Sunday, 15 March 2015

Kesalahan Menulis Cerpen Anak




Senang terima koreksian dari Mas Bambang Irwanto, guru cernak online saya.
Kesalahan saya jadi terang benderang, mudah ditemui. Kata Pak guru begini...

- Usahakan jangan menulis kalimat panjang dalam satu kalimat. (Mungkin agar lebih cepat difahami anak-anak yaa...). Cukup induk dan anak kalimat.

- Keterangan tokoh jangan diulang lagi bila sudah diurai di pendahuluan

- Buang kalimat yang tak perlu.

- Tokoh utama harus selalu ada dalam setiap cerita

- Ending jangan tergesa-gesa.

Menulis cernak memang sederhana. Banyak bahan cerita dari keseharian kita. Kalau lagi mampet ide, saya buka film kartun di youtube, majalah anak, buku ilmu pengetahuan anak.
Namun menumpahkan dan menyusunnya perlu keterampilan mengolah kata dan rasa. Pesan moral dan menyisipkan ilmu harus halus dan difikirkan sebelum pena bergerak.


Kesamaan cernak  dengan cerita dewasa adalah mengatur alur yang sederhana, alur maju, dan konsisten dalam kisah. Karakter tokoh akan membuat kita konsisten dalam mengurai cerita.
Latar belakang penting,  menggambarkan suasana sore, malam , lampu-lamu, bintang dll sangat membantu pembaca membayangkan situasi, waktu dan tempat.

Beberapa kali dapat komentar ide tulisan saya sudah baik. Tapi  saya masih merasa lemah dalam memilih gaya kata anak-anak. Setiap menyusun narasi suka bertanya sendiri "Ni, anak-anak ngerti nggak, ya?" "Ruwet apa nggak?"

Banyak lagi sih, yang harus diperhatikan kalau baca teori menulis cernak, rasanya jadi berat. Tapi ada yang membesarkan hati, anak-anak jatuh cinta pada cerita bukan hanya pada paparannya saja, bisa jadi karna gambarnya, sampulnya, atau dari gaya cerita  orang tuanya.



6 comments:

  1. Cerita anak adalah hal yang paling sulit saya buat setelah cerita misteri :)

    Membuat kisah yang menarik untuk anak-anak dan mereka duduk diam mendengarkan dengan antusias sungguh sulit. Aku banyak belajar dari buku dongeng luar sih, sehingga melihat point-point apa yang disukai seorang anak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe...nggak nyangka Mas Ron perhatian dan senang juga dengan dunia anak-anak. Insya Allah nanti jadi Bapak yang baik dan bs jadi sahabat yg baik juga buat anak-anaknya,kelak...:)

      Delete
  2. aku belum pernah nulis cerpetn mbak, ajari dong

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe...ini juga masih belajar Mak ...Kalau tullisan saya sdh muncul di media baru PD deh bagi ilmunya untuk Mak Lidya..

      Delete
  3. bener Mak, pemilihan kata-kata harus yang mudah dipahami anak-anak, kata sehari-hari dan mudah dipahami.
    semangat terus Mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Mak Ninik, kok tau sih, saya suka surut semangatnya? seneng dapet supportnya ,Mak :)

      Delete