kompleks dan penghuni bantaran sungai. jadi belum bisa berharap  akan berdiri jembatan disini. Mungkin orang kompleks memikirkan keamanan yaa..

Seribu perak sekali nyebrang. Liat sungai yang sebetulnya indah jika tak ada sampah dan pemukiman padat, kotor, semerawut...































































































4 comments:

  1. Sungainya ada batu di tengah gitu ya Mba?
    Iya, sayang masih ada sampah ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Warga tidak sadar kebersihan, dan perhatian pemerintah tidak sampai sini,Mbak. Padahal ini didalam kota lhoo...:(

      Delete
  2. Andai sungainya bersih akan terlihat lebih indah dan sedap di pandang mata ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mak...Ini jaraknya cuma ratusan meter saja dari kantor Walikota, tapi tidak tersentuh..

      Delete