Sunday, 22 March 2015

Jika Anak Piknik Jauh






Membaca  berita-berita kecelakaan di media bikin saya berat melepas anak piknik jauh-jauh. Kalau bukan karna planning sekolah, tentu saya cari pengganti hiburan lain buat anak.
Umumnya anak-anak SMA melaksanakan liburan bareng pas kelas 2, karna kelas 3 sudah sibuk masing-masing dengan ujian kelulusan dan test masuk perguruan tinggi.

Beberapa hari sebelum keberangkatan saya suka khawatir, tapi disimpan saja, sambil terus berdoa semoga tidak terjadi musibah apa-apa. Semoga putri bungsu saya selamat dalam perjalanan pergi dan pulang. Bisa ketemu Papanya yang 4 hari lagi tiba di tanah air.

Tujuan piknik ke Jogja  selama 2 hari, full kegiatan. Mengunjungi kampus UGM, Candi Borobudur, Pantai Parang Tritis, dan... biasalah, belanja!

Persiapan




Sumber Gambar

Semua perlengkapan dia sendiri yang mengumpulkan dan memasukkan dalam travel bag. Sejak belum sekolah saya biasakan anak-anak membawa ransel dan isi sendiri keperluannya. Meski isinya cuma sapu tangan, handuk kecil, termos, baju kaos untuk salin, mainan dan buku kesayangan mereka.
Walhasil sudah besar mereka tau persis apa yang dibutuhkan, tak ada istilah ketinggalan!
Kalau saya bantu juga nanti akan merepotkan mereka mencari. Jadi biar mereka yang atur saja.

Kalau sekarang, bawaan sudah banyak jadi  saya selalu ingatkan agar mencatat semua barang-barang yang dibawa, supaya tidak ada yang tertinggal saat kembali nanti. Selain pakaian, perlengkapan yang dibawa biasa saja,  seperti

- Perlengkapan Mandi.
-           "           Sholat.
-           "           Piknik
-           "           Tidur
- Obat-obatan
- Buku bacaan


Beruntung, sekarang ada kantong kedap udara (Vacuum bags) yang bikin tipis  tumpukan pakaian bawaan.
Jadi handuk tebal dan selimut hangat  kesayangan anak saya  tidak makan tempat.
Hehehe...Bawa bantal guling juga bisa, kalau mau!



Seperti abang-abangnya, dia juga saya nasehati sebelum berangkat, supaya :

- Menjamak sholat  di pemberhentian bis
- Jangan menahan kencing. Nggak mau kan, bengong sendiri Anyang-anyangan sementara yg lain gembira?
- Minum yang cukup karna di kendaraan ber-AC cairan tubuh cepat berkurang
- Jangan  bercanda/ ketawa berlebihan  dalam Bis.
- Dari pada melamun lebih baik baca buku yang penuh manfaat, atau zikir.
- Bergantian duduk dengan teman sebangku siapa tau dia juga mau lihat pemandangan?
- Sesekali sms, beritau sudah sampai mana? atau balas kalau mama sms.
- Pilih tempat aman kalau mau foto-foto
- Perhatikan aturan/peringatan dari guru-guru
- Jangan begadang, biar  fit dan fresh saat wisata.

Ada satu yang tak terfikirkan oleh saya, tapi anak lebih siap. Misalnya, dia sudah googling sendiri peta jalan di sana, tempat makan yang unik plus harganya, dan hal-hal apa saja yang biasanya mengecewakan wisatawan. Mulai dari tukang becak yang suka "Ngerjain" dan lain-lain.

Sempat anak saya memilih  dibelikan Powerbank, dari pada saya memberikan uang untuk oleh-oleh.
Rupanya dia sudah tau, kalau rame-rame begitu pasti berebutan stop kontak buat nge-charge HP masing-masing. Hihi, benerr juga!


Waktu Berangkat.

Jam karet masih berlaku juga ternyata ya..., meski ada smartphone sudah memudahkan komunikasi. Ada siswa lain yang kesiangan datang sementara teman-temannya  hadir dari pagi masih gelap.

Alhamdulillah Bis nya baru, bersih, dan jarak bangku luas. Saya baru menyetujui anak ikut wisata setelah tau bis apa yang akan digunakan. Biar sedikit mahal tidak mengapa, asalkan bukan bis-bis lama yang tak laik, apalagi kalau sopirnya tidak sopan di jalan. Jika terjadi apa-apa, Qadarullah! Yang penting manusia sidah ihtiar maksimal.

Hal lain yang penting buat saya.

1. Bagaimana keadaan Bis
2. Berapa guru yang ada dalam masing-masing bis. Minta nomor hp nya
3. Siapa teman sebangku anak saya, dan minta nomor hp nya juga

Meski sudah disiapkan snack sarapan pagi, tapi saya siapkan juga buger isi komplit untuk anak dan gurunya yang 1 bis. Alhamdulillah  fast food berlambang badut itu buka 24 jam.
Hehe...bukan nyogok lho, Bu! Cuma biar ibu kenal, saya ini mamanya Iin.

Kalau semua sudah dilaksanakan, rasanya legaa melepas anak piknik jauh.












10 comments:

  1. jadi inget,piknik terakhir tahun 2011 sama anak2 SMP tempat aku ngajar dulu mak. BIasanya para orangtua nitipin anaknya sambil ngasih kresek jajan gitu xixixi,kadang ada juga yang nitip anak sama suruh ngabarin ortu kalau anaknya kenapa2 ^^
    aku belum pernah lihat vacum bag untuk baju,asik juga ya,jadi kempes gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi... banyak doong jajanannya. :) Vacum bag sangat membantu,Mak. Nggak mahal pula!

      Delete
  2. aku mengerti dan memahami kekhawatirannya mbak Mutiah, seru membaca pengalamannya melepas anak yang akan piknik jauh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitulah Mbak Tya, padahal saya tidak nonton2 TV lagi, tapi berita-berita kecelakaan saat piknik itu masih ingat terus.

      Delete
  3. Aku baru tahu yang vacum bags itu maak, kuper kali ya akuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Rahmi, wajar kalau baru tau, karna iklan itu sudah lama sekali dan nggak pernah muncul di tv lagi.

      Delete
  4. anakku belum piknin jauh mbak, paling pergi pagi pulang sore

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe... masih asiik doong! Nanti ada masanya ya Mak, tapi mudah2n saat itu lalu lintasnya lebih aman dari sekarang. Atau pikniknya siswa yang akan datang sudah lebih ok, naik pesawat gituuu...:)

      Delete
  5. aku gak peranh kawatir anak pergi jauh mereka sudah dibiasakn sejak kecil, pergi sendiri. nekad ya, tapi mereka jadi pemberani.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahh...asiik tuh, mudah2n setelah ini saya jadi terbiasa yaa...:)

      Delete