Monday, 23 March 2015

Memulai Usaha (1)




2 minggu ini  lagi jalan-jalan terus dengan suami, cari Rumah Toko (Ruko) buat mewujudkan planningnya buka usaha kuliner. Kalau orang Bogor bilang mau "Kulineran"
Bogor menjamur tempat wisata goyang lidah. Jadi tempat-tempat strategis laku keras meski harga tinggi.

Kemarin dari lapak Google ketemu iklan Ruko di lokasi strategis, dekat dengan Istana, Rumah Sakit Salak, Sekolah Regina Pacis, Pasar Anyar, Pengadilan dan Kantor Telkom.  Liat suami gembira dan langsung kepengen setor DP hari itu juga, kepala saya langsung, Twiiing !!  Haduuhh... dagang masih baru, perkenalan perlu waktu, trus butuh perlengkapan yang pasti biaya banyak juga. Komplain? Akh, nanti dibilang sok tau.

Memang sih, saya naksir juga. Tiap pulang dari pasar selalu naksir daerah situ. Anak sekolah, dan orang kantoran memenuhi jajanan gerobak sampai resto tiap pagi dan siang. Tapi mau saya,  cari tempat usaha yang harganya murah dulu, kalau sudah punya nama, banyak dikenal orang, baru dehhh... di Ruko berlantai 2, biar jadi kamar orang-orang yang bantu kami.Atau mau dijadikan 2 usaha? bisa saja...

Jam 2 siang kami ke lokasi. Cool banget tempatnya! Parkiran luas, angkot 24 jan lewat situ.
Waktu kami parkir, ada seorang bapak yang lagi foto-foto ruko itu.
"Tuh, kaan.... banyak yang naksir tempat ini! baiknya kita cepet selesaikan saja urusannya! Penghuni lama keluar bulan Mei, jadi ada kesempatan buat kita mempersiapkan perlengkapannya"
Saya diam saja. Ni otak menghitung terus jumlah tabungan yang tersisa seandainya jadi. Uang kuliah dan kost anak selama 1 tahun lagi masuk dalam tabungan itu. Dag dig dug!

"Nggak apa-apa Ma! Kalau orang mau usaha itu harus berani! Hitungan orang dagang, keuntungan perhari harus di sisihkan untuk menutupi sewa Ruko. Anggap kita pinjam uang tabungan sendiri. Tahun depan harus dikembalikan uang itu"

Wahh! benar juga. Mungkin saya yang nggak punya otak bisnis, jadi suuzon dan berkecil hati terus.
Ok, terserah "Paduka" sajalah!  Kalau saya yang memilih tempat terus rugi? pasti penyesalan 2 kali lipat ada pada saya,kan?

Setelah calling, bagian pemasaran membimbing kami ke toko yang dimaksud. Katanya disamping apotik. Woow! ruangan bersih ber AC, 3 lantai masih dipakai kantor Bank Perkreditan.
Ehhh... ternyata nggak berhenti di situ! teruuus ke arah samping Ruko. Nggak taunya itu tempat menghadap ke jalanan yang sepi, tidak ada kendaraan  umum lewat, di depannya ada penduduk setempat buka warung kecil yang jual makanan juga.

Suami keliahatan ragu, nggak tega juga bersaing dengan warung itu. Apalagi tempat sepi,  tidak terkejar untuk bayar tenaga kerjanya.
Carrrri lagiii... *Diam-diam saya legaaa :)
Kepengennya sih, dapat tempat baru bersih, 3 lantai, terawat, perkiran luas, deket perkantoran, pasar, banyak lalu lalang orang, dan harga sewa murah.** Hehehe ... mimpiii!


Sekedar informasi,

Siapa tau ada pembaca juga yang punya niat sama dan sedang cari-cari?

- Wilayah Pasar Anyar (Bogor Tengah) harga sewa Ruko dengan luas bangunan 68 dari lahan 300 meter , 3 lantai,  rata-rata 60 juta/tahun

- Lokasi  Kuliner Jl.Bangbarung, luas bangunan 50 meter, rata-rata 50 juta/tahun

- Lokasi Kuliner di Jalan Bogor Baru, luas bangunan 60 diatas tanah 300 meter, 2 lantai, harga sewanya 70/ tahun

Betul kata orang, memulai usaha itu tidak gampang! Langkah pertama perlu keringet banyak.
Tapi saya yakin, jatah kita sudah tertulis, Allah mau lihat ihtiar kita dan sejauh mana kebergantungan kita padaNya. Capek sendiri, ngos-ngosan sendiri, sakit sendiri, kalau cuma mengandalkan otot sendiri. Tanpa kita sadari sebetulnya Allah sudah kasih kita modal awal yang angkanya berderet panjang, yaitu modal kesehatan. Seberapa banyaknya uang, akan menciuut kecil kalau sudah kena urusan kesehatan ( Sakit) Naudzubillahi min zalik!

Kami harus sering-sering saling mengingatkan, ihtiar atau usaha dengan sabar. Jangan terlalu di ambil hati yang akan bikin stress. Jadi inget Si Sule yang sambil becanda bilang,

 "Semuanya itu tergantung sama DUIT ! DUIT!"

- Doa
- Usaha
- Ihlas (Legowo saat menjalankan)
- Tawakkal (Berserah diri)

Apa yang kami hadapi kini dan nanti semoga menjadi pelajaran bagi siapa saja, khususnya buat anak-anak saya. Beginilah, cara memulai usaha!





6 comments:

  1. saya setiap pulang ke Batam selalu keliling lihat2 ruko,pinginnya memang usaha atau dagang hehe. PAling suka kalau ruko ada parkiran atau setidaknya jalan depan luas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju Mak, jalanan luas dan ada parkiran, supaya pengunjung nggak khawatir mobilnya saat makan. Semoga rencana Mak Zwan cepat terwujud yaa..:)

      Delete
  2. Semoga berkah ya bun... dan semoga segera dapet ruko impian :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin ya Rabbal "alamiin...senang dapat kunjungan dan doanya :)

      Delete
  3. mudah-mudahan segera dapat tempat yang sesuai ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin Ya Rabb...seneng dapet doa dari Mak Lidya. Semoga Mak mendapat lebih dr yg didoakan :)

      Delete