Tuesday, 3 March 2015

2 Hal Yang Diremehkan



Seorang ibu yang suaminya meninggal 4 bulan lalu tiba-tiba datang ke rumah. Curhat di tengah lelehan air mata. Katanya saudara suami menzalimi dia dan anak-anaknya
Pasalnya dia ditagih bayar tanah rumahnya karna kelebihan dari hitungan jatah warisan.
Dia merasa sudah membayar cukup, tapi keluarga suami membantah.

Saya tanya, apa ada bukti transferan atau kwitansi pembayaran?   Jawabnya, tidak ada!
Apa keluarga suami punya catatan  penerimaan pembayaran? Jawabnya, tidak ada!
Karna kedua pihak sama-sama mengandalkan feeling saja maka keluarga suami menawarkan diganti dengan sebagian rumah. Penawaran yang dianggap sama dengan "Pengusiran" oleh ibu ini.

Mengeluhnya tak putus-putus, kenapa sang suami tak membicarakan detil hak mereka sebelum wafat?
2 hal besar yang paling di remehkan, padahal efeknya bisa panjang membawa permusuhan.

Pertama, Kebanyakan dari kita masih  tabu atau pakewuh membicarakan waris selama orang tua masih hidup. Padahal berwasiat itu dianjurkan Allah untuk memudahkan manusia. Allah sudah mengatur karna Dialah pemilik harta sesungguhnya.
Manusia GR yg merasa memiliki akhirnya mengikuti akal dan rasa saja.

Kedua, Menganggap remeh catat mencatat  karna masih hubungan keluarga. Padahal agama mengatur, meski cuma 2 orang berhutang piutang dengan nominal kecil, harus... harus di catat!

Masalah waris masalah serius di Prancis. Negara memberi denda besar pada warganya yang mengurus waris setelah kematian orang tua. Makin cepat diurus makin murah. Maka  Adik saya  bilang mertuanya sudah mewariskan hartanya ke anak cucu sedari awal,  hingga status mereka seperti menumpang pada anak. Bagi kita "Kok,tega sih?" Bagi mereka itu menenangkan.



12 comments:

  1. Pelajaran penting yg sering diabaikan ya Mak.
    Btw, baru tau negara Prancis udah punya perundangan yg tegas masalah warisan. Thanks infonya ya Mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih juga Mak, smg jadi percontohan untuk pemerintah kita yaa..

      Delete
  2. Paling aman ngewarisin ilmu aja dah mak...
    Penglaman nih, mskipun semsa hidup org tua. Sdh mmbicrakn hrta waris kpd anak2nya, tp msih ttp aja brselisih saat org tua udh meninggal dunia, na'udzubillah...
    Tfs ya mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju Mak, cuma warisan ilmu yang terbawa hingga akhirat manfaatnya.

      Delete
  3. Duh maak, jleb banget.. Koq bisa sama persis sih ya dgn apa yg aku alami.mau ngomong koq pekewoh secara ibuku masih sehat, tapi takut jika ibu udah ga ada nanti, keserakahan kakak aku makin menjadi :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sulit ya Mak, cuma mengembalikan ke hukum Allah saja yang bisa menenangkan semua pihak. Tapi masalahnya belum tentu semua setuju.

      Delete
  4. betul sekali. Mending kalau anak-anak yang ribut seringkali cucu2nya bahkan mantu yang tak ada hubungannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi... jadi kayak sinetron ya Mak Tira...:)

      Delete
  5. Di keluarga besar saia juga ada yg seperti itu, tapi memang budaya qta masih tabu sekali untuk urusan membicarakan warisan sebelum ortu meninggal. Semoga nanti saia tidak sungkan untuk membicarakan ini dg ortu,demi kebaikan anak cucu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mbak Casendutty, karna bisa jadi di level anak nggak ada masalah karna besar tenggang rasa. Begitu sampai ke cucu berubah jadi bara.

      Delete
  6. Replies
    1. Semoga bisa membantu dalam merubah imej ttg warisan ya,Mbak.... :)

      Delete