Monday, 30 March 2015

Tips Menulis Cerpen Anak


Sudah 2 kali tugas cernak saya dikembalikan pak guru dan harus direvisi secepatnya. Ampuun!
Tapi saya senang, karna baru sekali bertemu dengan guru yang demikian teliti dan amat berterus terang dalam mengkritisi tulisan saya. Bertemu dengan guru atau sahabat yang suka  memuji saja membuat saya makin samar membedakan  kesalahan dan kebenaran, akhirnya saya tidak pintar apa-apa.


Cernak setoran saya itu tentang dua orang anak yang diajak orang tuanya mengunjungi taman permainan di tengah kota. Sang ayah sudah wanti-wanti memberi tips agar kedua anaknya terhindar dari mual atau muntah saat naik permainan yang mengguncang adrenalin itu.
Namun tak disangka, ternyata justru ayahnya  sendiri yang mual dan muntah-muntah saat turun dari permainan.

Penilaian guru begini,

Mbak, ini ceritanya hanya seperti mengisi buku diary. Tak ada konflik dan solusi di dalamnya.
Ganti cerita ini dengan mengunjungi Borobudur, misalnya. Agar ada unsur ilmu sejarah. Lalu ciptakan konflik sedari awal karna jatah penulisan 300 sampai 400 kata. Dengan demikian mencukupi  hingga pemecahan di akhir cerita.

Alur cerita anak harus runut teratur, misalnya kejadian pagi, siang, sore, sampai malam. Mereka tak faham bila cerita melompat ke lampau atau ke masa depan  tiba-tiba.
Konflik lebih seru kalau berliku-liku. Jangan menghadirkan tokoh orang tua saat memecahkan masalah. Dan masalah hendaknya jelas dan menutup, tidak menggantung!

**Ooo, mungkin ini membantu pembaca anak untuk mandiri yaa.. Sebab petunjuk penyelesaian bisa anak dapatkan dari mana saja, entah dari apa yang ia lihat, dari cerita teman, dari bacaan, film, atau apa saja.

Tapi saya masih bingung, bagaimana mengungkapkan jalannya solusi? Takutnya terkesan"Sok Tua" atau menggurui.  Sang guru menjawab, pelajari cara pikir, sikap, dan kebiasaan mereka. Tak perlu baca buku psikologi untuk mengetahinya. Ayooo semangaaat!! Begitu kata Pak Guru mengahiri bimbingannya



4 comments:

  1. ooh gitu ya mbak, pingin belajar juga buat cerita anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuu Mak Lidya... Pengalaman masa kecil akan bermain kembali saat cari ide :)

      Delete
  2. Woo..mau dong dikenalin sm pak guru. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe... Namanya Kelas Kurcaci,Mbak Ardiba. Mudah mencarinya di FB :)

      Delete