Saturday, 21 February 2015

Meraih Hati Anak (1)


Beruntung sekali mendapat kesempatan mengikuti acara  Talkshow tentang "Mendengarkan dan Berbicara Dengan Bahasa Anak".
Jam acara molor dari yang direncanakan, tapi tak apalah, saya yang letih mengejar waktu dari stasiun Bogor jadi tak tertinggal materi dari tema yang penting ini.
Jam 3 lewat, saya dan sahabat blogger akhirnya sampai juga di Mall Lotte Avanua Mall yang megah ini.

Begitu masuk ruang acara yang terapit toko dan restaurant ini, suara anak-anak sudah terdengar. Terasa menyatu dengan tema yang akan dibahas. Kebanyakan pengunjung adalah suami istri usia muda. Ruang Kal Care sebagai penyelenggara terkesan santai. Ada tempat bermain minimalis di belakang audiens. Suara pembicara bersaing dengan suara jeritan anak, bising mainan, bahkan suara  tangisan. Sama sekali tidak ada yang terganggu, malah lebih bebas mengikuti acara sambil  mengawasi anak-anak mereka dari jauh.

Pembicara Kirdi Putra seorang Hypnoteraphist  yang memiliki 3 putra ini memulai acara dengan melempar tanya : "Apa yang dikhawatirkan orang tua?"

Dalam membesarkan anak, seringkali orang tua takut jika kelak anak-anaknya akan berbeda tindakan dan cara fikir setelah mengenal dunia luar.
Misalnya, jika di rumah sedari awal sudah dibiasakan mudah meminta maaf dan terimakasih, begitu bertemu dengan kawan enggan mengucapkan itu, maka anak mereka akan terwarnai.

Sebetulnya orang tua tak perlu takut jika seja dini anak sudah di tanamkan dan selalu menciptakan kedekatan dengan anak. Suasana rumah yang nyaman, komunikasi hangat dengan orang tua, dan saling memperhatikan satu sama lain akan menguatkan anak saat ia berhadapan dengan contoh buruk di luar.


Pertanyaannya, bagaimana agar tercapai semua itu?
Sederhana saja, yaitu dimulai dari kesediaan orang tua mau MENDENGARKAN.
Dengan sikap tubuh yang baik, menatap anak saat bicara tanpa mengerjakan sesuatu,  sang anak akan merasa dihargai dan diperhatikan. Di lain waktu ia akan melakukan hal yang sama saat orang tua berbicara.

Perlu diingat bahwa "Mendengar beda dengan  "Mendengarkan" . Kalau yang pertama hanya mendengar biasa. Yang ke dua adalah mendengar dan saling berintetaksi, menggunakan rasa dan fikir.

Demikian yang disampaikan oleh seorang pakar Hypnoteraphi, Kirdi Putra dalam acara sharing di Lotte Avanue Mall, tanggal 21 Februari yang lalu.

Dengarlah cerita atau keluhan anak, tak memotong pembicaraannya, dan mau memahami cara fikirnya. Sebab itu saat yang paling bagus untuk memasukkan nilai kehidupan tanpa ia merasa digurui.

Bagaimana caranya agar bisa meraih hati anak?
Insya Allah di postingan selanjutnya ya...:)
















12 comments:

  1. Isinya bermanfaat banget ya mak materinya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah...semoga kita dimudahkan dalam mempraktekannya yaa..:)

      Delete
  2. Ditunggu sharenya, cara meraih hati anak....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah Mbak, sampai 3 postingan semoga bisa dapat lagi tambahan ilmu dr tempat lain. Terimakasih hadirnya yaa..:)

      Delete
  3. Ilmu ini sangat bermanfaat, walau anak saya sudah dewasa, paling tidak mulai menyadari kekurangan saya selam aini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi...sammmaa Mak, anak-anak yg sdh dewasa beda lagi masalahnya. Tapi tetap butuh yg 3 ituu... tak ada kata telat untuk niat baik dan perubahan ,kan yaa..:)

      Delete
  4. topik yang keren banget, ditunggu postingan selanjutnya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip! terimakasih hadir dan komentnya yaa... segera main ke blog mbak akh! :)

      Delete
  5. Replies
    1. Baik, terimakasih Mak Sansan. meluncur ke tempat Mak ah!

      Delete
  6. pingin ikut ini tapi waktu itu gak ada yg jaga anak
    alhamdulillah ada reportasenya mbak mutia :)

    ReplyDelete
  7. Yang penting bisa tetep dapet ilmunya ya Mak... semoga manfaat oleh2 yang sedikit ini :)

    ReplyDelete