Saturday, 17 January 2015

Obrolan Pagi Dengan Anak-anak


Gara-garanya saya cuma tanya:

"Kenapa ya kalau liat rekaman video orang-orang barat enak diliat, terkesan gambarnya bersih, jelas"

Salah satu jawab : "Karna mereka cari latar belakang yang nggak banyak barang, trus rumah mereka juga punya tata letak barang yang nggak ribet dan fungsional"

Yang lain jawab : " Pencahayaan lampunya juga nggak satu, mereka biasa pakek lampu duduk, lampu sudut, yang pengaruhi suasana. Cahaya dari jendela juga dimanfaatkan, jadi dengan kamera biasa hasil gambar tetep bagus"

Saya bilang : "Iya ya... ambil gambar harus teliti. Kalau kebanyakan atau kebanyakan obyek dibelakang, bikin penonton jadi nggak fokus. Apalagi kalau tembok kotor, rumah berantakan dan gambarnya nggak bisa diem, ngganggu banget deh!"

Yang lain nyahut : "Kalau yang sering bikin itu sudah hobby, biasanya mereka juga siap lampu sorot, emang niat bikinnya,Ma.."

Pembicaraan jalan terus sampe berubah masalah interior.
Intinya mereka sebel dengan rumah yang interiornya njelimet dan nggak manfaat. Menurut mereka kita disini masih senang show off. Bikin rumah untuk menyenangkan orang lain, bukan untuk diri sendiri. Makanya kalau lagi musim satu model, semuaaa ikut.

Banyak yang memaksakan diri supaya kelihatan Wahh! tapi akhirnya menyusahkan dan mubazir. Misalnya model pilar-pilar, kalau di Bogor yang kota hujan sebetulnya kurang cocok, apalagi nggak rutin ngecat, akibatnya banyak pilar rumah terkelupas, atau berjamur.

Atau model rumah dengan banyak balkon,  nggak ada manfaat! Sampai berdebu tidak pernah ada yang duduk-duduk disana. Jendela asal bagus, tidak difikirkan sebelah mana yang baik untuk menerima matahari sore atau pagi?

Hihi...sarapan pagi kok jadi ngebahas rumah? Nggak apa-apalah! jadi tau keinginan / selera mereka  kalau punya rumah nanti...




2 comments:

  1. hihihi...topik sarapannya berat ya mak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihini...bener, Mak...Udah kayak Insinyur lagi sarapan! Hadeeeh.. :)

      Delete