Monday, 23 February 2015

Nikmatnya Sifat Lupa



Lagi puter lagu "Mencintaimu" nya Krisdayanti di youtube, eh! berbuntut tayangan infotainment. Saat pelantun lagu itu membesuk Ashanti yang baru melahirkan.
Sementara 2 anaknya dengan Anang sedang bermain dengan anaknya dari Ramos, Krisdayanti menggendong sambil mencium si bayi.  Dengan tulus meluncur memuji dagu bayi anak sang mantan lalu berdecak kagum  pada kesabaran Ashanti sebelum ciuman dan pelukan pamit.

Kita tidak pernah tau, peristiwa heboh yang menghujam pedih banyak hati berbuntut adem.
Malah kelihatan jadi seperti keluarga besar yang bertambah jumlah dan cerita. Apalagi saat tiba-tiba Rafi Ahmad dan istrinya datang. Kalau kisah masing-masing personil dilihat pakai mata halus,kan seperti benang kusut yang tak bisa diperbaiki, tapi bisa diobati dengan waktu.

Saya jadi melihat, betapa bersyukurnya kita diberi sifat lupa oleh Allah.
Bisa jadi masih ada pahit atau sakit yang mengendap, tapi tak pernah bisa memecahkan kepala-kepala mereka.

Persis seperti salah seorang yang saya kenal, tak menikah semenjak bercerai dengan suaminya.
Berbeda dengan sang suami yang menikah lagi dan punya 2 orang istri. Herannya semua anak-anaknya yang hampir 10 orang itu sangat sayang dan penurut pada mantan istri bapaknya. Bahkan sampai  ipar dan mertua si mantan suami pun sangat menikmati kebersamaan itu. Saling curhat dan rela menginap di rumah sakit  rame-rame waktu istri pertama itu rawat operasi.

Penjenguk yang datang semua heran. Kalau ditanya siapa anak-anak itu?
Dengan santai dia jawab : "Oo...Mereka anak kantor cabang!"  Atau, "itu anak-anak  dari ibu RI 2 dan RI 3!

Sumber gambar
Image result for Krisdayanti dan bayi ashanty
Image result for Krisdayanti dan bayi ashantySumber gambar

14 comments:

  1. Di keluarga saya juga ada Mak. Istri dari mantan suami bude saya (Bude baru saja almarhumah) dekat sekali sama keluarga saya yg notabene tidak ada hubungan darah. Kebetulan Bude bercerai jauh sebelum saya lahir. Anak2 Bude kandung saya jg deket sekali sama ibu tirinya ini. Keluarga besar kami juga. Saking dekatnya sudah seperti anak kandung Simbah saya. Itu berlangsung dari entah kapan, tapi yg saya tau sejak kecil saya sudah akrab dengan Bude sambung ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Proud of her!... tidak mungkin bisa begitu kalau tak ada kelapangan hati untuk memaafkan.
      Semoga Almarhumah telah berada dalam tempat mulia, disisiNya. Allahummaghfirlahaa warhamhaa...

      Delete
    2. Aamiin.. Makasih doanya Mak ^_^

      Delete
  2. Replies
    1. Bener mbak, mungkin hatinya sdh di-setel Allah kali ya? :)

      Delete
  3. uwaaa....indahnya,sejuk rasanya kalau lihat pemadnagan seperti itu ya mbak.
    apa kabar mbak??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi...pemandangan langka yaa... Kabar baik adikku, semoga Zwan juga dalam keadaan baik ya...:)

      Delete
  4. Replies
    1. Nggak semua orang bisa begini ya,Mak Aira :)

      Delete
  5. Rasanya gk rasional tp real ya :) lm knal mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Senang dapat komentnya Mbak Nani djabar, salam kenal juga :)

      Delete
  6. Semua yang Tuhan ciptakan pasti ada maksudnya ya. Saya suka kesel kalau lupa akan sesuatu. Padahal dalam situasi yang lain lupa justru dibutuhkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahh tepat banget tuu..."Semua yang Tuhan ciptakan pasti ada maksudnya" ;)

      Delete
  7. Alhamdulillaah ya mak, senang lihat yang rukun kaya gitu :)

    ReplyDelete