Monday, 9 February 2015

Ke Gedung Tipikor


                              



Senin kemarin saat hujan awet dan banjir di Jakarta, saya memenuhi undangan teman. Bukan undangan pernikahan atau sunatan, lhoo...
Ini undangan menyaksikan pengadilan di Gedung Tipikor. Saya dan beberapa teman memberi support pada sahabat kami yang karna kebijakan dan perintah atasannya, akhirnya terseret ke kasus besar.

Hari ini hari pembelaannya, mungkin ia sulit menerangkan satu-satu kenapa sampai ia ada di pusaran berbahaya itu. Dengan pembacaan kesaksian dan pembelaan ia berharap keluarga dan sahabat tau duduk masalah yang sesungguhnya. Semoga "Kebenaran" akan menguatkan dan memudahkan dia dalam urusan ini.

Setelah  2 kali  tidak bisa keluar statsiun karna  tergenang banjir dan harus kembali ke stasiun sebelumnya, akhirnya sampai juga ke Gedung TIPIKOR  yang selama ini cuma  bisa saya lihat di TV. ( Semoga kita terhindar dari berurusan dengan tempat ini)
Tempat yang cukup sering di demo dan bikin macet  saat ada kasus besar. jadi saya tak heran waktu sopir Taxi  menolak .

Masuk ke halaman ada 1 mobil tahanan dari Kejaksaaan, kemudian ruang tengah  bergantung lampu mewah, sementara di ruang tunggu biasa-biasa saja, lantai kurang bersih karna banyak wartawan dan lain-lain yang sibuk semua. Disebelah sofa yang sudah kurang  bagus  dan kempes, ada Televisi jadul yang rusak.

                                

Waktu saya asik ambil gambar, tiba-tiba wartawan bilang, Bu,bu, awass! tersangka keluarnya dari situ Bu! Menunjuk lift di sebelah saya. Mereka terbiasa sigap, kamera siap pencet!  Begitu pintu lift terbuka langsung Jepraaat!! Jepreett!! berkali-kali. Entah siapa tokokh itu?"

Ia langsung masuk mobil yang sudah menunggu, menyusul mobil stasiun TVRI, dan motor-motor wartawan. Gedung sepi....







Dengan sahabat yang ihlas dan tekun mengetik dokument.













         

6 comments:

  1. Innalillahi... Semoga segera terbabas dari segala sangkaan dan tuduhan ya Mbak. Na'udzubillah, jangan sampe kita terseret untuk menjalani peradilan di gedung itu. :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mbak Hilda, semoga Allah jauhkan dari kita semua. Teirmakasih doanya yaa..

      Delete
  2. Pengalaman berharga ya mba, mudah-mudahan dengan support dari mba Oty dan kawan-kawan, teman mba Oty segera mendapatkan kejelasan dan keringanan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin ya Rabbal 'alamiin, terimakasih doanya Mbak Nefertite. Senang dapat doanya :)

      Delete
  3. siapa tersangkanya mbak btw mbak Muria ini kolom komentarnya ada 2 ya?

    ReplyDelete
  4. Tersangkanya Ibu Winny yang kasus kucuran dana pembelian pesawat udara jenis Air Craft ATR 42-5000 dari Phoenix Ltd Singapura. 4 Bank jadi terbawa-bawa. Iya, kolom koment nya ada 2. Bagaimana menghilangkannya yaa..?

    ReplyDelete