Saturday, 14 February 2015

Tukang Jahit




Saya temani adik saya jahit baju di Pasar Sunan Giri-Rawamangun yang lumayan jauh dari tempat tinggalnya di Kali Bata Pasar Minggu. Meski heran punya langganan penjahit begitu jauh, saya ikut saja. Karna sudah 20 tahun lebih  tak pernah kesana lagi.
Pasar tidak terlalu besar, tapi pakaian-pakaian yang dijual mengikuti mode dan alat-alat tulis komplit.
Di lantai atas ada KFC yang waktu itu masih bisa dihitung dengan jari di Jakarta.
Sedangkan di bagian luar ada Rumah Makan Padang  Sederhana pertama, dan  jajanan bakso yang nge-top *Lupa namanya. Tiap  lebaran menghabiskan uang angpao di sana dengan teman-teman.

Fisik luarnya cenderung masih sama, tapi di dalamnya berubah! 
Yang dulu toko-toko pakaian jadi, kini sudah berubah jadi penjahit biasa dan penjahit butik.
Mereka saling bersaing, menyediakan ruang tunggu ber-AC, mengoleksi macam-macam bahan.
Satu toko  menawarkan khusus bahan-bahan bordir ala designer Avanti, yang lain khusus batik, atau tenunan daerah.

Banyak yang antri konsultasi  mode pakaian di sini. Kebanyakan untuk pakaian pengantin dan keluarga pengantin.
Bingung cari mode? jangan takut! Baju siap ambil  banyak tergantung, bisa jadi inspirasi.

Kami temui  penjahit langganan adik saya, Seoranag bapak sepuh ( Usia 70-an) yang matanya masih tajam melihat jahitan halus, dan semangat menjahit meski putra-putrinya sudah tak perlu di biayai lagi.
Sambil mengukur badan, ia mau menjawab  pertanyaan saya. Katanya, seorang anaknya lulusan UGM  jurusan Tehnik Nuklir, kemudian  ambil S3 nya di luar negeri. Anak tersebut sekarang  tinggal dengan keluarganya di apartement berkelas di Jakarta. 
Meski ditawari apartemen dan diminta istirahat, tapi tetap saja  sang bapak lebih suka tinggal di rumah kecil dan tetap menjahit.




16 comments:

  1. Replies
    1. Ya Mbak Lydia... penjahitnya kreatif dan tau selera pelangganan.

      Delete
  2. jahitannya halus ya mbak...
    itulah orang tua, meskipun ditawari fasilitas lengkap oleh anaknya hidupnya tetap bersahaja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi... kita sendiri suka berfikir, kalau bisa tak akan merepotkan anak sampai kapan pun yaa..;)

      Delete
  3. Replies
    1. Ya mak, jadi nggak repot harus belanjanya, semua sudah tersedia. Tinggal pilih model.

      Delete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. batinya tjakeep tjakep euy mak mutii.. jahitannya juga keliatan rapinya yaa..

    ReplyDelete
  6. Mbak, boleh tau nama atau mo tlp tukang jahitnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Namanya Pak Sardjono, Di lantai 1 (Paling Bawah). Sayang...Nomor hp nya saya nggak pegang . Maaf yaa..

      Delete
  7. Di sunan giri nama toko/boutiquenya apa ya mba?

    ReplyDelete
  8. Pak Sardjono hanya penjahit biasa di kios. Di sekelilingnya banyak penjahit berbutik, Mbak bisa membanding dan memilih. Trimakasih sdh hadir di sini yaa...

    ReplyDelete