Thursday, 5 March 2015

Setelah 11 Tahun LDR...



Lumayan yaa... jalani hidup berjauhan, yang satu berjuang di Sacramento-USA demi masa depan  anak-anak. Yang satu lagi (saya) disini berjuang menjaga harta, yang terlihat maupun tidak. Kehormatan diri istri dan akhlak anak-anak adalah harta hati dan akhirat bukan? Tak terlihat tapi justru yang terberat.
Seperti ada beban super berat  terangkat ketika melewati masa uji nyali di kehidupan riil.

Teman-teman sering tanya "Koq kuat sih, gue ditinggal 3 bulan aja udah uring-uringan!"
Siapa bilang kuat? Saya tidak kuat, tapi ada yang menguatkan. Yaitu keyakinan bahwa segala sesuatu yang kita alami pasti tidak sia-sia. Ada maksud Allah yang selalu baik di balik semua.
Sederhana aja sih cara fikir saya, pointnya gini...

- Semua manusia punya resiko hidup besar atau kecil. Jika besar yang dihadapi maka kapasitas hati harus di tambah. Data komputer terlalu banyak, Ram nya harus di besarkan. Atau kebutuhan listrik kita banyak, dayanya harus di tambah. Hati kudu lentur kayak karet.

-  Masalah yang saya punya memang sudah pas buat saya. Orang lain belum tentu kuat memikulnya, begitu pula sebaliknya, masalah yang dialami orang lain belum tentu saya kuat menerima.

-  Saya selalu ingat kisah Nabi Ibrahim yang diperintahkan Allah meninggalkan istrinya Siti Sarah dengan bayi mereka di tengah gurun pasir. Tanpa aqua sebotol dan uang 1 sen pun dan dijamin tak dapat kiriman apa-apa. Hikmahnya agar hamba tau bahwa ada yang maha menjamin. Apa buktinya?
Air terpancar dari pasir di bawah tapak kaki bayinya.

Saya jauhhh di banding Ibunda terpuji itu, saya masih dapat kiriman Money Gram 2 minggu sekali. tehnologi modern memudahkan saya ber-skype  disembarang waktu. kami ngobrol bisa sambil mengerjakan pekerjaan rumah, bisa lihat suami lagi sholat, tau apa yang dia masak/makan. Obrolan minimal 2 jam. Jadi rasanya tak ada alasan untuk tidak bersyukur. Tak ada alasan untuk bilang tidak kuat.

-  Saya selalu yakin bahwa kesabaran pasti berbayar. Dan ternyata benar, asal saya mau menerima keadaan maka Allah yang sebenarnya memudahkan segalanya. Seperti menata hati anak-anak saya hingga mudah diatur, pendidikannya membanggakan hati  dan banyak hal-hal lain yang sulit saya ceritakan.

Sekarang Allah kabulkan doa kami, dikumpulkan dalam keadaan utuh dan sehat. Hilang ketakutan  lama yang  jadi rahasia saya dengan Allah sang pemilik umur. Saya suka takut, kalau suami pulang dalam keadaan tak bernyawa, atau suami kembali tapi saya atau salah satu anak sudah "Berpulang"

Semulus itu kah? Tentu tidak! Seperti hujan  yang kadang diselingi angin bahkan petir. Tapi setelah hujan berlalu jalan jadi bersih, udara berganti segar, tumbuh tunas baru. Biar jadi rahasia alam saja...

Semoga bermanfaat bagi penerima soal ujian  yang sama. Berapapun lamanya LDR, bukan masalah di waktu tapi pada keihlasan.




14 comments:

  1. Alhamdulillah sudah berkumpul kembali ya mak, LDR emang berat ya mak, tapi dirimu sanggup melaluinya, saluut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, trimakasih Mbak Rahmi... Semoga kuat juga bagi mak emak lain yg sama mengalami :)

      Delete
  2. Subhanallah, semoga selalu diberi kekuatan dan keberkahan ya Mak Mutia. Memang benar, Allah selalu memberi manusia -apapun itu- sesuai porsi dan kemampuannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin ya Rabb... betul Mak, dan sll berprasangka baik pada Allah harus dikuatkan :)

      Delete
  3. Baru tau saya kalau bunda LDRan... alhamdulillah selalu di beri kekuatan dan kesabaran selama 11 tahun kemarin ya bun... ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe...lolos dari yang satu, semoga bentuk lain ke depan lolos juga ya, Mbak Indah...:)

      Delete
  4. Masya Allah..11 tahun??luar biasa mbak,baru tahu saya..hebat ya,tapi berasa dekat juga ya kalo skypan minimal 2 jam...^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah mak Zwan, prangkat modern yang bisa menunjang kesabaran :)

      Delete
  5. Replies
    1. Alhamdulillah ...Berharap semoga sahabat-sahabat tak ada yg sampai selama itu..:)

      Delete
  6. 11 tahun yg luar biasa. Hidup memang pilihan y mba.... dan hanya dengan berserah diri pada Allah lah obatnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah... betul tuh mbak Santi, kalau maksa kehendak dan keadaan jd kecewa sendiri. Berserah sajalah! :)

      Delete
  7. Alhamdulillah ikut senang Mak, akhirnya berkumpul kembali....rencana Allah selalu indah untuk kita ya Mak :)

    ReplyDelete
  8. Terimakasih Mak Ninik, semoga bisa kumpul terus dunia akhirat yaa...:) hehe

    ReplyDelete