Monday, 23 February 2015

Meraih Hati Anak (Bagian 3)





 Berkomunikasi Dengan Anak

Komunikasi dengan anak bisa di mana saja. Hindari  dari menyebut "Kamu", atau memanggilnya lalu duduk berhadap-hadapan. Apalagi sampai memaksanya untuk bercerita. Posisi berbicara dengan seperti di gambar akan membuat anak seperti di sidang.
Paling bagus kalau duduknya berdampingan. Akan hilang sekat antara anak dan orang tua.
Dalam rasa nyaman dan merasa sama, sang anak akan lebih  mudah mengeluarkan isi hati

Kadang ada waktu atau kesempatan  yang tak termanfaatkan dengan baik. Misalnya saat macet di jalan. Gunakan kesempatan itu untuk membahas apa saja yang di temui selama perjalanan. Dari sana kita akan tau bagaimana pola dan cara fikirnya tentang sesuatu hal.
Hindarilah mengajukan pertanyaan yang sama agar anak tidak bosan.

TIPS KOMUNIKASI YANG NYAMAN.

Paling baik bila dilakukan untuk anak yang usaianya diatas 6 tahun, dengan tehnik One On One. Artinya hanya anak dengan salah satu orang tuanya. Ayah atau Ibu.
Agar mudah diingat, tips ini bernama tips 5 T.

1-  Tidak Ada aktifitas rumit
2-  Tidak ada anak lain
3-  Tidak ada orang tua lain
4-  Tidak ada ceramah
5-  Tidak ada kritik

1. Sesekali ajaklah anak  melakukan kegiatan bersama , tanpa saudara kandung atau ibunya.
Kegiatan yang ringan akan mendekatkan hati. Misalnya melakukan hobby bersama, main games, sampai masak berasama. Salah seorang audiens menceritakan bagaimana ia dengan anaknya sama-sama berlatih karate. atau ada juga orang tua yang ingin bisa membantu PR matematika sang anak lalu mendatangi rumah guru untuk sama-sama mendaftar.

2. Bila anak lebih dari satu, baiknya di ajak bergiliran.

3. Cukup jadi pendengar saja. Biarkan cerita anak mengalir. Kelak ia pun akan pandai mendengar saat anda mengungkapkan cerita/perasaan anda. Jika anak sudah merasa nyaman sekali, maka seterusnya akan begitu.

4.  Ungkapkan bahwa anda manusia biasa yang punya kesalahan juga. Berani untuk melakukan kesalahan, harus berani pula meminta maaf. Pelajari kesalahan untuk lebih baik ke depan.

5. Tidak ada kritik,dan  turunkan ego anda. Tunjukan bahwa anda berani mengakui kesalahan dan mudah minta maaf. Setelah itu pancing anak anda untuk berpendapat. Dari sana kita melatih mereka menemukan solusi dari satu masalah.

Berusaha membangun kebersamaan dengan anak, memberikan perhatian sepenuhnya,lalu pakai cara atau bahasa sang anak. Ini akan menambah kemudahan.

Sebelum pertemuan berakhir, diperagakan 1 permainan yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja yang bisa membuat kita akrab dengan anak.
Para orang tua yang hadir ikut berlatih. Keliatannya sih gampang, seperti saling menangkis serangan dalam latihan karate dengan gerakan lembut. Pas di coba, hehe... ternyata lumayan sulit! Karna suasana santai dan senang akhirnya bisa juga.













2 comments:

  1. Bener mba, pas macet di jalan bisa dijadikan kesempatan untuk quality time ma anak atau keluarga lain daripada mengumpat kemacetan ya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu dia Mak Rahmi, bahkan kita bisa tanam nilai kehidupan dari kejadian sekitar. Melatih mereka mendoakan orang lain seperti pedagang yang letih, pengemis, tukang galian yang terus bekerja di terik dan hujan.

      Delete