Saturday, 14 March 2015

Rumah Betawi Yang Tersisa




Setiap pulang ngaji di Cilengsi pasti lewat depan rumah tua. Jalan menuju rumah di tumbuhi tanaman keras yang rindang nyaman.
Kami membahas rumah yang mengingatkan masa kecil itu. Akh, seandanya di teras rumah itu ada meja dagangan gado-gado, asinan dan kerupuk mie dalam plastik besar menggantung di sisi meja... Persis dagangan Pok Rohaye tetangga kami di daerah Pisangan Lama-Jakarta Timur.

Kalau nonton film benyamin, masih bisa dinikmati rumah dan suasana betawi jaman dulu.
Tetangga yang bicara apa adanya, agamis, seneng guyon, serba ingin tau, tapi sangat penyayang dan mudah membantu, ciri khas Betawi banget!
Pokoknya kalau mau liat gaya mereka tinggal nonton acara Lenong Betawi  TVRI tahun 70-an.


Penduduk Betawi sekarang  bukan saja kalah jumlah karna kedatangan kaum urban, tapi hati mereka juga terlanjur jatuh pada mereka. Anak pinak kebanyakan tidak asli lagi.
Beruntung budaya Betawi masih tersisa meski hanya pada saat-saat tertentu saja.
Yang memprihatinkan adalah rumah-rumah khas mereka hampir habis.
Seperti yang satu ini ... beberapa minggu setelah ambil gambarnya, rumah ini rata dengan tanah.
Sayang yaa... :(
















4 comments:

  1. sudah jarang rumah seperti ini yang saat ini mbak

    ReplyDelete
  2. Iyaa... pemerintah melindungi yang terisisa di kota saja. Sayang banget! :(

    ReplyDelete
  3. hah??udah rata...sedih banget ya mbk. sepertinya akhir2 ini banyak berita,pemilik rumah betawi banyak yang mau digusur

    ReplyDelete
  4. Benar, beruntung zamannya Gubernur siapaa gitu, di buat perkampungan Betawi yang di lindungi, Condet nama daerahnya.

    ReplyDelete