Thursday, 12 March 2015

Memilih Matras


Sumber gambar


Setelah mencoba nikmatnya tidur di kasur Orthopedik bahan Latex, saya beli lagi 2 tempat tidur untuk anak-anak berbahan sama. Jenis ini bukan karna  cocok untuk usia diatas 40 tahun yang sering mengeluh pegal otot saja lho... tapi kasur ini baik  untuk anak saya yang bermasalah di tulang  (Skelorosis). Walaupun skelo nya belasan derajat saja, tapi tidur dengan kasur yang tepat paling tidak akan membuatnya nyaman dan tidak menambah derajat kemiringan tulang punggungnya.

Adik saya ada yang sering mengeluh punggungnya terasa sakit setiap bangun pagi, ternyata skelo juga dan baru diketahui setelah usia 40 tahunan. Mudah tertangkap mata bagi yang faham. Bahu kiri tak seimbang dengan bahu kanan. dan agak menonjol salah satunya.
Bagaimana adik saya tak mengeluh dengan sakitnya? Kasurnya empuk nyaman. Tulang punggung mengikuti lekuk kasur yang tertimpa berat badan. Maka saya sarankan agar ganti kasurnya.

Makin asli tempat tidur latex, makin keras dan mahal! Yang kelas menengah saya tanya harganya ada  8 juta ukuran Queen ( 160X200). Hihi... kalau di pikir mending tidur di tikar aja deh! lebih keras :)
Tapi contoh lapisan atau material dalamnya memang bagus. Sirkulasi udaranya bikin adem sesuai dengan suhu kamar, dan lapisan akhir lembut berbahan anti tungau, cocok buat yang punya penyakit asma. Sifat Hypo allergenic yang membuatnya demikian.

Menjelang kepulangan suami saya agak risau, takut kalau dia tidak cocok dengan kasur ini. Sebab untuk masalah tidur dia perlu adaptasi. Bantal saja bisa jadi aneh buat dia kalau yang tidak biasa dia pakai. Beda banget dengan saya yang dimana aja bisa langsung merem kalau sudah kesenggol bantal asing. Eh! alhamdulillah tuh! Suami cocok dengan matras ini, malah dia bilang enak! Badan nggak pegal-pegal.
Bener deh... saya liat frekwensi membolak balikkan tubuhnya tidak sering! Dan baru saya tau kalau busanya bukan busa biasa yang menyerap panas, dan struktur latex menyangga tubuh dengan baik. Mengurangi titik-titik tekan pada permukaan tubuh.

Kekurangan Latex ada juga, yaitu, berat diangkat dan berat di harga.
Tapi apa sih, yang tidak bisa dioplos di negeri kita? Bagi yang tidak punya masalah dengan pungggung, bisa pilih yang latex oplosan, lateks nya  50 %. Harga ukuran single cuma 1,5 juta.Agak ringan dan gampang di jemur,
Kalau bisa jangan pilih cover  warna hitam ya, itu warna yang mudah sekali  menyerap panas.




                                             Berbahan dasar getah pohon karet.(Sumber)

2 comments:

  1. warna hitam aku jarang aku lihat mbak. tapi biasanya aku pilih warna gelap

    ReplyDelete
  2. Ya, memang itu warna jarang Mbak. Warna putih ada kekurangannya juga, kalau ketetesan air, jadi kelihatan kyk gambar peta.

    ReplyDelete