Monday, 2 February 2015

Hampa Tanpa Renung


Pagi tadi, saya takziah ke sahabat pengajian yang meninggal tadi malam. Kurang lebih 6 tahun tak jumpa almarhumah karna saya mencari tambahan ilmu di tempat lain.
Setiap melihat sahabat/kerabat yang meninggal selalu mengingat-ingat, kapan terakhir berjumpa?
Adakah salah ucap yang menyakiti ? Adakah janji atau titipan yang belum terselesaikan?

Canda cerita dalam bersahabat selalu membuat asik! hingga lupa menutupnya dengan saling bebersih saat itu juga.
Siapa tau ada terselip kata yang bisa terbawa pulang penuh tanya atau perih?
Berusaha juga jangan sampai keseleo lidah, tapi hati orang kan siapa yang tau?
Kayaknya lebih aman bila menghindari pembicaraan yang tak perlu.  Orang bilang banyak bicara banyak salah.

Kini... sahabat saya telah pergi, tamu-tamu yang hadir  sudah pegang nomor masing-masing untuk tunggu panggilan. Mau tak mau, suka tak suka, ngaku tak ngaku, seluruh yang ada dalam ruangan akan habis semuanya dijemput malaikat. Hari ini menangisi orang, kelak ditangisi orang.

Kematian adalah nasehat,
Nasehat bisa mental jika pelayat masih saja mengisinya dengan ngobrol sia-sia, apalagi bercanda di luar. Pulang ke rumah hampa tanpa renung.





4 comments:

  1. Duh, Mba saya merinding bacanya.
    Iya ya kita tinggal menunggu panggilan.

    ReplyDelete
  2. Innalillahi, umur tidak bisa di tebak ya mbak rahasia Ilahi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener,Mbak...yang penting jejak bagus sudah kita buat di bumi, insya Allah...

      Delete