Sunday, 22 February 2015

Meraih Hati Anak (2)




Seiring bertambahnya usai anak, semakin banyak perubahan. Ingat, ada beberapa faktor yang mempengaruhi pola fikir anak. yaitu;

- Keluarga (Bapak dan Ibu)
- Agama
- Linkungan sekolah/ teman
- Media

Makin maju peradaban manusia, makin menyadari apa yang terbaik buat dia. Misalnya seseorang diundang pesta kembang api, dia tau itu sia-sia dan pemborosan. Tanpa  himbauan pemerintah dan suruhan orang tua, ia bisa menghindar sendiri.

Anak yang tumbuh dalam keluarga yang komunikatif dan saling berinteraksi akan menjadi anak yang mudah menerima nilai kehidupan yang baik dari orang tuanya. Namun langkah awal untuk bisa sukses berkomunikasi dengan anak, ada caranya.

1. Menjadi Pendengar Yang Baik.

Jika orang tua mampu jadi pendengar yang baik saat anak bercerita atau berkeluh kesah,  maka anak pun akan menjadi pendengar yang baik saat orang tua  memberi nilai kehidupan kepada mereka.
Dalam pertemuan ini, audiens disuguhi tayangkan singkat, bagaimana orang tua yang tak mendengarkan bicara sang anak karna asik dengan smart phone nya.

2. Kenali Anak

Anak punya sistem pemikiran  sendiri yang berbeda. Pelajari bagaimana caranya pendekatan supaya  komunikasi kita lancar, maksud bisa sampai dan membekas di hatinya.  Setiap anak mempunyai tipe yang berbeda dalam menerima penyampaian kita. Ada yang cepat menangkap dengan cara

A-  Visual ( Penglihatan)
B-  Auditory  (pendengaran)
C-  Kinestetik ( Gerakan)

A. Anak yang visual :

Iabutuh "Dilihat". Bila bicaranya tak diperhatikan, maka ia kapok untuk berbagi cerita. Akan tersinggung bila ada yang berbincang dengannya sambil tolak pinggang.
Anak yang auditorial harus diberi masukan  secara verbal. Sedang yang  terakhir mudah menerima bila dipraktekan langsung.

Kegagalan komunikasi seringkali bukan karena niat buruk, tapi karna kita melakukan kesalahan dalam bicara, bersikap , atau salah tulis.

B. Anak yang  Auditory

Ia lebih senang di dikte oleh gurunya dari pada melihat ke papan tulis. Pendengarannya lebih mampu menangkap informasi yang datang. Anak seperti ini perlu kata-kata yang halus lembut. Hatinya akan tenggelam dalam kesedihan bila menerima perkataan yang pedas dari orang tuanya.

C. Anak yang Kinestetik

Biasanya dimiliki oleh anak yang aktif, dan sering dianggap nakal oleh orang yang tak mengerti. Dengan sentuhan, anak seperti ini akan lumer hatinya. Bila ingin menyampaikan teguran padanya, raih dulu bahunya atau lekatka badannya dengan kita. Itu membuatnya tenang dan lebih mudah menerima nasihat.



3. Samakan Persepsi Dengan Anak

Menyamakan persepsi dengan anak adalah menyediakan waktu untuk salin curhat. Pilih waktu dan moment yang paling bagus untuk saling cerita. Berbincang dengan mereka jangan mendadak. Dan bersabarlah karna semua butuh waktu dan proses.

Bagaimana cara agar orang tua dan anak bisa kompak?  Bersambung yaaa..:)












-















6 comments:

  1. Aih..mksh mbk sharingnya,buat bekal kl saya punya anak kelak^^
    Maaf baru bisa bewe lagi^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah amiiin, jangan seperti saya, anak sdh besar br tau ilmunya. Doa saya semoga cepat dapat momongan yaa, ..:)

      Delete
  2. terima kasih sudah share ya mbak Mutia, saya masih belajar juga untuk meraih hari anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mbak Lidya, seumur hidup ortu trs belajar ya, meski anak saya sdh lulus kuliah tetap saja harus berusaha meraih hatinya.

      Delete
  3. Saya berusaha untuk mengerti jalan pikiran anak biar nyambung... meskipun sulit...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa di test ketiganya Mbak, dia tipe yang mana di anatara ke tiganya? Semoga dimudahkan Allah dalam membentuk anak yaa..:)

      Delete