Sunday, 8 February 2015

Bubur Ayam Dadakan




Anak saya yang kerja dan tinggal di Jakarta biasanya pulang hanya saat weekend.
Tapi kemarin lalu pada hari kerja dia pulang dan sms dalam perjalanan  dengan kereta. Tumben-tumbennya minta saya masak bubur. Biasanya dia yang bawa makanan.
Oo...rupanya dia sariawan, tenggorokan sakit dan sedikit pilek.

Saya rencana membuatkan dia bubur ayam, tapi jatah waktu tidak banyak. Tau sendiri, kalau masak bubur tu lammma! Untung saya ingat ibu (Alm) yang pernah bikin bubur dadakan. Caranya dengan merebus nasi matang. Alhamdulillah, cuma beberapa waktu bubur saya jadi. Supaya gurih saya sirami air rebusan ayam, daun salam, geprekan jahe,dan garam. Biar harum sedikit tambahkan daun pandan.

Saya kepengen sekali taburannya pakek Cakwe iris halus. Sudah lamaaa tidak makan bubur Betawi yang biasanya lengkap dengan Cakwe dan Tongcai, pokoknya bubur khas Tiongkok banget! Di Bogor selalu makan bubur ayam Sukabumi atau Tasik. ( Hihi...koq masaknya kayak buat saya ya?)

Waktu googling cari resep, eh!  keliatan tampilan bubur pakek kulit pangsit diiris dan goreng. Hmmmm... kebetulan di kulkas ada. Sudah lama niat bikin mie ayam pangsit rebus tapi sebatas niat doang.

Bubur sepanci habis, yang makan bukan yang sakit saja! Anak-anak bilang krupuk pangsitnya gurih dan bikin penasaran. 1 bungkus kulit pangsit habis tergoreng semua.
Cakwenya dari mana? Beli dong! Itu rejeki banget, Niat mau beli di tempat yang jauh, taunya deket rumah juga ada. Alhamdulillah...
Di Bogor cakwe hanya dinikmati dengan kuah saus tomat atau saus kacang saja. Duuuh! seandainya mereka tau.... (Jadi kepengen dagang)

Oh ya... si ayam suir tawar rasanya. Kalau dalam resep dia harus di rendam dulu dalam campuran minyak wijen, kecap asin/ikan, Angciu. Tapi karna Angciu meragukan dan kecap asin tidak punya, akhirnya suiran ayam saya aduk-aduk dengan dengan Royco rasa  ayam. Ternyata enak!






10 comments:

  1. sama Mak, ,saya kalo bikin bubur juga pake nasi, bukan beras...
    tapi kalau untuk sarapan pagi lebih memililih bubur instant, tapi gak sering2 sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bubur instant dapatnya cuma sedikit ya,Mbak.Tapi saya akui, gurih! :)

      Delete
  2. aku suka bubur ayam yang topingnya banyak mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sammmaaa...dan saya nggak suka klu toping sama buburnya diaduk, dibiarkan utuh lbh puas dinikmati , hehe

      Delete
  3. Duhhh enaknya..mau coba ah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuu, Mbak! kulit pangsitnya murah dan renyyahh banget!

      Delete
  4. Saya suka bubur walau cepat lapar lagi
    Terima kasih resepnya
    Salam hangatdari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih juga hadir dan komentnya,PakDe. Salam kembali dari Bogor :)

      Delete
  5. Kalau aku biasanya bubur sop, jadi masak nasi di rice cooker hanya airnya dibanyakin. Ketika matang masih berbentuk nasi cuma lebih lembek. Di kasi kuah sop, biasanya campur kentang, wortel, dan irisan ayam goreng. Bagi yang suka bisa tambahin kacang tanah dan teri goreng :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya pernah makan bubur serupa di Kalimantan Timur (Samarinda). Langsung jatuh cinta pada cicipan pertama. Tapi sampai sekarang saya tidak tau nama buburnya, dan tak pernah tau resepnya. Share dong, kalau tau ,hehe :)

      Delete