Friday, 27 February 2015

Pelayanan Resto Yang Baik




Pernah nggak, masuk rumah makan yang pelayannya tidak sigap, tempatnya tidak diperhatikan, piring tidak seragam, meja berdebu, makanan tidak memuaskan, mengantar makanan dengan malas? Saya pernah mengalami semua. Dan hari ini pesanan mie ayam saya diberi kuah terpisah yang seharusnya panas, malah terasa hangat hampir  dingin. Padahal ini resto mie ayam yang sudah punya nama di Jakarta.

Bisnis kuliner yang sudah berjalan lama dan sudah banyak pelanggan kadang melupakan pelayanan.
Usaha menggaet hati pelanggan di awal usaha sudah terlupakan. Kegiatan keseharian jadi seperti robot, begitu-begitu saja sampai hilang wajah yang enak dipandang.

Tempat makan nge-top pernah  juga disuguhi sikap yang seolah olah bilang
"Mau makan di sini sukur, nggak makan ya nggak apa-apa. Banyak yang mau makan di sini"
Kalau mau di balikin, "Eh! tempat makan bukan cuma di sini!"

Bisnis kuliner terus bekembang, orang berani berinovasi dalam bersaing. Tempat yang jadi buah bibir maknyusnya bisa jadi  bergeser setelah ada menu baru yang bikin orang penasaran, Dengan cepat orang bisa pindah ke lain hati *eh, tempat.
Cuma tempat makan yang bikin nyaman  dan pelayanan baguslah yang tetap bertahan

Paling senang kalau  masuk ke resto yang bersih ruang dan peralatannya. Pelayan tidak sliwar sliwer atau nongkrong berisik didepan resto. Di tanya tentang menu dia bisa menjelaskan dengan baik, pandai menghafal pelanggan, bahkan ada yang ownernya malah senang bila diberitau kekurangannya.
Tempat seperti itu bikin kita  selalu ingin kembali dengan membawa tamu-tamu kita.







Thursday, 26 February 2015

Yang Datang Dari Allah Selalu Baik


Ada kisah, seorang raja sedang berlatih pedang dengan pengawalnya. Dalam latihan itu tak sengaja  kibasan pedang pengawal mengenai satu jari raja hingga putus.
Sang raja marah, tak sudi tangannya cacat. Ia pun memerintahkan menterinya agar pengawal itu dipenjara. Namun sebelum dibawa, masih sempat  pengawal itu berpesan pada raja.

"Tuan, apapun yang datang dari Allah selalu baik"

Raja tak mempedulikan kata-kata itu, karna terlanjur sakit jari dan sakit hati.

Beberapa bulan berlalu, raja rindu dengan hobbynya berburu. Berangkatlah ia bersama 2 orang pengawal ke pedalaman hutan. Tak disangka, disana ia tersesat dan terpisah dari pengawal. Saat mencari jalan itulah raja tertangkap sekelompok suku primitif.
Melihat raja  seperti melihat emas, karna saat itu mereka butuh tumbal manusia untuk sesembahan upacara adat. Namun setelah melihat  jari raja cacat, mereka melepaskannya karna tak memenuhi sarat.
Bukan main senangnya hati raja, teringat kata-kata pengawalnya:

"Apapun yang datangnya dari Allah selalu baik"

Singkat cerita, raja berhasil kembali ke istana. Ia bersyukur dan memerintahkan mentrinya membebaskan si pengawal.

"Hai pengawal, betul kata-katamu. Apapun yang datang dari Allah selalu baik. Sekarang aku mau tau, apa kebaikan Allah buatmu? bukankah kau masuk penjara?

Dengan tenang pengawal itu bilang

"Tuan, jika aku tidak masuk penjara tentu kau sudah membawaku ke dalam hutan, dan pasti aku yang mereka jadikan tumbal"

Monday, 23 February 2015

Nikmatnya Sifat Lupa



Lagi puter lagu "Mencintaimu" nya Krisdayanti di youtube, eh! berbuntut tayangan infotainment. Saat pelantun lagu itu membesuk Ashanti yang baru melahirkan.
Sementara 2 anaknya dengan Anang sedang bermain dengan anaknya dari Ramos, Krisdayanti menggendong sambil mencium si bayi.  Dengan tulus meluncur memuji dagu bayi anak sang mantan lalu berdecak kagum  pada kesabaran Ashanti sebelum ciuman dan pelukan pamit.

Kita tidak pernah tau, peristiwa heboh yang menghujam pedih banyak hati berbuntut adem.
Malah kelihatan jadi seperti keluarga besar yang bertambah jumlah dan cerita. Apalagi saat tiba-tiba Rafi Ahmad dan istrinya datang. Kalau kisah masing-masing personil dilihat pakai mata halus,kan seperti benang kusut yang tak bisa diperbaiki, tapi bisa diobati dengan waktu.

Saya jadi melihat, betapa bersyukurnya kita diberi sifat lupa oleh Allah.
Bisa jadi masih ada pahit atau sakit yang mengendap, tapi tak pernah bisa memecahkan kepala-kepala mereka.

Persis seperti salah seorang yang saya kenal, tak menikah semenjak bercerai dengan suaminya.
Berbeda dengan sang suami yang menikah lagi dan punya 2 orang istri. Herannya semua anak-anaknya yang hampir 10 orang itu sangat sayang dan penurut pada mantan istri bapaknya. Bahkan sampai  ipar dan mertua si mantan suami pun sangat menikmati kebersamaan itu. Saling curhat dan rela menginap di rumah sakit  rame-rame waktu istri pertama itu rawat operasi.

Penjenguk yang datang semua heran. Kalau ditanya siapa anak-anak itu?
Dengan santai dia jawab : "Oo...Mereka anak kantor cabang!"  Atau, "itu anak-anak  dari ibu RI 2 dan RI 3!

Sumber gambar
Image result for Krisdayanti dan bayi ashanty
Image result for Krisdayanti dan bayi ashantySumber gambar

Meraih Hati Anak (Bagian 3)





 Berkomunikasi Dengan Anak

Komunikasi dengan anak bisa di mana saja. Hindari  dari menyebut "Kamu", atau memanggilnya lalu duduk berhadap-hadapan. Apalagi sampai memaksanya untuk bercerita. Posisi berbicara dengan seperti di gambar akan membuat anak seperti di sidang.
Paling bagus kalau duduknya berdampingan. Akan hilang sekat antara anak dan orang tua.
Dalam rasa nyaman dan merasa sama, sang anak akan lebih  mudah mengeluarkan isi hati

Kadang ada waktu atau kesempatan  yang tak termanfaatkan dengan baik. Misalnya saat macet di jalan. Gunakan kesempatan itu untuk membahas apa saja yang di temui selama perjalanan. Dari sana kita akan tau bagaimana pola dan cara fikirnya tentang sesuatu hal.
Hindarilah mengajukan pertanyaan yang sama agar anak tidak bosan.

TIPS KOMUNIKASI YANG NYAMAN.

Paling baik bila dilakukan untuk anak yang usaianya diatas 6 tahun, dengan tehnik One On One. Artinya hanya anak dengan salah satu orang tuanya. Ayah atau Ibu.
Agar mudah diingat, tips ini bernama tips 5 T.

1-  Tidak Ada aktifitas rumit
2-  Tidak ada anak lain
3-  Tidak ada orang tua lain
4-  Tidak ada ceramah
5-  Tidak ada kritik

1. Sesekali ajaklah anak  melakukan kegiatan bersama , tanpa saudara kandung atau ibunya.
Kegiatan yang ringan akan mendekatkan hati. Misalnya melakukan hobby bersama, main games, sampai masak berasama. Salah seorang audiens menceritakan bagaimana ia dengan anaknya sama-sama berlatih karate. atau ada juga orang tua yang ingin bisa membantu PR matematika sang anak lalu mendatangi rumah guru untuk sama-sama mendaftar.

2. Bila anak lebih dari satu, baiknya di ajak bergiliran.

3. Cukup jadi pendengar saja. Biarkan cerita anak mengalir. Kelak ia pun akan pandai mendengar saat anda mengungkapkan cerita/perasaan anda. Jika anak sudah merasa nyaman sekali, maka seterusnya akan begitu.

4.  Ungkapkan bahwa anda manusia biasa yang punya kesalahan juga. Berani untuk melakukan kesalahan, harus berani pula meminta maaf. Pelajari kesalahan untuk lebih baik ke depan.

5. Tidak ada kritik,dan  turunkan ego anda. Tunjukan bahwa anda berani mengakui kesalahan dan mudah minta maaf. Setelah itu pancing anak anda untuk berpendapat. Dari sana kita melatih mereka menemukan solusi dari satu masalah.

Berusaha membangun kebersamaan dengan anak, memberikan perhatian sepenuhnya,lalu pakai cara atau bahasa sang anak. Ini akan menambah kemudahan.

Sebelum pertemuan berakhir, diperagakan 1 permainan yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja yang bisa membuat kita akrab dengan anak.
Para orang tua yang hadir ikut berlatih. Keliatannya sih gampang, seperti saling menangkis serangan dalam latihan karate dengan gerakan lembut. Pas di coba, hehe... ternyata lumayan sulit! Karna suasana santai dan senang akhirnya bisa juga.













Sunday, 22 February 2015

Meraih Hati Anak (2)




Seiring bertambahnya usai anak, semakin banyak perubahan. Ingat, ada beberapa faktor yang mempengaruhi pola fikir anak. yaitu;

- Keluarga (Bapak dan Ibu)
- Agama
- Linkungan sekolah/ teman
- Media

Makin maju peradaban manusia, makin menyadari apa yang terbaik buat dia. Misalnya seseorang diundang pesta kembang api, dia tau itu sia-sia dan pemborosan. Tanpa  himbauan pemerintah dan suruhan orang tua, ia bisa menghindar sendiri.

Anak yang tumbuh dalam keluarga yang komunikatif dan saling berinteraksi akan menjadi anak yang mudah menerima nilai kehidupan yang baik dari orang tuanya. Namun langkah awal untuk bisa sukses berkomunikasi dengan anak, ada caranya.

1. Menjadi Pendengar Yang Baik.

Jika orang tua mampu jadi pendengar yang baik saat anak bercerita atau berkeluh kesah,  maka anak pun akan menjadi pendengar yang baik saat orang tua  memberi nilai kehidupan kepada mereka.
Dalam pertemuan ini, audiens disuguhi tayangkan singkat, bagaimana orang tua yang tak mendengarkan bicara sang anak karna asik dengan smart phone nya.

2. Kenali Anak

Anak punya sistem pemikiran  sendiri yang berbeda. Pelajari bagaimana caranya pendekatan supaya  komunikasi kita lancar, maksud bisa sampai dan membekas di hatinya.  Setiap anak mempunyai tipe yang berbeda dalam menerima penyampaian kita. Ada yang cepat menangkap dengan cara

A-  Visual ( Penglihatan)
B-  Auditory  (pendengaran)
C-  Kinestetik ( Gerakan)

A. Anak yang visual :

Iabutuh "Dilihat". Bila bicaranya tak diperhatikan, maka ia kapok untuk berbagi cerita. Akan tersinggung bila ada yang berbincang dengannya sambil tolak pinggang.
Anak yang auditorial harus diberi masukan  secara verbal. Sedang yang  terakhir mudah menerima bila dipraktekan langsung.

Kegagalan komunikasi seringkali bukan karena niat buruk, tapi karna kita melakukan kesalahan dalam bicara, bersikap , atau salah tulis.

B. Anak yang  Auditory

Ia lebih senang di dikte oleh gurunya dari pada melihat ke papan tulis. Pendengarannya lebih mampu menangkap informasi yang datang. Anak seperti ini perlu kata-kata yang halus lembut. Hatinya akan tenggelam dalam kesedihan bila menerima perkataan yang pedas dari orang tuanya.

C. Anak yang Kinestetik

Biasanya dimiliki oleh anak yang aktif, dan sering dianggap nakal oleh orang yang tak mengerti. Dengan sentuhan, anak seperti ini akan lumer hatinya. Bila ingin menyampaikan teguran padanya, raih dulu bahunya atau lekatka badannya dengan kita. Itu membuatnya tenang dan lebih mudah menerima nasihat.



3. Samakan Persepsi Dengan Anak

Menyamakan persepsi dengan anak adalah menyediakan waktu untuk salin curhat. Pilih waktu dan moment yang paling bagus untuk saling cerita. Berbincang dengan mereka jangan mendadak. Dan bersabarlah karna semua butuh waktu dan proses.

Bagaimana cara agar orang tua dan anak bisa kompak?  Bersambung yaaa..:)












-















Saturday, 21 February 2015

Meraih Hati Anak (1)


Beruntung sekali mendapat kesempatan mengikuti acara  Talkshow tentang "Mendengarkan dan Berbicara Dengan Bahasa Anak".
Jam acara molor dari yang direncanakan, tapi tak apalah, saya yang letih mengejar waktu dari stasiun Bogor jadi tak tertinggal materi dari tema yang penting ini.
Jam 3 lewat, saya dan sahabat blogger akhirnya sampai juga di Mall Lotte Avanua Mall yang megah ini.

Begitu masuk ruang acara yang terapit toko dan restaurant ini, suara anak-anak sudah terdengar. Terasa menyatu dengan tema yang akan dibahas. Kebanyakan pengunjung adalah suami istri usia muda. Ruang Kal Care sebagai penyelenggara terkesan santai. Ada tempat bermain minimalis di belakang audiens. Suara pembicara bersaing dengan suara jeritan anak, bising mainan, bahkan suara  tangisan. Sama sekali tidak ada yang terganggu, malah lebih bebas mengikuti acara sambil  mengawasi anak-anak mereka dari jauh.

Pembicara Kirdi Putra seorang Hypnoteraphist  yang memiliki 3 putra ini memulai acara dengan melempar tanya : "Apa yang dikhawatirkan orang tua?"

Dalam membesarkan anak, seringkali orang tua takut jika kelak anak-anaknya akan berbeda tindakan dan cara fikir setelah mengenal dunia luar.
Misalnya, jika di rumah sedari awal sudah dibiasakan mudah meminta maaf dan terimakasih, begitu bertemu dengan kawan enggan mengucapkan itu, maka anak mereka akan terwarnai.

Sebetulnya orang tua tak perlu takut jika seja dini anak sudah di tanamkan dan selalu menciptakan kedekatan dengan anak. Suasana rumah yang nyaman, komunikasi hangat dengan orang tua, dan saling memperhatikan satu sama lain akan menguatkan anak saat ia berhadapan dengan contoh buruk di luar.


Pertanyaannya, bagaimana agar tercapai semua itu?
Sederhana saja, yaitu dimulai dari kesediaan orang tua mau MENDENGARKAN.
Dengan sikap tubuh yang baik, menatap anak saat bicara tanpa mengerjakan sesuatu,  sang anak akan merasa dihargai dan diperhatikan. Di lain waktu ia akan melakukan hal yang sama saat orang tua berbicara.

Perlu diingat bahwa "Mendengar beda dengan  "Mendengarkan" . Kalau yang pertama hanya mendengar biasa. Yang ke dua adalah mendengar dan saling berintetaksi, menggunakan rasa dan fikir.

Demikian yang disampaikan oleh seorang pakar Hypnoteraphi, Kirdi Putra dalam acara sharing di Lotte Avanue Mall, tanggal 21 Februari yang lalu.

Dengarlah cerita atau keluhan anak, tak memotong pembicaraannya, dan mau memahami cara fikirnya. Sebab itu saat yang paling bagus untuk memasukkan nilai kehidupan tanpa ia merasa digurui.

Bagaimana caranya agar bisa meraih hati anak?
Insya Allah di postingan selanjutnya ya...:)
















Friday, 20 February 2015

Cerita Vaniya



Vaniya murid saya,  terkadang susah konsentrasi saat belajar mengaji dan sholat. Sering mengatur dan tak mau diatur. Sampai satu saat saya kewalahan dan bilang akan  berhenti mengajar kalau dia tak mau menuruti aturan saya. Alhamdulillah...ketegasan itu membuahkan hasil.
Tapi namanya anak-anak, cepat lupa! dan kembali mengajak saya main di tengah waktu belajar.

Vaniya cerdas, mudah menghafal, tapi sulit duduk tenang. Membaca iqro cepat bosan dan semangatnya timbul tenggelam.
Maka kalau satu hari dia bisa tenang, tidak ngambek, tidak membantah, waahh!! saya senang luar biasa!

Seru juga, harus cari cara menundukkan hati anak-anak.
Saya coba dengan bercerita tentang kisah Nabi, tidak mempan! Padahal biasanya anak-anak suka di dongengi,kan? Selain itu saya biarkan dia melukis kalau kelihatan dia jenuh, itu juga tak mempan.
Tapi baru minggu lalu ketemu titiknya. Ternyata ia lebih suka mengisahkan imajinasinya.

Dia cerita begini :

Ada seorang prinses yang cantik dan ceria. Dia senaaaang sekali main di taman istana.
Satu hari, dia minta izin main ke sana. Tapi Raja dan Ratu melarang, dia tidak boleh keluar rumah karna sebentar lagi mau hujan.

Si Prinses tak mau mendengar, dia langsung lari-lari ke taman, malah dia main hujan.
Eeeeh!!  tiba-tiba ada petir datang. Gelegaaaarrr!   Gelegarrr !!!
Si Princess kena petir, badannya angus!

Lalu saya tanya: "Trus, Princessnya mati?"

Dia bilang: "Princess nggak mati, dia bisa hidup lagi!

"Bagaimana caranya?" tanya saya

Vaniya Bilang:

Di taman itu banyak batu-batu berkhasiat, batu canggih. Bisa hidupin orang yang sudah mati. Jadi princess  tidur  di tanah, terus guling-gulingan di batu. Eh! Princesnya hidup lagi deh!













Thursday, 19 February 2015

Toko Pecah Belah-Bogor






Waktu baru tinggal di Bogor tahun 90, toko-toko besar masih sedikit. Kalau belanja pecah belah selalu ke Pasar Anyar. Kayaknya tempat itu jadi tumpuan banget! Terpaksa beli barang yang tersedia, tidak pikir model dan harga.
Lupakan piring gelas cantik seperti yang ada di majalah atau tv, walaupun uang ada.

Toko Niaga sering dipenuhi ibu-ibu. Toko ukuran sedang ini dijejali banyak barang, bikin sesak dan panas. Suara si Encik  sampai kecil saat kasih perintah anak buah.
Pembeli ibu-ibu sebagian besar besar belanja untuk dijual lagi.

Beruntung dapat informasi dari adik yang dapat tugas kantor membeli perlengkapan dapur. Dia temukan toko JAYA MAKMUR yang komplit di jalan Surya Kencana, daerah kulinernya orang Bogor. Mulai serbet sampai  sampai peralatan elektronik tersedia dengan harga murah dan banyak pilihan.

Yang bikin saya suka, perabot jadul pun sedia. Container bermacam ukuran, berbagai cetakan kue buat dagang ada di sini

Kita bisa jalan dr depan pintu masuk Kebun Raya. Dia sejajar dengan Jogja Plaza.

Karna selalu ramai, mereka buka cabang di ruko Jalan Pajajaran setelah Masjid Raya.

Lantai pertama utk perlengkapan makan keramik. Lantai 2 barang plastik dan lantai 3 untuk perlengkapan dapur.

Kalau bingung pilih kado atau penganten baru mau isi rumah dg perabotan, toko ini mempermudah.















Tuesday, 17 February 2015

Indonesia Parisnya Baju Muslim


Dulu ada seorang disainer meramalkan, kelak Indonesia jadi Parisnya baju-baju muslim.
Lalu saya membaca gejalanya kalau datang ke Pasar Pusat Grosir Indonesia Tanah Abang. Dalam hitungan bulan saja model baju muslim cepat berganti. Siap-siap kecewa kalau cari model yang kita suka ternyata sudah lenyap.
Bertambahnya wanita yang mengenakan hijab membuat pedagang baju-baju biasa pun banyak yang beralih menjual pakaian muslim.

Pakaian muslim tidak terkesan norak lagi sejak  Ida Royani dan Ida Leman terjun ke bisnis itu. Disain keduanya sederhana tapi justru memancing ide disainer lain menciptakan busana muslim untuk pesta.
Pelan-pelan orang tak malu lagi memakai baju muslim ke pesta . Tapi masih sebatas untuk emak-emak.

Lalu era bordir di dada dan tangan pun menyusul. Menyesuaiakan warna makin pintar, dari bros yang kecil sampai tas dan sepatu. Bahkan ada yang disesuaikan dengan warna  bingkai kacamata.
Kelihatan sekali ghirah ( Semangat) untuk tampil islami  yang modis.





Seiring dengan menjamurnya majelis ta'lim atau kajian-kajian islam di ibu-ibu elite yang parkirannya bermobil mewah sampai majelis ta'lim di pelosok yang parkirannya angkot, mereka tak sadar tampilannya mengabarkan busana muslim macam apa yang sedang digandrungi.
Sinetron-sinetron TV pun turut meramaikan dan mempercepat putaran mode baju muslim.

Menurut penjual pasar Tanah Abang, yang paling panas dengan mode baju muslim adalah ibu-ibu dari daerah seperti dari Samarinda, Sulawesi, Sumatra, bahkan Malasyia dan Brunei. Belanjanya tidak tanggung-tanggung. Ibu-ibu di daerah menjadikan pakaian muslim istri pejabat jadi kiblatnya. Maka muncul baju muslim yang diberi nama Baju model Ibua Walikota, atau model Ibu DPR rapat.
Wah! pokoknya lucu-lucu kalau nama-nama model baju muslim sudah digantung di leher menekin.
Ada lagi nama lain seperti : Mukena Krisdayanti, mukena Syahrini, mukena Korneli, Koko Jefry dan yang terakhir mukena Jokowi.

Setelah bosan model bordir, model kaftan pun keluar dengan earna-warna menarik. Beberapa kelompok ibu di Jakrta ada yang janjian ketemu di Mall untuk satu urusan, tapi  sudah kompak dari rumah untuk sama-sama memakai baju muslim Kaftan.
Idul Fitri dan acara keluarga paling percaya diri memakai busana yang berasal dari Iran dan menyebar hingga Rusia ini.



Makin kesini, anak-anak  gadis pun mulai punya banyak ide dalam mendisain. Bukan cuma baju yang di jadi  sorotan, tapi kepandaian melilit selendang jadi trend. Tutorial memakai hijab jadi ramai di youtube dan blog.
lupa link nya di mana, ada disainer  muallaf cantik asli USA jlelas-jelas bilang bahwa inspirasi disainnya dari baju muslim Indonesia. Wow sekali!

Dan...  beberapa lalu sahabat FB saya membuktikan, bahwa ramalan dan apa yang ia mimpi-mimpikan jadi kenyataan. Untuk pertama kalinya di adakan peragaan baju muslim di New York dalam event Couture Fashion Week (CFW).
Butuh proses satu tahun untuk mengadakan acara ini kata Mbak Dwitra saaat diwawancarai beberapa media luar negeri tanggal 14 februari 2015.

Hapyyy!! selamat ya mbak  Dwitra Zaky ( Ketua EO), Disainernya  adalah Dian Pelangi, Zaskia Sungkar dan Barli Asmara . Berbagai media banyak memuji anda! :) Salah satunya ada di sini.









Bahaya Vaksin



Saya tau ada 2 kelompok ibu yang setuju imunisasi dan ada yang menentang. Dan saya faham bila seorang ibu menuruti progran pemerintah. Karna saya pun demikian untuk ke 4 anak saya.
Berbeda dengan adik saya yang 2 putranya tak pernah di suntik vaksin itu. Bukan karna sang ibu menolak! Tapi karna begitu disuntik, putra pertamanya langsung kejang dan seluruh badannya membiru bikin trauma.

Indonesia giat menyemangati orang tua untuk vaksin anak sampai usia SD masih saja ada  tambahan suntikan. Tapi tahukah? Di USA tempat asal penelitian dan pengembangan vaksin yang didanai oleh Rockefeller, kemudian vaksin modern dilakukan oleh Flexner Brothers, sudah ditentang oleh organisasi yang anggotanya orang-orang cerdas. Pada intinya ada pertanyaan, "Mengapa badan bayi yang sehat harus dimasukkan bakteri?"

Banyak ilmuwan yang menentang, bisa baca di sini.
Beberapa di antaranya berpendapat :

“Kasus polio meningkat secara cepat sejak vaksin dijalankan. Pada tahun 1957-1958 peningkatan sebesar 50%, dan tahun 1958-1959 peningkatan menjadi 80%.”
~ Dr. Bernard Greenberg, dalam sidang kongres AS tahun 1962


“Vaksin bertanggung jawab terhadap peningkatan jumlah anak-anak dan orang dewasa yang mengalami gangguan sistem imun dan syarat, hiperaktif, kelemahan daya ingat, asma, sindrom keletihan kronis, lupus, artritis reumatiod, sklerosis multiple, dan bahkan epilepsi. Bahkan AIDS yang tidak pernah dikenal dua dekade lalu, menjadi wabah di seluruh dunia saat ini.”
~ Barbara Loe Fisher, Presiden Pusat Informasi Vaksin Nasional Amerika



Saya terlanjur bodoh mengikuti program itu, kalau bukan karna Allah yang maha sayang itu berkenan melindungi, tentu saya dalam penyesalan yang mendalam hingga kini.

Resiko vaksin bukan hanya dari bendanya saja, tapi dari cara menyuntik pun menimbulkan resiko besar. Tidak menunggu waktu lama untuk membuat si ibu kecewa, marah dan penyesalan panjang.
Seperti yang teman saya alami.

Seusai diimunisasi DPT, timbul benjolan besar di ketiak sang bayi. Bidan berkata mantap "Itu nanti sembuh sendiri, kok Mbak"
Waaktu pemeriksaan lanjutan diketahui, sang anak menderita BCG-itis! Bayi umur 5 bulan harus dioperasi tanpa jaminan limfanya bebas bakteri BCG yang.

Ia harus minum obat Tubercolosis hanya karna SALAH POSISI SAAT MENYUNTIK. Bakteri vaksin  malah masuk ke saluran limfa, ketika si limfa bertarung melawan bakteri terjadilah benjolan itu. Pertanyaannya, apa kita tenang, bila dokter saja tak bisa menjamin bakteri itu terangkat dengan sempurna? 
Semoga Allah melindungi anak sahabat saya itu, insya Allah tak ada satu pun efeknya saat dewasa nanti. Cerita lengkapnya baca di sini

Apa saja efek buruk vaksin? jawabannya di sini
Anak yang di vaksin punya 2 sampai 5 penyakit, melebihi anak yang tidak di vaksin. baca di sini.
Terbongkar rahasia vaksin di UK , baca di sini

Saya tetap menghargai ibu yang memilih vaksin. Dan saya salut dengan ibu yang mampu menghindar dari program pemerintah itu. Sulit memutuskan, dan kelak bisa /dituding/disalahkan bila terjadi apa-apa pada anak di masa datang. Persetujuan suami dan campur tangan orang tua ke dua belah pihak  jadi penentu juga. Di bawah pendapat suami, ortu, mertua, dan pemerintah, memang tidak mudah!










Sunday, 15 February 2015

Di Seberang Stasiun Bogor




Terburu-buru mau naik kereta ke Jakarta, sampai tidak sempat sarapan di rumah?
Atau mau membawa oleh-oleh untuk kerabat di sana tapi tidak siap?
Ni, ada gubug-gubug makanan yang bisa memenuhi 2 keinginan itu. Letaknya di seberang stasiun Bogor. Tepatnya di sebelah Toserba  Matahari.

Ada tenda Roti BUN yang tiap hari memberi gratis 1 roti tiap pembelian 2 roti. Harganya ada yang 4000 ada juga yang 5000, tergantung isi. Lumayan! tidak kempes seperti roti di tempat lain. Dan fresh! dapur mereka disitu juga.

Di  sebelahnya berderet gubug kecil-kecil, ada somay Bandung, Kebab, Rori Maryam, dan serba gorengan langganan saya yang menawarkan 3 macam risoles. Risol isi mayo, isi ayam, dan yang yahud risol pedasnya! Bukan cuma Risoles lho, lihat tuh!  di sebelahnya ada Pastel. Pisang goreng,Tahu Isi dan Tempe Mendoan ukuran jumbo. Tak perlu beli banyak! makan 1 saja sudah kenyang.
Oh ya, pisang nya bukan pisang seperti di tukang gorengan lain yang murahan ( Pisang Oli)! Pisang ini empuknya dan manisnya sedang, pisang kepok namanya *Kalau tidak salah

Paling ujung ada penjual Teh Upet. Mulanya saja dia jual teh, karna akal bisnisnya melaju, mereka tambah lagi dengan  Seblak makanan pedesss yang lagi nge-top di Bandung dan menular di sekitarnya.
Pas banget kan? Orang lagi kepedesan, tinggal nenggak teh upet yang tampil segar, gelasnya keringetan, di depan mata.

Jadi saya harus ihlas,  beberapa kali lewat tapi tidak sempat cicip makanan primadona itu. Gubugnya  tertutup  anak-anak sekolah berbagai macam seragam.








Wajah Bogor Sekarang





Saya belum tau bagaimana Bogor di masa  datang. Yang terjadi sekarang, bisnis  wisata dan kuliner. Katanya sih, kelak akan jadi pilihan orang Jakarta dan sekitarnya pada hari libur dibanding harus ke Bandung yang lebih jauh dan kadang macet di jalan tol Cipularang.
Bisnis properti pun demikian, lihat stand pamerannya di Mall ternyata berdiri perumahan dan apartemen baik di kota maupun di kabupaten yang semula kurang ngetop namanya.

Tapi begitulah... tiap membangun selalu ada yang dikorbankan!
Rumah-rumah tua zaman Belanda tidak dilindungi pemerintah. Pengusaha menyulapnya jadi bangunan modern minimalis. ngeliatnya  "Meuni maleus!"  *Jadi malas
Sementara Dinas Tata Kota atau semacamnya tidak punya peraturan khusus untuk itu. *Tidak punya, tidak mau tau, atau tau sama tau dengan pengusaha?

Didepan istana Bogor tahun kemarin masih bertahan bangunan tua. Ruko dan Dunkin Donut menyesuaikan diri dan mempertahankan gaya lama. Rumah sakit Salak di pugar tanpa menghilangkan model bangunan asli.

Namun sekarang.... bangunan tua  rumah sakit itu sudah berubah wujud! Jadi bangunan modern yang kaku, tak berseni, merusak pemandangan di sekitarnya
Di detik-detik terakhir, saya menyempatkan diri mengambil gambar sisa bangunan lama. Menyedihkan!

Tak hanya di sini, sepanjang jalan Pajajaran bangunan modern sudah merajai. Bangunan tua tak lebih dari 5 rumah :(















Saturday, 14 February 2015

Tukang Jahit




Saya temani adik saya jahit baju di Pasar Sunan Giri-Rawamangun yang lumayan jauh dari tempat tinggalnya di Kali Bata Pasar Minggu. Meski heran punya langganan penjahit begitu jauh, saya ikut saja. Karna sudah 20 tahun lebih  tak pernah kesana lagi.
Pasar tidak terlalu besar, tapi pakaian-pakaian yang dijual mengikuti mode dan alat-alat tulis komplit.
Di lantai atas ada KFC yang waktu itu masih bisa dihitung dengan jari di Jakarta.
Sedangkan di bagian luar ada Rumah Makan Padang  Sederhana pertama, dan  jajanan bakso yang nge-top *Lupa namanya. Tiap  lebaran menghabiskan uang angpao di sana dengan teman-teman.

Fisik luarnya cenderung masih sama, tapi di dalamnya berubah! 
Yang dulu toko-toko pakaian jadi, kini sudah berubah jadi penjahit biasa dan penjahit butik.
Mereka saling bersaing, menyediakan ruang tunggu ber-AC, mengoleksi macam-macam bahan.
Satu toko  menawarkan khusus bahan-bahan bordir ala designer Avanti, yang lain khusus batik, atau tenunan daerah.

Banyak yang antri konsultasi  mode pakaian di sini. Kebanyakan untuk pakaian pengantin dan keluarga pengantin.
Bingung cari mode? jangan takut! Baju siap ambil  banyak tergantung, bisa jadi inspirasi.

Kami temui  penjahit langganan adik saya, Seoranag bapak sepuh ( Usia 70-an) yang matanya masih tajam melihat jahitan halus, dan semangat menjahit meski putra-putrinya sudah tak perlu di biayai lagi.
Sambil mengukur badan, ia mau menjawab  pertanyaan saya. Katanya, seorang anaknya lulusan UGM  jurusan Tehnik Nuklir, kemudian  ambil S3 nya di luar negeri. Anak tersebut sekarang  tinggal dengan keluarganya di apartement berkelas di Jakarta. 
Meski ditawari apartemen dan diminta istirahat, tapi tetap saja  sang bapak lebih suka tinggal di rumah kecil dan tetap menjahit.




Thursday, 12 February 2015

Totto-Chan


Sejak lama kalau masuk Toko Buku Gramedia selalu ketemu dengan buku  judul ini.
Novel Toto-Chan  telah berkali-kali dicetak ulang. Berkali kali pula semua anak saya membacanya.
Sampe bosan ketemu tiap merapihkan rak buku.

Ternyata... isinya menarik! Sangat mewakili  anak-anak yang ingin bisa belajar bebas.
Saya jadi menyesal, mengapa tak membacanya sejak dulu agar tau keinginan terpendam mereka dan  jadi diskusi  menarik.

Begini ringkasannya:

Ibu Guru menganggap Totto-Chan nakal, padahal gadis cilik itu hanya punya rasa ingin tau yang besar. Itulah sebabnya ia gemar berdiri di depan jendela selama pelajaran berlangsung.
Karena para guru sudah tak tahan lagi, akhirnya Totto Chan dikeluarkan dari sekolah.

Mama pun mendaftarkan Totto-Chan ke  Tomoe Gakuen. Ia girang sekali, di sekolah itu para murid belajar di gerbong kereta yang dijadikan kelas. Ia bisa belajar sambil menikmati pemandangan di luar gerbong dan membayangkan sedang melakukan perjalanan. Mengasyikan sekali!

Di Tomoe Goguken, para murid juga boleh mengubah urutan pelajaran sesuai keinginan mereka. Ada yang memulai pelajaran pagi dengan fisika, ada yang mendahulukan pelajaran menggambar. ada yang ingin belajar bahasa dulu. Pokoknya sesuka mereka. Dengan demikian Totto-Chan merasa kerasan.

Walaupun belum menyadarinya, Totto-Chan tidak hanya belajar Fisika, berhitung, musik, dll. Ia banyak juga dapat pelajaran berharga tentang persahabatn, rasa hormat, dan menghargai orang lain, serta kebebasan menjadi diri sendiri.




Wednesday, 11 February 2015

Pertemanan Maya




Dulu saya kira pertemanan dengan sahabat maya hanya sebatas kopdar pada moment-moment tertentu saja, setelah itu ... Cliingng! menghilang.
Ternyata tidak juga!

Satu saat  sahabat saya yang satu ini   ingin datang ke rumah, saya anggap basa-basi saja.
Ah, paling untuk menghangatkan  suasana  obrolan di maya seperti  yang pernah ada.
Ternyata... dia hadir, tepat pada jam yang dijanjikan, woow!!
Senang campur haru doong ... apalagi ia membawa buah tangan masakan tradisional buatannya sendiri. Hal sederhana yang membuat saya merasa spesial!

Entah apa namanya, bertemu dengan orang baru tapi melihat wajahnya seperti pernah bertemu sebelumnya. Mungkin de javu?
Yang jelas sejak saat itu kami sering sms untuk bertanya segala hal, di saat lapang atau pun di saat sempit.

Tapi perlu diingat, pertemanan maya juga bisa membuat kita menganga heran. Ada yang saat kopdar tidak mau disapa, dan jelas-jelas bilang, maaf ... kita tidak kenal!  Haaah? Trus yang kemaren chating sampe ketawa-ketiwi itu siapa??
Ini hanya pengalaman teman, tapi saya merasa, sakitnya tu di sini *Tunjuk jempol.

Ada juga model lain, tapi ini  ringan. Dia mau terus terang lewat status FBnya ; Saya tak suka dipanggil  Sist ! atau jangan bicara dengan saya pakai kata, say...

Dan tadi saya baca pengalaman 2 orang bloger yang jauh-jauh menempuh cuaca buruk demi kopdar di daerah Jember. Sampai di sana mereka sama sekali tak ditegur, bahkan tidak diberitau saat acara pindah tempat.
Saya jadi ingat pernah 2 jam menunggu teman di shelter Busway, janjinya mau sama-sama berangkat ke lokasi acara yang letak persisnya belum kami tau. Eh, nggak taunya dia sudah ke sana lebih dulu tanpa kabar/sms.
Terpaksa harus berjalan cepat mengejar waktu. Tempat pendaftaran sudah hampir sepi, tanda tangan buku tamu sambil ngos-ngosan.Untung saya tak sendiri, ada Mak Nefertite teman seperjalanan sejak dari Bogor.

Bagus ya, dunia maya bisa mengingatkan plus melatih kita untuk menyediakan space yang luas di hati. Anggap saja di dunia ini ada yang namanya pertemanan kata. Hanya sebatas huruf kita bertemu, berbagi  dan berkelakar. Sedia kasur sebelum jatuh, nggak terlalu sakit,kan?






Monday, 9 February 2015

Ke Gedung Tipikor


                              



Senin kemarin saat hujan awet dan banjir di Jakarta, saya memenuhi undangan teman. Bukan undangan pernikahan atau sunatan, lhoo...
Ini undangan menyaksikan pengadilan di Gedung Tipikor. Saya dan beberapa teman memberi support pada sahabat kami yang karna kebijakan dan perintah atasannya, akhirnya terseret ke kasus besar.

Hari ini hari pembelaannya, mungkin ia sulit menerangkan satu-satu kenapa sampai ia ada di pusaran berbahaya itu. Dengan pembacaan kesaksian dan pembelaan ia berharap keluarga dan sahabat tau duduk masalah yang sesungguhnya. Semoga "Kebenaran" akan menguatkan dan memudahkan dia dalam urusan ini.

Setelah  2 kali  tidak bisa keluar statsiun karna  tergenang banjir dan harus kembali ke stasiun sebelumnya, akhirnya sampai juga ke Gedung TIPIKOR  yang selama ini cuma  bisa saya lihat di TV. ( Semoga kita terhindar dari berurusan dengan tempat ini)
Tempat yang cukup sering di demo dan bikin macet  saat ada kasus besar. jadi saya tak heran waktu sopir Taxi  menolak .

Masuk ke halaman ada 1 mobil tahanan dari Kejaksaaan, kemudian ruang tengah  bergantung lampu mewah, sementara di ruang tunggu biasa-biasa saja, lantai kurang bersih karna banyak wartawan dan lain-lain yang sibuk semua. Disebelah sofa yang sudah kurang  bagus  dan kempes, ada Televisi jadul yang rusak.

                                

Waktu saya asik ambil gambar, tiba-tiba wartawan bilang, Bu,bu, awass! tersangka keluarnya dari situ Bu! Menunjuk lift di sebelah saya. Mereka terbiasa sigap, kamera siap pencet!  Begitu pintu lift terbuka langsung Jepraaat!! Jepreett!! berkali-kali. Entah siapa tokokh itu?"

Ia langsung masuk mobil yang sudah menunggu, menyusul mobil stasiun TVRI, dan motor-motor wartawan. Gedung sepi....







Dengan sahabat yang ihlas dan tekun mengetik dokument.