Monday, 12 January 2015

Saat Ambil Darah

"Banyaklah menanam... buah ranumnya akan jatuh tepat di tangan saat kau lapar"


Bapak saya harus periksa darah lagi untuk mengetahui penyakitnya. Kemarin saja susah membujuk beliau ke klinik, setelah berhasil , susah pula saat pengambilan darah. Berkali-kali ditusuk jarum pada lengannya. Untung beliau mau sabar.

Beberapa hari kemudian dokter minta cek lab lagi beberapa item, karna trombosit bapak turun. Hasil lab akan meyakinkan dokter, bapak terkena Demam Berdarah atau tidak?
Wahh... kami mikir bagaimana cara membujuk jilid 2?

Menjelang magrib datanglah jemaah bapak, seorang ibu dan seorang bapak, mereka mau tau keadaan bapak dan jam istirahatnya, agar rombongan yang rencana datang ba'da magrib tidak mengganggu istirahat bapak. Tanpa terasa persoalan cek darah keluar begitu saja dari mulut.

Masya Allah...ibu itu langsung memberi informasi ada anak sahabatnya yang bekerja di RS. Kramat Jati. Ia bisa datang langsung kerumah mengambil darah bapak.
Alhamdulillaaaah...syukur tak terkira kami panjatkan.

Senin pagi petugas itu datang, kehadirannya membuat bikin bapak bahagia, ia adalah murid bapak di SMA duluuu sekali. Pengambilan begitu mudah! urat bapak yang dibilang suster terdahulu sangat sulit dicari ternyata hanya sekali tusukan langsung lancar keluar.

Ada lagi yang bikin bahagia...
Pemeriksaan yang biasanya dikenakan biaya sampai 900.000 ribu, hari itu ia cuma minta 50 000! Dan ia bersedia mengurus kartu Askes Bapak .Kami sampai bingung, dengan apa membalasnya?

Saat menyerahkan hasil lab, nyatanya trombosit bapak sudah normal dan tak ada yang perlu di khawatirkan. Sebelum pamit, ia tak mau menerima bayaran lebih dari kami, hanya minta doa bapak, agar niatnya pergi berhaji tahun depan bisa terlaksana.

Hari ini dapat pemandangan indah,  2 orang yang sama-sama senang memudahkan orang lain. Yang satu sedang melakukan, yang satu sedang menikmati hasil. Ada doa guru, ada keihlasan murid.

Bukti bahwa Allah itu pemalu dan tak mau berhutang pada hambaNya.

6 comments:

  1. berkah silaturahmi ya mbak,benar2 kerasa....^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa... saya sampai haru! silaturrahmi memang jangan diremehkan

      Delete
  2. Subhanallah, kalau kita menanam kebaikan, panennya jg baik ya Mba..
    Semoga Bapak sehat ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Mak Pipit, jadi nanya sama diri sendiri : "Apa yang sudah saya tanam?"

      Delete
  3. Wah, indahnya kebaikan itu ya mak :) Berurusan dengan hal2 berbau medis memang kadang bikin parno :p Kalau didatangi ke rumah gitu kita lebih santai jadinya ya..

    ReplyDelete
  4. Betul Mak, kita butuh tenaga begitu untuk orang-orang tua. Tapi sangat sulit yang bersedia,saya belum menemukan meski sdh lelah mencari. Kalau saya tanya kenapa, alasannya saat pengambilan ruang harus bersih bebas kuman. Hanya Rumah Sakit/klinik yang memenuhi sarat.

    ReplyDelete