Saturday, 28 March 2015

Kepergian Olga Syahputra


Sumber Gambar

Kalau sebut nama Olga, pasti saya ingat senyumnya yang khas dengan gigi gingsulnya yang menyembul, setelah  itu wajahnya yang suka mendadak bengong, lugu, atau ngambek, tapi kata-kata menyerang kocak sudah siap di kepalanya. Makin salah, Olga  makin kocak. Misalnya saat menampakkan kekurangannya, misalnya  tidak membaca teks berbahasa Inggris di acara Ceriwis Trans TV.

Olga bisa juga menangis sejadi-jadinya bila bertemu dengan nenek-nenek  dhuafa. Tanpa dibuat-buat mengalir sayangnya lewat perhatian dan pelukan. Sebab Olga berasal dari keluarga yang ekonominya lemah juga. Masa lalu yang  jadi alarm untuk menjauhi dari sombong.

Kita menikmati tawa riang Olga dari hari ke hari. 95 % ia dalam keadaan plus pujian dalam pandang kita. Sisa 5% adalah rahasia!  Bagaimana ia menikmati kesendiriannya bersama Sang Pencipta. Terlempar dari keriuhan panggung menuju  sunyi sebenarnya. Bukan sunyi duniawi yang menyedihkan, tapi sunyi fitrah seperti alam bayi dulu, sesaat setelah Allah memperkenalkan diriNya.
Kala manusia belum punya kepentingan apa pun dan bersandar pada apa pun.

Saya berdoa semoga sakitnya Olga, kesabarannya dalam menahan sakit, dapat memutihkan catatan amalnya. Terhiburnya hamba-hamba Allah, pertolongannya pada dhuafa dapat menutupi segala kekurangannya. Dia mendapat ketenangan seperti sebelum lahir dulu...

Sepertinya kita melepas Olga sendirian, berdiri diam sementara ia menjauh ke satu titik.
Tanpa kita sadari, sebetulnya kita sama-sama sedang berjalan dalam kecepatan yang berbeda. Menggenggam nomor antrian masing-masing lalu akan di himpun semuanya.
Ceceran air mata sudah kering, masing-masing sibuk dengan tanggung jawabnya atas anugerah usia.
Yang dulu menangisi orang lain, kala itu semuanya menangisi diri sendiri bila kurang bekal.

Semoga kepergian siapa pun, akan membawa hikmah besar. Makin sadar akan peran kita di bumi.
Jejak seperti apa yang akan kita tinggalkan? Tamu bagaimana yang akan menghadiri hari kematian kita? Siapa yang akan mensholati kita nanti?  Jawabannya ada pada pena peran yang tengah kita goreskan sekarang

We miss u Olga...
Allahummaghfirlahuu, warhamhuu, wa"afihi wa'fuanhuu

Wallahu a'lam


6 comments:

  1. semoga kita diberi akhir yang khusnul khotimah ya Mbak...aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiin ya Rabb, kita kehilangan yaa...:(

      Delete
  2. Aamiin...

    Kepergian Olga yg diantar banyak orang bukti kalo dia dicintai banyak orang juga ya Mak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, saya jadi mikir, kalau kita "Pergi", berapa banyak yang antar ya? Semoga kita diantar dengan ridlo dan ampunan Allah yaa..

      Delete
  3. Semoga diberikan yang terbaik ditempatnya

    ReplyDelete