Wednesday, 29 April 2015

Tongkrongan Kuliner Bogor


Kota kecil seperti Bogor ini mudah dibaca selera kuliner penduduknya. Ini kita bicara tempat yaa... bukan masalah menu.

1. Warung Tenda

Jalan Padjajaran
Sumber Gambar

Tahun kemarin masih banyak berjejer warung tenda di  jalan Pajajaran. Mulai dari depan terminal Barang Siang sampai jembatan dekat Gedung serba guna Balai Binarum. Jam 5 sore mereka buka lapak, pelan-pelan tanpa terasa sisi jalan itu sudah ramai padat saat lampu jalan menyala. Parkiran ilegal bikin lalu lintas merayap, terutama di hari jumat, sabtu dan minggu.

Tenda seragam pedagang Soto dan lauk sunda berkelompok di depan terminal. Tempat strategis, mudah diserbu penumpang Bis  malam.
Sayang... Tenda-tenda  berhiaskan petai dan lalap poh-pohan gantung itu, sekarang sudah lenyap. Satpol menggiring mereka ke Jalan Bina Marga, di jalan menuju kompleks Vila Duta, Turunan Tugu Kujang, bahkan ada yang sampai ke Daerah Sentul.


2. Warung Lesehan



Ini tujuan empuk  anak-anak muda yang hobby touring, atau nge-trek. Mereka menyewa halaman toko yang tutup jam 5 sore.
Banyak yang datang sama pacar nikmati makan malam. Biasanya menu Pecel lele, bandrek, mie rebus dll. Harga makanan murah karna pedagang cuma bayar tempat 1 juta per bulan ke toko. Nasi boleh ambil sendiri. Nggak malu-maluin deh, yang punya duit sedikit tapi kepengen nraktir kekasih hati! :)

3. Warung Angkringan


Sumber Gambar


Tidak banyak jumlahnya. Yang nge-top di depan Bioskop President Jl. G.Sumeru. Banyak disebut jalan Mawar krn ada Swalayan Mawar dulunya disitu. Lauknya kebanyakan ditusuk. Sate jengkol, sate telur puyuh, sate udang goreng, sate kikil, mungkin biar gampang ngitungnya,kali yaa..

Kelihatan akrab si Mbok penjual dengan anak-anak motor. Stiker-stiker group motor banyak ditempel di tempat seadanya. Maklum jualan tanpa dinding dan atap. Saking pelanggannya sudah banyak dan akrab, jadi si mbok sedikit melayani. Cuma mengawasi lalu ngituuung saja! Soal duduk, terserah! Disana cuma ada 1 kursi panjang. Tapi kebebasan itu yang bikin mereka betah. Sesekali mereka acungkan jempol untuk group motor lain yang lewat.
Punya uang 12 ribu sudah bisa 2 orang makan kenyang. Bener-bener dambaan yang kekurangan duit karna mengutamakan bensin. Buka mulai jam 19 sampai  tengah malam.

3.  Jajanan Gerobak


Sumber Gambar


Kebanyakan bergerombol di Jembatan merah. Tidak seperti warung lesehan atau angkringan yang berbekal lampu jalan dan lampu kendaraan lewat. Disini terang benderang, dan pedagangnya berseragam sekarang.
 Jajanannya kebanyakan  martabak telor, sate, martabak manis dan bubur ayam. Pilihan sedikit, tapi lakuuu aja sejak tahun 80-an.

4. Stand depan Outlet

Tempatnya tidak jauh dari pintu utama masuk kebun Raya. Lewati Hotel Pangrango sedikit.
Rumah tua berubah jadi bangunan minimalis. Duh... Meuni maleus ngeliatnyah!
Weekend rame yang belanja dan makan di terasnya, karna  Pilihannya asik-asik! Beberapa makanan daerah seperti Kue Bingka dari Kalimantan.


5. Resto Romantis



Banyak ditemui di jalan Taman Kencana. Siang adem, malam romantis. Ada Macaroni MP, Toko coklat, Pia Apple, macam-macam kue cantik, dll. Mantep buat oleh-oleh, pokoknya!
Itu tempat baheula (Lama). Mau tau tempat yang baru dan menu unik? Ada di Jalan Ahmad Yani yang wilayahnya dijadikan hutan kota itu tuh! Kalau lewat situ bermunculan tempat makan baru terus, malah sekarang berdiri hotel dan resto SAHIRA  di sana.

 Ih! Kebayang view nya pasti keren. Karna berhadapan dekat dengan Kebun Raya,  Gunung Salak, Gunung Gede, Lembah Sempur, dan waktu malam bisa lihat  cantiknya bukit-bukit sentul yang berlumuran kilau lampu perumahan elite. Hhmmm... Glek!

6. Resto Jadul / Tradisional

Ada yang kangen makanan daerah  dengan interior asli ?  Bisa melepas kangennya juga di Bogor. Gitu juga yang susah move on dengan  jadul yang penuh ketenangan, waktu  harga beras masih murah. Letaklnya di Jalan Pajajaran 5 no R5, sejajar dengan Rumah Sakit BMC. Tidak jauh dari masjid raya-Terminal Baranang Siang. Ada juga Kampung Wisata Joglo, tapi tempatnya agak jauh , di Ciampea. Kalau resto rumah jadul banyak di kota Bogor. Salah satunya yang masih anget dikenal orang, Resto Lumpang Kayu daerah Tajur. Serasa makan di rumah sendiri . Karna interiornya rumahan, tidak ada yang diganti ala - ala resto!



Sumber Gambar


Sumber Gambar




Monday, 27 April 2015

Jajanan Malam Di Bogor




Kami belum dapat tempat buat buka usaha kuliner. Macam-macam penyebabnya.
Harga cocok, tapi tempatnya tidak menyediakan air dengan cukup. Ada tempat yang komplit fasilitas, nyaris sempurna, arga bisa nego tapi lokasi  tidak strategis, tidak hidup! Dan terakhir tempat memuaskan tapi harganyaaa...Wow banget!
Hehe, sebetulnya bukan   harganya yang tinggi sih, tapi kemampuan saja yang masih terbatas.

Seru juga keliling-keliling pada waktu yang berbeda. Di pagi gelap, saat makan siang, makan malam, dan saat hari libur.Pelajari jam-jam berapa saja tempat makan ramai di kunjungi. Banyak kejutan karna selama ini cuma asal lewat saja.
Alhamdulillah, Bogor kelihatan semangat ingin menjadi seperti saudaranya,Bandung. Banyak bangunan tua jadi tempat tonkrongan yang asik tanpa merubah model. Tampilan outlet makin unik cantik, muncul menu-menu baru, resto di bangunan khas daerah sesuai dengan menunya. Mudah ditemui karna terselip diantara hotel-hotel yang baru berdiri.

Kalau lihat penduduk asli Bogor sebetulnya tidak terlalu banyak yang suka wisata kuliner. Tapi setelah menjamur perumahan-perumahan baru berpenghuni pendatang, parkiran mobil penuh dengan kendaraan berplat Jakarta.
Kini Bogor juga jadi pilihan pelancong dari Depok, Bekasi, dan sekitarnya. Alasan mereka karna Bandung perlu waktu dan sering macet.



Malam hari ada pedagang lesehan menyewa halaman toko atau bengkel. Salah satunya Pecel Lele yang parkirannya penuh  motor rombongan touring. Salut! Si pedagang jeli pilih lokasi. Berhadapan dengan pombensin dan penerangannya bagus. Langsung deh, pandangan pengisi bensin ke tempat ini.

Ada lagi yang bikin senang. Pembeli bebas ambil nasi putih / nasi uduk seenaknya... sepuasnya. Punya 3 macam sambal dan harganya murrahh...
Jadi sekarang banyak pilihan, mau murah, sedang,atau mahal? Tinggal pilih!




Friday, 24 April 2015

Tangis Nenek Asyani



Waktu mampir ke tv lokal, kelihatan wajah duka Nenek Asyani . Tangisnya sudah seperti anak kecil yang memohon dibelikan sesuatu yang jadi idamannya. Dampak dari tuduhan mencuri kayu bagi si renta dhuafa ini tentu sangat melukai perasaannya dan  pemirsa.

Memang keadilan harus ditegakkan, namun untuk kasus pencurian kecil begini apa adil? Apa jadwalnya harus digabung dengan jadwal korupsi besar yang menyeret banyak orang hingga berlarut-larut?
Ingin berbuat adil namun menabrak keadilan. Ingin menunjukkan bahwa hukum di negeri ini tengah di tegakkan, tapi yang terjadi malah "Kepincangan". Kok hukum jadi buat show off?

Jika belajar dari negeri yang sudah tertata baik hukum/pengadilannya, hukum kita sebetulnya ketinggalan jauh. Di USA ada pembagian antara kasus kecil dengan kasus besar. Tipiring ( Tindak Pidana Ringan) tak akan disatukan dengan Tindak Pidana Kakap. Ada kebijakan pemerintah mempercepat putusan khusus agar tak menumpuk masalah hukum negeri dan bertumpuk pula manusia dalam bui.

Menuruti fikiran sederhana, seandainya tuduhan betul, untuk apa si Nenek di bui? cuma penuh-penuhin rutan saja ... ganti uang kayu  saja buat pemilik kaya itu!

Hukum kita masih berinduk pada hukum Belanda usang, yang mungkin sebagian tak diapakai lagi di negeri asal.
Ini sih, dalam khayal saja... Saya kumpulkan pakar-pakar hukum untuk menyederhanakan kasus kecil. Ibarat antrian di Bank, ada jalur terpisah antara antrian penyetor uang di atas 10 juta dan di bawah 10 juta. Jadi lancar kan? Petugas dan nasabah sama-sama enak.

Pakar-pakar itu harus memikirkan bagaimana jika diadakan Pengadilan Kecil Tingkat Kelurahan, sekaligus perangkatnya. Supaya cepat kelar bebas pungli, tanpa telan waktu dan biaya sidang untuk kasus-kasus kecil

Hehe... Bagaimana, setuju?

Monday, 20 April 2015

Belanja Lebaran Tanpa Berdesakan

logo



Ada yang bilang, kalau mau belanja jangan seperti mau baca puisi! Belanja pakek perasaan, sampe tersinggung dengan  pelayan toko yang jutek, kaget dengan harga mahal, kesal dikuntit pelayan, dan ingin sembunyi-sembunyi  keluar toko kalau sudah banyak tanya tapi tidak jadi  belanja.

Pendapat itu pas! Saya banget deh!
Selama ini saya sering tidak nyaman berbelanja. Selain keadaan seperti di atas saya juga pernah dibuat bingung. Misalnya saat pilih barang buat kado. Setengah mati mikir, apa yang disukai orang yang saya sayang di hari spesialnya itu? Sementara tangan kok malah pilih barang yang kita suka? Malah saat repot begitu,  ada saja pelayan  yang nyerobot kasih usul dengan selera dia, Wahh!!

Belanja online nampaknya bisa membantu saya si pendamba ketenangan dan kenyamanan dalam berbelanja ini. Cukup klik-klik tombol memilih barang tanpa ongkos, sambil berdaster ria, dan tidak jauh  jauh dari makanan sarapan.

Banyak toko online berseliweran di net. Anak anak saya menggunakannya karna sehari-hari mereka lekat dengan gadgetnya. Tapi bagaimana dengan saya yang gaptek ini?

Awal Kenal

Alhamdulillah, berawal dari putri saya yang mencari gelang-gelang unik . Muncullah  webnya Media Toko Online Shopious, lalu langsung memberitau.  Kenapa itu pilihannya? Sebab banner Tanah Abang terpampang jelas di halaman muka Shopious . Memprmudah saya yang sedang dilema, mau belanja ke Tanah Abang, tapi 1 bulan menjelang lebaran begini sudah terbayang kesibukan dan kepadatannya,kan?
Kita harus rela mengalah pada terobosan kuli-kuli panggul di sepanjang lorong kios.

Ini dia penampakannya! Bagi yang suka baju korea dan hobby berseragam ria dengan sang kekasih pun dipermudah pencariannya.










Kesan pertama dari tampilannya, satu sapuan mata saja sudah nampak  koleksi Shopious memahami kebutuhan wanita.
Dan saya tertarik dengan kepala judul yang bertuliskan DAFTAR TOKO. Kenapa ada toko di dalam toko?
Ooo... ternyata Media online ini betul-betul menjadi media. Bukan sekedar menyediakan barang yang terpampang seperti toko online yang selama ini saya kenal. Shopious  perantara bagi  siapa saja yang ingin mengembangkan usahanya. Caranya mudah lho! Sering-sering saja posting barang dagangan kita di Instagram, nanti secara otomatis terpampang di Shopious jika kita sudah mendaftarkan lapak kita.
Jadi kita bukan cuma dapat kemudahan, kenyamanan, dan ketenangan dalam berbelanja saja, tapi juga memperluas sumber rejeki kita.


Sumber : Youtube



Cara Mendaftar

Tinggal mengisi kolom ini saja dengan akun FB kita. kalau sudah komplit, lalu log in dan langsung pilih-pilih belanjaan deh! Atau pilih koleksi lapak kita yang mau ditampilkan.


shopious

Kalau masih bingung, tengok saja di sudut kanan bawah. Ada kolom untuk tinggalkan pesan.
Tapi dengan yang ada saja sebetulnya sudah mudah bagi emak-emak gaptek seperti saya.

Apakah Aman Berbelanja Di Shopious?

Sudah barang tentu ada pertanyaan itu dalam hati customer. Karna toko online sedang marak dan tak sedikit yang mengecewakan. Ada beberapa ciri media online yang besertanya kita tidak akan rugi atau tertipu. Yaitu;

- Domainnya bukan gratisan alias berbayar.
- Bisa di cek Google Page Rank atau Alexa Page Ranknya
- Perhatikan testimoni pengunjung 
- Ada rekomen dari sahabat yang  pernah belanja, 
- Webnya masih aktif, seperti yang di bawah ini, cekidot yaa!


Website: www.shopious.com
Twitter: @shopious
Fanpage FB: Shopious
Instagram: @shopious


Hobby Kasih Hadiah

Oh ya, ternyata Shopious suka bikin kejutan buat pengguna media sosial lho! Kunjungi saja  Blog Shopious.
Di sana  kita bisa tau pendapat-pendapat bloger tentang media online ini, informasi adanya lomba, ada promo, dan lain-lain. Pokoknya ada  kejutan Shopious khusus buat teman-teman yang hobby menulis.
Asik kan? Ayo! kapan lagi? Tunggu apa lagi? Kita kunjungi dunia belanja yang menggoda ini! :)

S a r a n

Semoga Shopious makin hari makin semarak dengan koleksi dan pengunjung. Kedepannya saya berharap koleksi baju muslimnya bisa bertambah lagi. 

Ok... selamat berbelanja tanpa berdesakan!











Sunday, 19 April 2015

Langit Pagiku...




Setiap pagi lukisan itu cepat berganti rupa.
Lalu membiru bersih saat siang turun, cantik jadi  latar tebaran cerita hidup.
Setia penuhi harapan ibu-ibu yang menjemur pakaian.
Sesekali kapas halus menyapu pelan. Cuma tanda bahwa langit masih ada

Waktu sore datang, lukisan berwarna sendu, haru romantis, bukan sebab enggan berpisah
Namun kata halus, sapuan kwas  sejak pagi, kukuh satu kehendak
Pergantian siang dan malam adalah langgam cinta di beberapa kuping saja


Lukisan unik pagi langitku
hanya beberapa tarikan nafas

Deru kendaraan,
Bising gerobak jajanan,
Riuh manusia
Tak peduli

Meski langitku retak sekali pun






Friday, 17 April 2015

Hati-Hati Dengan "Si Sangsi" Dan "Si Sanksi" !



Hari-hari memang sarat dengan ilmu ya, kalau kita mau sensitif dan ringan hati menerima. Ilmu apa yang sahabat dapat hari ini?

Saya beruntung deh! Ada yang mengingatkan kesalahan saya dalam menulis. Selama ini PD banget saya menulis kata SANGSI, padahal maksudnya SANKSI. Sebaliknya menulis SANKSI, padahal maksudnya SANGSI.
Kesalahan berulang yang ditangkap, dihitung oleh mata lain, lalu diberitau, rasanya senang sekali! Seperti barang berharga saya yang tercecer tanpa saya sadari, lalu tiba-tiba seseorang datang mengembalikan semuanya dalam keadaan utuh.

Kini saya harus berhati-hati dalam menulis 2 kata itu.
Menurut KBBI ( Kamus Besar Bahasa Indonesia) Sanksi artinya tanggungan ( tindakan, hukuman dsb) untuk memaksa orang menepati perjanjian, atau menaati peraturan. Atau tindakan sebagai hukuman kepada suatu negara.

Sedangkan sangsi, artinya bimbang, ragu-ragu.

Hehe, beda satu huruf saja bisa jauuuh artinya. Padahal kalau keluar dari mulut bunyinya sama yaa..


Terimakasih Mbak Haya Aliya, lepas dari waktu mengajar, mbak teteeep jadi guru yang teliti dan ihlas memberitau. Proud of you! :)

Thursday, 16 April 2015

Undangan Dari PBB





Kita tak pernah tau, dimana kita berada beberapa hari ke depan?
Ulah komunitas Fun Bloger yang sering bikin kejutan buat anggotanya, hari ini saya dibikin terkesima! Berdiri di depan gedung PBB- Menara Thamrin Jakarta jam 11 siang tepat waktu undangan. Wah! saya tak pernah berfikir akan berurusan dengan badan dunia ini.

Pertanyaan-pertanyaan yang akan saya munculkan di pertemuan itu belum terancang dengan baik. Karna melihat penjagaan yang ketat, dan itu lhooo... naksir sama Satpam, eh! seragam satpamnya... mirip seragam polisi USA di film-film.

Masuk pintu 1 salah seorang perwakilan tamu diminta KTP nya, lalu serentak kami pakai tanda pengenal khusus, tas-tas  melewati alat detektor. Pintu 2 semua tinggalkan KTP dan  mengisi buku tamu sambil diberi peringatan tak boleh mengambil gambar. 




Senang bisa datang tepat waktu, sebab bukan hanya bisa ambil kue-kue cantik  dan pilihan minuman yang masih utuh, tapi peserta bisa bincang langsung dengan aktifis kemanusiaan dari beberapa negara. Seperti Miss Dinna dari Jerman, Naho dari Japan,  Marshi dari Iran, dan 2 pemuda dari Indonesia. Mereka adalah kaum muda yang konsern pada permasalahan sosial dunia. Seperti Kematian Ibu melahirkan, Kekuarangan Gizi, Narkoba, penyakit TBC, Pendidikan, dan lain-lain. Katanya sih, mudah jika ingin seperti mereka. Hanya menulis lamaran dan mengikuti test yang biasa diadakan per periode via net. Harapan besar untuk yang muda-muda,tuh! Saya mah, munduuur teratur! :)



Layaknya acara-acara luar negri, Launching Bloging Competition ini tak menunggu undangan hadir lengkap. Semua berjalan lancar , tak formil, apa adanya saja. Sambutan oleh Miss Dinna hanya beberapa menit. Ia menerangkan dalam rangka apa kami diundang,  dan apa tugas PBB di pundak dia dan teman-temannya selama di Indonesia.

Masalah Sosial Di Indonesia

PBB punya beberapa rencana perbaikan di negeri ini, Indonesia yang semula punya 8 goals, lalu berkembang hingga 17 goals. Tujuannya tak lain adalah demi mensejahterakan rakyat yang jauh dari jangkauan tangan pemerintah. Kerja PBB terukur sukses, kalau lihat  data dari masyarakat Pulau Jawa dan Sumatra. Namun daerah-daerah yang tersebar di  Papua dan Nusa Tenggara Timur,  masih sedikit yang  terjangkau. Kendala informasi dan  geografis penyebab utamanya.





Pertanyaan Audience

Di awal, nampaknya peserta masih ingin lebih kenal dengan kerja badan ini, dan sejauh mana efektifnya. Menyusul pertanyaan bagaimana pemerintah Indonesia dalam menerima amanat itu? Apakah ditemui kecurangan? laporan manis yang sekedar bikin senang? Apakah menggunakan dana APBN? Apa ada sanksi bila Indonesia bekerja tak sesuai dengan harapan?

Jangan khawatir! Namanya juga MDGs, Millenium Development Goals, organisasi  besar yang jadi pusat perhatian negara-negara dunia, jadi punya

- Planning yang teratur
- Pengawasan
- Laporan
- Dan Evaluasi

Indonesia sudah cukup baik dalam menjalankan program, namun khusus untuk daerah bagian timur harus mendapat perhatian lebih. PBB mengharap para bloger dapat menulis tentang daerah-daerah atau masyarakat yang belum tersentuh program. Bukan tulisan bersifat teori atau memunculkan jargon-jargon PBB, Tapi kenyataan di lapangan yang luput dari perhatian. Bukan tidak mungkin di Pulau Jawa juga  masih ada yang butuh pertolongan.

Tulisan bloger akan dilombakan. Lumayan lho! karya 2 pemenang akan diabadikan dalam catatan perjalanan proyek mereka. Apalagi kalau nulisnya dalam bahasa Inggris, tentu lebih baik lagi! Hadiahnya jalan-jalan selama 5 hari atas biaya PBB. Kemana? Kedaerah-daerah sasaran amal mereka. Asik kan? Travel yang punya nilai tinggi.
Mau ikutan? Tinggal klik saja informasi lombanya di webnya UN. Tema lomba adalah :

Keterlibatan Pemuda Indonesia Dalam Penerapan Agenda Pembangunan Post-2015"

Karya yang orisinil tentu jadi pilihan juri-juri dari UN itu.

Acara ditutup dengan makan siang bersama, alhamdulillaah... pertemuan ini bukan cuma nambah  ilmu/wawasan dan semangat membangun negeri, tapi juga senang dapat souvenir dan  bisa foto bareng! Ternyata diizinkan kalau hanya dalam ruang acara. Yeey!!

Mbak Ani Berta, terimakasih... saya sudah diberi kesempatan.



Bagi-bagi souvenir...












Wednesday, 15 April 2015

Tak Sekedar Ihlas.


Katanya, diuji kesusahan itu ringan. Yang berat adalah diuji dengan kesenangan.
Kata-kata itu bikin saya berhati-hati setiap ketiban rejeki. Jadi sudah pasang niat siapapun yang saya temui di awal hari, kalau dia dhuafa pasti dia penerima tanda syukur.

Ada juga yang bilang, sering ujian datang disaat ekonomi atau keadaan kritis. Pernah waktu anak saya sakit, uang simpanan tipis, tiba-tiba seseorang datang minta pertolongan. Nah, saya fikir  dia itu  jalan rejeki yang masih tertahan. Bisa jadi Allah menguji, apa bisa  melapangkan orang sementara diri sendiri dalam kesempitan? Kalau bisa berbuat, maka pemberian sedikit itu akan Allah gantikan dengan pintu rejeki yang lebih dan lebih luas.

Tapi hati-hati!
Memang niat baik, tapi cek dan ricek ternyata juga penting! Mungkin episode "Ikhtiar" harus tetap dihadirkan,yaa..

Asisten rumah tangga tempat kost-an anak saya mengeluh karna anak balitanya tidak bisa keluar dari rumah sakit  tanpa  menebus biaya rumah sakit.
Dia bermaksud meminjam, tapi karna momentnya pas banget saat saya hendak keluarkan zakat, jadi saya yakin dialah orang tepat dan berhak menerima, tak perlu pinjam.

Qadarullah, waktu penyerahannya ternyata dapat kejutan. Si fulan  tidak ada di rumah!
Keluarga yang menerima  anak saya bilang, mereka tak butuh dana apa-apa. Tidak satupun anggota keluarga yang dirawat inap.

Semoga jadi pelajaran, niat baik tak cukup hanya diiringi dengan rasa IHLAS, IHTIAR juga perlu!
Semoga manfaat...

Sunday, 12 April 2015

Siap Tanggung Jawab,Pak?

Saya  bukan pembenci Jokowi, meski tidak memilihnya. Siapapun pemerintah yang terpilih harus dihormati, agar rakyat tak terpecah belah.
Besar sekali amanah Allah yang ia panggul, dunia akhirat harus ia pertanggung jawabkan. Kelezatan duniawi yang ia hirup sekarang akan kecil keindahan dan kenikmatannya di akhirat nanti. Kesian yaa..

Agama saya mengajarkan, lebih baik dipimpin oleh raja yang zhalim dari pada negara tanpa seorang pemimpin. Kedudukan pemimpin amat Allah perhatikan haknya. Meski kita rindu membela Palestina, Allah tak kan ridlo bila sang pemimpin negeri tak mengizinkan. Bayangkan! untuk berjihad saja, Allah memberi garis karna amanah tentang itu sudah ia berikan pada satu orang. Pemimpin yang pandai akan tau kapan waktu tepat untuk berperang. Tugas membela adalah negeri yang terdekat dengan daerah konflik. Hhhmm... adil, teratur, dan tegas,kan?

Jadi kalau ada seorang pandai, ilmuwan, dan ahli politik yang menulis di  blognya bahwa pembenci Jokowi masih eksis karna sejak awal pemilihan sudah di "Brainwashing", waahhh... saya tersinggung sekali! Sebab saya memilih siapapun atas dasar pengamatan. Jika "Berbeda" pasti diterima oleh orang yang mengerti. Semakin tinggi ilmu seseorang maka semakin tinggi kesadarannya dalam menerima perbedaan.

Lalu... pagi ini telunjuk orang itu menuding, pemillih yang berseberangan dirasuki sifat hasad, dengki, hadis-hadis pun bermunculan seperti biasa dalam  helai   blognya

Tak sedikit yang kecewa dengan pemerintahan kini, tapi jika yakin bahwa rejeki dari Allah, maka doalah senjatanya. Perbaiki ibadah, tegakkan kejujuran dalam berjual beli, penuhi janji, dan...doakan pemimpin-pemimpin kita. Kenapa doa pemimpin yang terakhir? Karna yang banyak harus dibenahi adalah individu.

Semoga penulis tadi mendapat hidayah dan kelapangan hati dalam menerima perbedaan, mau mengakui bahwa memang pilihannya belum mampu  menyenangkan hati rakyat meski sudah pakai kalkulator Undang-undang, atau catatan di atas kertas.

Masa tugas pemimpin baru berjalan. Supaya pemilihnya tidak malu, doakan saja agar lebih baik ke depan. Beres kan? Semoga benar apa yang ia tuding, sebab jika tidak, maka semua akan kembali kepada penuding. Segala suuzon, kata, tulisan, ada tanggung jawabnya.
Beliau pasti hafal quran, tau arti  Sam'ihiim wa Abshoorihim... resiko diberi pendengaran, penglihatan, pasti akan ditanya Allah,nanti.

Pesan untuk beliau:

Pak, nulisnya yang adem-adem aja, yaa! Biar sesuai dengan tema blognya yang bikin saya jatuh cinta itu,lhooo... KASIH DAN SAYANG.


Friday, 10 April 2015

Yang Disayang Yang Menyakiti



Sumber Gambar


Sering kita dengar orang tanya begini : "Kenapa ya, kok  orang yang kita sayang atau bela, justru yang paling menyakiti hati kita?"

Kalau saya lihat itu dari sudut pandang agama, tentu saya akan bilang bahwa itu suatu petunjuk,  agar kita sadar memang cuma Allah satu-satunya yang harus kita sayang dan kita bela di atas segala.
Hari ini orang lain jadi bahan ujian, lain hari mungkin kita yang jadi bahan ujian orang lain.

Tapi ada kasus-kasus yang saya tak mengerti, misalnya seorang istri/suami yang berusaha memperbaiki keadaan, berusaha keluarganya akur, tapi sang pasangan justru yang menghancurkan.
Ia bisa baiiiik dengan siapa saja, paliiing menerima perbedaan pendapat dengan orang lain, mudah memahami dan ihlas mendengarkan keluhan orang lain, KECUALI PASANGANNYA.

Ada juga yang tak tega menyakiti hati orang lain, peduli kalau orang lain punya keluhan hidup dan penyakit, lalu ia hibur bahkan memacarinya. Rela ia sakiti pasangannya di rumah demi menyembuhkan sakit orang lain. Mungkin di mata orang ia "Pahlawan", tapi sebetulnya dia "Penipu"

Kalau dari sisi psikologi, saya tak tau ilmunya, tapi secara bathin  manusia, mungkin ia bisa melakukan tindakan itu, karna terlalu PD, orang yang disakiti itu akan mudah menerima dan memaafkan.
Jika sadar bahwa ia khalifah di bumi, pasti ia tau bahwa ia telah gagal membimbing dirinya sendiri. Memupuk sifat munafik, piawai membohongi diri, dan meremehkan maksiat.

Hari pengadilan kelak, kambing akan mengembalikan tanduk kambing lain yang ia patahkan.
Semua berbalas, hati orang terdekat yang sudah ia koyak harus ia kembalikan dengan utuh, mengembalikan kehormatan dan ketenangan orang lain dll. Semua harus kembali ke asal mula. Betul-betul keadilan di tegakkan.

Bila ada seorang perempuan curhat pada saya tentang sakit hatinya pada suami, dan harus tetap melayani suami sementara hatinya pedih, saya berdoa semoga ia masuk syurga dan disediakan pasangan baru "Di sana" Atau Allah akan menurunkannya lebih cepat di bumi? Wallahu a'lam.

Solusinya...

Ini kata Ulama lhoo..

1. Hibur diri sendiri, dengan keyakinan bahwa bila bisa memaafkan, kita akan diberi kemuliaan oleh Allah

2. Mendapat pembelaan dari Allah
3. Taat pada pasangan dalam keadaan sakit hati, pahalanya lebih berlipat ganda
4.  Memperoleh ampunan dan cinta Allah
5. Mulia di sisi Allah dan manusia
6. Ingat nabi Yusuf AS,  tak balas dendam pada saudara-saudara yang mencelakainya
7. Jaga jarak bila sudah hafal  perangainya dan agar terhindar dari masalah baru
8. Bila pasangan cuma bisa saling menyakiti dan tak baik buat perkembangan jiwa anak, bercerai halal, hati bisa jadi lebih tenang, cuma hati anak-anak tetap tak utuh.








Thursday, 9 April 2015

Kalau Ada Acara Dadakan





Waktu masi tinggal di Jakarta, tak pernah bingung menyiapkan suguhan buat acara dadakan. Baik untuk arisan, pengajian, rapat, dan lain-lain. Tinggal ke Pasar Kue Subuh- Senen, langsung bisa dapat aneka kue dari yang termurah, murah sampai kue mahal berbahan baik. Mulai dari cemilan, kue tradisionil sampai kue asing. Kayaknya hampir semua resep kue yang pernah liat di buku atau majalah ada semua deh! Oh ya, mau kue mungil setampah juga banyak, tinggal angkut!

Saya kenal pasar ini gara-gara ngurusi seminar segari di kepengurusan  Remaja masjid. Biasanya panitia pilih Regina Catering untuk menyediakan snack. Catering ternama, memuaskan baik dari rasa mau pun ketepatan waktu, nggak salah deh, kalau gedung DPR jadi salah satu pelanggannya

Satu saat, acara seminar sudah dekat , sementara Regina Catering tidak bisa memenuhi pesanan karna padat pesanan. Temen-temen kok santai? Wahhh.... ternyata mereka sudah tau, urusan kelar kalau ke Pasar pagi itu. Katanya ada juga di Blok M, tapi saya belum pernah kesana.



Sumber Gambar

Sumber Gambar

Masih gelap, ayam belum kukuruyuk, parkiran mobil sudah padat. Apa mereka belanja buat acara? Ternyata tidak seluruhnya! Mereka pedagang dari tempat-tempat jauh ( Jabodetabek). Itu kue borongan bakal di jual lagi.
Mau dapat kue mahal tapi harga miring? datang saja saat matahari agak tinggi.

Setelah di Bogor, suka kangen liat tampilan kue enak di remang pagi. Dan... kemarin kesampian deh!
Ketemu  kembarannya walaupun mini, di Villa Bogor Indah tak jauh dari tempat saya tinggal.
Dibawah tenda besar itu kita pilih dan mengumpulkan sendiri. Di ujung meja, kasir menanti.
Kuenya dari yang kampung sampe unyu-unyu modern.
Hallo, Ibu-ibu Bogor! jangan takut kalau ada acara atau diminta sumbangan kue dadakan.



Sunday, 5 April 2015

Kerugian Korban Copy Paste






Salah satu blog yang saya ikuti ada tulisan khusus yang dipampang pemiliknya, bahwa siapapun bebas mengcoppy dan menyebarkan tulisannya.


Pemiliknya kelihatan serius ingin berbagi. Internet  benar-benar melancarkan  tujuannya.
Sekumpulan  jaringan  komputer saling berhubungan melalui mekanisme TCP/IP yang mampu melakukan pertukaran data tercepat.

Namun kemudahan itu seringkali disalahgunakan. Makin lama orang makin mudah  melakukan pelanggaran dengan menjiplak/copy paste. Jika tulisan yang dicopas itu masih tulisan biasa, mungkin berefek kecil. Tapi bagaimana dengan karya yang siap diterbitkan akhirnya tertolak, karna media berhasil menemukan tulisan yang sama?
Seperti majalah wanita (Fe***a) dan media lain yang sudah ngetop, amat teliti menyaring naskah. Pengiriman karya harus disertai SURAT PERNYATAAN, bahwa tulisan itu belum pernah di publish. Sedikit  rangkaian huruf bisa dijadikan alat untuk mencari tulisan yang sama. Jika terbukti maka  masuklah si penulis ke dalam daftar hitam.  Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya.

Internet jadi kue enak untuk para plagiat. Yang menyedihkan kalau sampai mengcopas karya ilmiah, dokument, skripsi. Dan itu semakin sering terjadi di kalangan akademisi.
Ini cuma contoh kecil, anak saya  pernah kecewa berat, karna ada yang "Mengintip" tugas sekolahnya, kemudian dengan modal yang sedikit itu si pengintip  membuat tulisan baru dengan polesan sana-sini, akhirnya dia mendapat nilai bagus. Kalau tak merubah tema dan isi dari awal lagi, tentu anak saya yang dianggap plagiatornya!

Blogger yang rutin menulis pun merugi bila kehilangan kepercayaan dari produsen. Google yang memergoki akan membanned, dan si blogger di kucilkan. Padahal belum tentu dia yang melakukan.

Macam Bentuk Plagiarisme

a. Plagiarisme Total

Menjiplak seluruh karya orang lain, lalu mengganti nama penulis dengan namanya sendiri. Kemudian ia menambahkan keyword, merubah judul, kalimat tertentu ada yang dirubah supaya tak persis sama.

b. Plagiarisme Parsial

Plagiator mengklaim data, sample, teori, analisis, dan penelitian yang tertulis adalah hasil penelitiannya.

c. Plagiarisme Antar Bahasa

Mengumpulkan tulisan-tulisan menarik berbahasa asing,  diterjemahkan. Lalu terbitlah satu buku yang ia klaim buku karangannya.

Semoga kita tak termasuk di dalamnya ya, dan terhindar dari perbuatan yang  memalukan itu!







Saturday, 4 April 2015

Korupsi Karna Takut




Di Daerah Pondok Rajek saya bertemu dengan satu sahabat Majelis Ta'lim yang sudah 6 tahun lebih tak pernah bertemu. Dulu sewaktu saya aktif, beberapa kali  menumpang mobil dan berkunjung ke rumahnya yang selalu terpilih  untuk tempat pertemuan. Rumah asri, perlengkapan dapur yang modern, taman dalam rumah, segala sesuatu ditata persis gambar-gambar majalah  interior, toples-toples cantik  cemilan terpajang di beberapa sudut ruang. Akh! Pokoknya  idaman ibu-ibu banget deh!

Kalau ada kesempatan, tentu saya akan menghindar berpapasan dengan beliau. Sebab begitu melihat saya langsung air mukanya berubah.  Ia hendak menjenguk suaminya di Lapas Korupsi - Cibinong.
Sambil menahan malu dan setengah menangis, ia cerita sudah lama menghindar dari teman-teman dan lebih suka berdiam diri di rumah. Kecewa, malu, dan sedih terus setiap hari.

Saya harus  bilang apa? Bilang sabar dan kuat, pasti sudah basi! Mau bilang ambil hikmahnya saja, pasti dia yang lebih tau hikmah besar dan kecilnya. Mau bilang, "Kita ini siapa?... Nabi Yusuf juga pernah masuk bui" Rasanya kok ngeguruin banget.

Begitu ya, permainan dunia! Mata siapa pun akan silau memandang kecantikannya yang menipu.
Harum manisnya tercium semut dari mana saja arah datangnya.
Ini baru penjara dunia, lebih berat lagi penjara akhirat nanti. Semoga penghuni Lapas bisa merenung didalamnya, keluar dengan taubat yang sebenar-benarnya taubat, kemudian mengembalikan Hakunnas (Hak orang).
Jika ada yang masuk karna fitnah atau terseret, semoga menghapuksan dosa-dosa yang tak pernah diketahuinya.

Saya suka mikir gini, kenapa manusia tak dapat menahan diri dari korupsi? Penyebabnya sederhana di awal, yaitu TAKUT! Manusia diuji dengan rasa takut! Takut miskin, takut lapar, takut sakit, takut  tua, takut mati!
Istri yang hati-hati pasti tak gentar menanyakan dari mana asal uang suaminya? Pertanyaan aneh dan tak semua wanita mampu mengatakannya. Selain itu ia berani mengingatkan keluarganya untuk BERANI hidup dan bebas dari segala rasa TAKUT.




Wednesday, 1 April 2015

Hallo...Plagiat !!


Waktu sahabat saya mengeluh tentang tulisannya yang dicopas, saya cuma mengucapkan rasa prihatin . Hari-hari berikutnya, kok ada lagi paparan kekecewaannya? Wahh! keterlaluan, padahal sahabat saya bilang orang yang bersangkutan sudah ditegur, tapi dia tenang-tenang saja, tanpa mengucapkan maaf malah melakukan lagi berulang kali. Ngeyell!

Si plagiat beberapa kali menjuarai lomba twiit dan lain lain dari hasil copas. Keruan sahabat saya tersinggung dan marah. Bagaimana tidak marah? Hingga tulisan He..he..he..pun diikuti,
Karna kesal sudah memuncak, akhirnya disebutlah inisialnya, semua teman kaget karna ternyata ia adalah salah seorang anggota komunitas kami. 

Saya sempat berfikir, tak apalah! setiap tulisan punya karakter. Si pelaku plagiat tidak jujur pada diri sendiri plus orang banyak. Pembaca pandai pasti jeli membandingkan tulisannya dari halaman ke halaman. Tanpa ciri dia akan terasa aneh.
Saya berharap sahabat saya yang jadi korban itu akan di anugerahi lagi kemampuan menulis yang lebih dahsyat, lebih sering lagi ke luar negeri dari hasil menulis.

Sekarang ... saya baru tau, kalau karya kita dijiplak orang lain lalu muncul di medsos, itu sakit banget!
Via inbox, salah seorang teman kelas online Cernak saya memberitau bahwa ada satu blog khusus kumpulan dongeng menjiplak dan mengoplos tulisan saya.
Duh!! melihat tuisan orang itu saya jadi sedih, sekaligus tertawa, kok bisa yaaa? sampe nama tokohnya pun sama. Kreatif dikit doong! :(

Padahal tulisan saya itu hanya untuk kelas tertutup lho! di blog saya pun tak saya publish. Sejak 2 bulan lalu tersimpan dalam draft, karna harus direvisi dulu sesuai anjuran Pak Guru. Tak disangka, belajar di kelas tertutup bisa kecolongan juga yaa...:)