Friday, 6 February 2015

Bicara Sakit Bicara Duit!




Buku apa yang anda baca hari ini?
Saya sedang buka lagi buku yang lama terputus dari perhatian.
Ini buku tentang pengobatan dengan nutrisi. Banyak kumpulan resep obat bisa kita dapat di buku ini.
Siapa yang sangka, penyakit yang butuh dana besar bahkanurusannya sampai ke meja operasi ternyata obatnya ada di sudut dapur kita, ramuan tradisionil!

Bagi  muslim, harusnya mempelajari kenapa Rasulullah sehat terus? Sampai-sampai seorang tabib yang diperintahkan seorang raja untuk melayani Rasulullah, pulang begitu saja karna terlalu lama menganggur.
Rasulullah sering beri nasehat tentang kesehatan, dan beliau punya kebiasaan mengkonsusmsi nutrisi  yang menyebabkan beliau sehat. Itu pun dipaparkan dalam buku ini.

Tidak ada yang tertarik terhadap kesehatan anda, kecuali anda sendiri! Tidak ada lembaga-lembaga,  dokter-dokter, dan pemerintah-pemerintah yang memiliki keinginan murmi  agar anda benar-benar sehat. Sakit anda akan memudahkan mereka mengendalikan anda, menekan, dan secara finansial mengeksploitasi anda.
Begitu kata Jerry D.Gray dalam bukunya "Rasulullah is My Docter.
Buku terlaris tahun 2013 ini sudah di cetak ulang beberapa kali sejak tahun 2010.

Sedih juga yaa.... Kalau mau memperhatikan dengan seksama, orang sakit, orang bingung, orang bodoh, orang ketergantungan, jadi lahan bisnis bagi produsen obat-obatan kimiawi dari negara-negara besar. Adanya bisnis obat otomatis tumbuh bisnis Rumah Sakit. Jadi,

                      Bicara sakit, bicara duit! 

Bahkan ada kelompok yang berprinsip, cara terbaik mengendalikan suatu bangsa adalah dengan memberi mereka obat dan jadikan mereka tenang karna obat dan flouride yang dicampurkan dalam air minum mereka. Hanya orang-orang yang sehat, waspada, dan berpikiran kritis, yang 100% bebas dari obat-obatan farmasi dan makanan-makanan yang sudah di proses.

Jerry D Gray mengingatkan kita wajib tau fakta-fakta ini:

1. Dokter-dokter tidak banyak tau tentang nutrisi. Tak ada pelajaran nitrisi di sekolah-sekolah kedokteran.  Dia tidak akan mengajari anda menghindari penyakit dengan nutrisi ( Kecuali dokter yang sudah mengambil ilmu itu secara khusus).
Ada seorang dokter yang saki-sakitan. Butuh 1 tahun baru menerima nasehat tentang pengobatan dari nutrisi. Sekarang ia sehat
Jarang orang tau bahwa bisnis obat akan macet jika dokter-dokter memberi resep non kimiawi.

2. Mamogram malah menimbulkan banyak kanker dengan mengekspos payudara wanita ( Dan jaringan-jaringan jantung) terhadap radias ionisasi. Jika badan wanita itu berulang kali terekspos radias, tubuhnya akan mengalamai mutasi DNA. Hingga timbulnya kanker tidak dapat dihindari.
Kalau tidak, bagaimana mereka bisa mengatakan

 "Satu dari 3 wanita dapat terdeteksi kanker payudara dalam kehidupannya?"

3. Mamogram adalah suatu alat yang cerdas untuk menjaring pasien. Menjaring laba yang tinggi dari sederetan obat-obat kemoterapi, radiasi dan pembedahan, Alat ini mendeteksi sampai ke tumor yang paling kecil. Padahal tak semua tumor berbahaya. Hal ini telah menyebabkan meningkatnya "Kesalahan positif" dan perawatan yang berlebihan terhadap kanker yang sebenarnya. Lebih baik diamkan saja. Konsumsilah nutrisi anti kanker danmakanan-makanan yang super sehat.

Ada 7 fakta yang di ungkapkan Jerry dalam membongkar kebusukan bisnis obat, dan rencana terselubung negara adi kuasa.  Maka tak heran ia selalu dalam pengawasan agen CIA.

Oh ya, bagaimana fakta selanjutnya? Dibagian berikutnya saja yaa...:)





4 comments:

  1. hmmm...terkadang aku berpikir, jangan sakit kalau gak punya duit...
    dan aku lebih percaya, jika sedang dicoba dengan sakit, bersabar dan berpuasalah...tapi semuanya kembali pada kepercayaan masing2 :)

    ReplyDelete
  2. Hehehe...jadi inget sopir angkot yang marah-marah terus sepanjang jalan. Temannya di sebelah bilang "Lo udah punya duit kalo lo setruk?"

    ReplyDelete
  3. kasihan buat yang tidak mampu ya mbak kalau sakit. share nutrisi untuk kesehatannya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah, mbak Lidya... semoga manfaat buat semua. :)

      Delete