Thursday, 19 March 2015

Kelamaan LDR (2)


Perjumpaan setelah lama LDR banyak juga nggak enaknya. Orang cuma bisa bilang "Waahh...asiknya, penganten baru lagi!" Padahal ada saja masalah yang timbul dalam penyesuaian.
Suami saya di negri sana biasa masak sendiri, dia tau persis yang enak buat lidahnya. Akhirnya masakan saya dibahas. Beda banget dengan saya yang taidak pernah bisa menikmati masakan sendiri, jadi apapun  yang dimasak orang lain semuaaaa enak buat saya.
Memang ada beberapa masakan saya yang tetap jadi favoritenya sejak dulu, tapi tetep aja, buat saya terlalu repot kalau ngebahas makanan. Nikmat makanan bisa berkurang.

Ada juga masalah lain...
Selama suami pergi semua miliknya terjaga. Anak-anak dan hartanya. Sebisa mungkin dia kembali masih sama keadaannya dengan saat dia pergi. Anak-anak sehat, pendidikan kelar, berahlak baik.
Alhamdulillah, saya bisa bangga dengan hasil selama 11 tahun. Sebetulnya bukan saya sihh... cuma kemurahan Allah dan segunung doa saya dan suami juga.

Dalam Islam sudah tegas tugas istri untuk menjaga anak dan harta suami selama suami bepergian.
Sepatu-sepatu dan tasnya yang hancur di makan lembab, tetap saya simpan. Begitu juga pakaian-pakaian lamanya walaupun sudah tidak muat lagi dan beberapa ada yang sudah pudar warna, tetap saya simpan baik-baik. Bagian lemarinya tetap seperti waktu dia tinggal.Rasanya nggak tega, begitu pemiliknya nggak ada lalu saya singkirkan untuk tempat pakaian2 lain yang banyak diluar lemari tak tertampung. Hihi... soalnya sejak rumah tangga sampai anak-anak besar lemari pakaian nggak bertambah.Cuma laci-laci saja yang banyak. Tidak memenuhi sarat buat baju yang langsung pakai. 

Tapi tidak semua bisa berjalan dengan sempurna.  Dan saya kesandung dalam hal kecil.
Ceritanya gini, suami pernah kirim banyak baju dan barang dari sana (Sacramento).Di antaranya ada beberapa  jaket tipis bertopi dari kantor tempatnya bekerja. Yang saya tau, kantornya selalu mengeluarkan jaket seragam itu. jadi pasti bertambah lagi  doong kalau dia datang.
Jadi, saya kasih 1 ke ipar saya yang punya usaha malam hari.

Ternyata itu kesalahan besar bagi suami, alasannya itu buat naik gunung dengan anak-anak. Padahal anak-anak sudah banyak jaket tebal-tebal hadiah tantenya dari San Francisco. Entahlah! mungkin "Roti sepotong lebih berharga dari roti sekeranjang?" Ukh, Ujian banget deh!

Kalau buat saya sih... harusnya bersyukur saja, harta yang besar sudah selamat. Kenapa harus terganjal dengan harta yang kecil?
Tapi saya nggak bisa maksa fikiran orang sesuai dengan fikiran saya, bukan? Dan memang saya salah, walau bagaimana pun tetap harus minta izin meski barang kecil.

Buat yang LDR, bersiap-siaplah dengan hal kecil yang mungkin bisa jadi ganjalan.
Paling bagus kalau janjian sebelumnya.Tanya pada pasangan kita, apa yang dia tidak suka kalau terjadi saat bersama lagi. Supaya aman, kalau terjadi diluar yang dia utarakan "DILARANG KOMPLAIN"

Bersyukurlah kalau punya suami yang pandai menghitung nikmat dan  yakin bahwa segala seuatu termasuk barang ada umurnya. Allah yang tentukan sampai kapan kepemilikan kita? Dan Allah yang akan menggantikan apa-apa yang sudah kita lepaskan.

Ok, sudah dulu yaa... sampai ketemu lagi :)





9 comments:

  1. adem banget bacanya, apalagi endingnya .makasih mbakku....^^

    ReplyDelete
  2. Nice share Mak, pelajaran buat yg sedang dan akan LDR :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. Terimakasih Mak Vhoy, senang klw bisa manfaat. :)

      Delete
  3. dulu suami suka masakan saya mak, tapi mungkin karena selama LDR-an dia kan seringnya beli, kadang suka malas makan masakan saya kalau pas pulang...sempat sakit hati juga, tapi yaudah yang penting anak2 suka masakan saya :D #menghibur diri sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi...Betuuul! Enak berfikiran gitu ya mak...easy going!

      Delete
  4. terima kashi sharenya mbak. Walaupun saya tidak LDR tapi jadi dapat masukan dan ilmu dari postingan ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mak Lidya... Mudah2n nggak LDR-an deh! walau gimana enakan bersama. Kalau Allah nggak izinkan, tandanya memang Mbak nggak kuat. Masing2 punya jatah yang porsinya sesuai yaa...:)

      Delete