Wednesday, 11 February 2015

Pertemanan Maya




Dulu saya kira pertemanan dengan sahabat maya hanya sebatas kopdar pada moment-moment tertentu saja, setelah itu ... Cliingng! menghilang.
Ternyata tidak juga!

Satu saat  sahabat saya yang satu ini   ingin datang ke rumah, saya anggap basa-basi saja.
Ah, paling untuk menghangatkan  suasana  obrolan di maya seperti  yang pernah ada.
Ternyata... dia hadir, tepat pada jam yang dijanjikan, woow!!
Senang campur haru doong ... apalagi ia membawa buah tangan masakan tradisional buatannya sendiri. Hal sederhana yang membuat saya merasa spesial!

Entah apa namanya, bertemu dengan orang baru tapi melihat wajahnya seperti pernah bertemu sebelumnya. Mungkin de javu?
Yang jelas sejak saat itu kami sering sms untuk bertanya segala hal, di saat lapang atau pun di saat sempit.

Tapi perlu diingat, pertemanan maya juga bisa membuat kita menganga heran. Ada yang saat kopdar tidak mau disapa, dan jelas-jelas bilang, maaf ... kita tidak kenal!  Haaah? Trus yang kemaren chating sampe ketawa-ketiwi itu siapa??
Ini hanya pengalaman teman, tapi saya merasa, sakitnya tu di sini *Tunjuk jempol.

Ada juga model lain, tapi ini  ringan. Dia mau terus terang lewat status FBnya ; Saya tak suka dipanggil  Sist ! atau jangan bicara dengan saya pakai kata, say...

Dan tadi saya baca pengalaman 2 orang bloger yang jauh-jauh menempuh cuaca buruk demi kopdar di daerah Jember. Sampai di sana mereka sama sekali tak ditegur, bahkan tidak diberitau saat acara pindah tempat.
Saya jadi ingat pernah 2 jam menunggu teman di shelter Busway, janjinya mau sama-sama berangkat ke lokasi acara yang letak persisnya belum kami tau. Eh, nggak taunya dia sudah ke sana lebih dulu tanpa kabar/sms.
Terpaksa harus berjalan cepat mengejar waktu. Tempat pendaftaran sudah hampir sepi, tanda tangan buku tamu sambil ngos-ngosan.Untung saya tak sendiri, ada Mak Nefertite teman seperjalanan sejak dari Bogor.

Bagus ya, dunia maya bisa mengingatkan plus melatih kita untuk menyediakan space yang luas di hati. Anggap saja di dunia ini ada yang namanya pertemanan kata. Hanya sebatas huruf kita bertemu, berbagi  dan berkelakar. Sedia kasur sebelum jatuh, nggak terlalu sakit,kan?






8 comments:

  1. sisi positif teknologi internet memang luar biasa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, bisa memperluas silaturrahmi..:)

      Delete
  2. dari dunia maya,saya juga punya teman dekat mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mak Lydia cepat dekat dengan siapa saja (sangat welcome). makanya saya tidak canggung dengan Mak Lydia. Senang bisa kenal dan berteman :)

      Delete
  3. mba Oty, banyak ya yg bisa diambil dari pertemanan di dumay.
    Bener, terus melapangkan hati saja, biar enak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mak, kayak nya sama saja ya... maya atau tidak, ada saja cobaannya. Nggak semua yg kita mau harus didapatkan, bukan? Trmks Mbak sdh mengingatkan :)

      Delete
  4. Ya, aku pernah merasa kok. Ketika asik di dunia maya taunya pas ketemu begitu berbeda. Sangat dingin, sejak itu aku mengerti bahwa dunia maya adalah dunia maya. Banyak yang berusaha membuat komunitas hanya untuk "basa basi" meningkatkan popularitas blognya.

    Aku rindu juga masa2 dimana blog itu dibawa fun, bukan adu-aduan terkenal :)

    Jadi bisa menjalin persahabatan yang nyata, aku punya teman2 blogger yang masih kontak walau mereka udah lama tidak ngeblog. Menurutku itulah persahabatan dunia maya yg sebenarnya :)

    ReplyDelete
  5. Wahh! kata-katanya mas Ron manteep dan pass dengan kata hati saya . "Rindu masa2 dimana bloh dibawa fun, bukan adu-aduan terkenal" Terimakasih, sangat mewakili :)

    ReplyDelete