Sunday, 15 February 2015

Wajah Bogor Sekarang





Saya belum tau bagaimana Bogor di masa  datang. Yang terjadi sekarang, bisnis  wisata dan kuliner. Katanya sih, kelak akan jadi pilihan orang Jakarta dan sekitarnya pada hari libur dibanding harus ke Bandung yang lebih jauh dan kadang macet di jalan tol Cipularang.
Bisnis properti pun demikian, lihat stand pamerannya di Mall ternyata berdiri perumahan dan apartemen baik di kota maupun di kabupaten yang semula kurang ngetop namanya.

Tapi begitulah... tiap membangun selalu ada yang dikorbankan!
Rumah-rumah tua zaman Belanda tidak dilindungi pemerintah. Pengusaha menyulapnya jadi bangunan modern minimalis. ngeliatnya  "Meuni maleus!"  *Jadi malas
Sementara Dinas Tata Kota atau semacamnya tidak punya peraturan khusus untuk itu. *Tidak punya, tidak mau tau, atau tau sama tau dengan pengusaha?

Didepan istana Bogor tahun kemarin masih bertahan bangunan tua. Ruko dan Dunkin Donut menyesuaikan diri dan mempertahankan gaya lama. Rumah sakit Salak di pugar tanpa menghilangkan model bangunan asli.

Namun sekarang.... bangunan tua  rumah sakit itu sudah berubah wujud! Jadi bangunan modern yang kaku, tak berseni, merusak pemandangan di sekitarnya
Di detik-detik terakhir, saya menyempatkan diri mengambil gambar sisa bangunan lama. Menyedihkan!

Tak hanya di sini, sepanjang jalan Pajajaran bangunan modern sudah merajai. Bangunan tua tak lebih dari 5 rumah :(















17 comments:

  1. iya, mak. rumah sakit salak sekarang jadi menusuk mata.
    padahal, kalau bangun rumah-rumah itu dipertahankan bisa jadi nilai tambah buat wisata bogor daripada lihat model bangunan modern yang di kota lain pun banyak.

    salam kenal sebagai warga bogor. :)

    theladybooks.blogspot.com
    imetamorphogus.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener... nggak ngerti deh, peran tata kota Bogor kayak nggak berfungsi.

      Delete
  2. Replies
    1. Insya Allah, nyesel jg ambil gambarnya setelah sisa sedikit. :)

      Delete
  3. pemiliknya kena pajak tinggi kali ya, jadi mending dijual & dia pindah aja ke lokasi yg lebih murah. ya bagusnya pemerintah turun tangan ngurusin rumah2 tua euy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Mak,kalau pemerintah sdh menetapkan rumah itu sbg cagar budaya biasanya dapat dana perawatan. Tapi baru ada di wilayah Menteng- Jakarta saja. Mungkin tak semua Pemda punya dana untuk itu yaa...

      Delete
  4. Sayang sekali ya bun padahal desain bangunan lama itu lebih nyeni

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itulah... tapi jarang yang mau memperhatikan apalagi protes!?

      Delete
  5. Aku juga di Bogor Mak. Macet terus, deeh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi...salam Bogor! Begitulah, izin trayek teralalu mudah didapat.

      Delete
  6. di jalan pajajaran dulu banyak rumah2 kuno. dulu pertama kuliah di bogor aku kost di jalan pajajaran di rumah kuno. Sekarang sudah jadi resto

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mak Tira,hampir semua jadi resto dan outlet. Sisanya tinggal sedikit

      Delete
  7. Beberapa tahun lalu saat ke Ciapus melewati banyak wilayah di Bogor sangat banyak bangunan tua yang bernilai sejarah. Sepertinya jika kesana lagi sudah banyak berubah ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau di Ciapus, Kota Paris dan Jl Cikuray masih banyak gedung tua. Pusat kotalah yang makin memprihatinkan,Mas Ron :)

      Delete
  8. selalu sedih tiap kali pembangunan mengorbankan sesuatu yang bagus atau bisa dimanfaatkan ya mbak :(

    ReplyDelete