Sunday, 5 April 2015

Kerugian Korban Copy Paste






Salah satu blog yang saya ikuti ada tulisan khusus yang dipampang pemiliknya, bahwa siapapun bebas mengcoppy dan menyebarkan tulisannya.


Pemiliknya kelihatan serius ingin berbagi. Internet  benar-benar melancarkan  tujuannya.
Sekumpulan  jaringan  komputer saling berhubungan melalui mekanisme TCP/IP yang mampu melakukan pertukaran data tercepat.

Namun kemudahan itu seringkali disalahgunakan. Makin lama orang makin mudah  melakukan pelanggaran dengan menjiplak/copy paste. Jika tulisan yang dicopas itu masih tulisan biasa, mungkin berefek kecil. Tapi bagaimana dengan karya yang siap diterbitkan akhirnya tertolak, karna media berhasil menemukan tulisan yang sama?
Seperti majalah wanita (Fe***a) dan media lain yang sudah ngetop, amat teliti menyaring naskah. Pengiriman karya harus disertai SURAT PERNYATAAN, bahwa tulisan itu belum pernah di publish. Sedikit  rangkaian huruf bisa dijadikan alat untuk mencari tulisan yang sama. Jika terbukti maka  masuklah si penulis ke dalam daftar hitam.  Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya.

Internet jadi kue enak untuk para plagiat. Yang menyedihkan kalau sampai mengcopas karya ilmiah, dokument, skripsi. Dan itu semakin sering terjadi di kalangan akademisi.
Ini cuma contoh kecil, anak saya  pernah kecewa berat, karna ada yang "Mengintip" tugas sekolahnya, kemudian dengan modal yang sedikit itu si pengintip  membuat tulisan baru dengan polesan sana-sini, akhirnya dia mendapat nilai bagus. Kalau tak merubah tema dan isi dari awal lagi, tentu anak saya yang dianggap plagiatornya!

Blogger yang rutin menulis pun merugi bila kehilangan kepercayaan dari produsen. Google yang memergoki akan membanned, dan si blogger di kucilkan. Padahal belum tentu dia yang melakukan.

Macam Bentuk Plagiarisme

a. Plagiarisme Total

Menjiplak seluruh karya orang lain, lalu mengganti nama penulis dengan namanya sendiri. Kemudian ia menambahkan keyword, merubah judul, kalimat tertentu ada yang dirubah supaya tak persis sama.

b. Plagiarisme Parsial

Plagiator mengklaim data, sample, teori, analisis, dan penelitian yang tertulis adalah hasil penelitiannya.

c. Plagiarisme Antar Bahasa

Mengumpulkan tulisan-tulisan menarik berbahasa asing,  diterjemahkan. Lalu terbitlah satu buku yang ia klaim buku karangannya.

Semoga kita tak termasuk di dalamnya ya, dan terhindar dari perbuatan yang  memalukan itu!







26 comments:

  1. Replies
    1. Yess,kan masing-masing pemikiran itu unik ya,Mak... :)

      Delete
  2. naudzubillah.semoga kita dijauhkan dari hal tersebut..a
    apa kabar mbak??maaf baru bewe lagi^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin... Alhamdulillah saya ok2 saja, semoga adikku yang kreativ juga dlm keadaan baik yaa... Hehe saya juga akhir akhir ini jarang BW. Kompi lagi berbagi dengan anak.

      Delete
  3. Menulis harus dengan etika.
    Copy-paste tanpa ijin dan tanpa menyebutkan sumbernya termasuk amoral dan asosial.
    Ide bisa berasal darimana saja tetapi olah dengan bahasa sendiri.
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam hangat dari Bogor PakDe, senang dapat kunjungannya. Bener PakDe, Copas sebetulnya bisa dihindari kalau kreativ. Tulisan orang lain hanya sekedar pemicu ide saja...

      Delete
  4. ya amin semoga kita terhindari dari itu ya mak
    plagiarisme
    kalau di plagiati ga enak, sakitnya tu disini
    hehe

    @guru5seni8
    http://hatidanpikiranjernih.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi...bener Mak, untung saya baru 2 kali mengalaminya. Jadi mudah merelakannya.

      Delete
  5. Plagiat emang ndongkolin banget, Mak. Tapi kadang orang emang suka lupa ngasih sumber, padahal ia gak berniat copas :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya pernah alami ,Mbak... Membagi satu ilmu, padahal dengan menulis nama sumbernya,lho! Tapi ada saja yang tidak suka, jadi biar aman, baiknya karya sendiri aja dehh...:)

      Delete
  6. Maak.. tadinya aku mau mengomentari masalah copas, tapi aku jadi salah fokus setelah liat picnya.
    Rick Astley! Aku sampe googling dan youtubeing mak... hahahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... udah hadir aja, saya sudah senang kok! Terimakasih Ya Mak Vita Masli :)

      Delete
  7. masalah copas ini emang merugikan sih yah mak, buat oranglain dan lebih lebih buat diri sendiri :( sayaang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eehh Mak Ranii...kita baru ketemuan lagi yaa... Bener banget, kalau penulisnya masih cemen kayak saya sih, g apa2lah! Walaupun saat nulisnya sampe keringetan mikir. Tapi kalau yang sudah punya nama, trus karyanya ditolak kesian,kan?

      Delete
  8. Tak hanya tulisan yang bisa dicopy paste mak, tapi juga gambar, dan saya termasuk yang males ngedit gambar dulu dikasih watermark,

    ReplyDelete
  9. Copy paste sah-sah aja asal ditulis sumbernya, jadi jangan mengaku karya sendiri ya mbak. Meskipun begitu jangan plek ketiplek juga, lebih baik diuraikan dengan bahasa sendiri, kecuali quote

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju sama komen mak irit.. ^^

      Delete
    2. Setuju benget, MakRahmi... tapi ada yang tak puas hanya dengan menulis sumber. Dia minta di beri link langsung. Terimakasih komentnya Mak Rahmi dan Mak Winda :)

      Delete
  10. Memang harus hati-hati kalo menulis dengan melibatkan karya orang lain, ya Mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mak Ika, trmks hadirnya. Semoga saya selalu bisa mengingatnya.

      Delete
  11. Jadi ingat ucapan guru, yang nyontek dan memberikan contekan sama-sama dikasih nilai jelek. Lah kasian kalau yang dicontek gak tau, rugi kan.

    ReplyDelete
  12. Hihihi... iya yaa, kedengarannya berusaha untuk adil dan bikin jera. Tapi kesian yang ngasih contekan yaa..:)

    ReplyDelete
  13. Saya sering kali menemukan buku-buku plagiat antar bahasa, banyak motivator atau trainer tidak jelas dari Indonesia yang menerbitkan buku isinya sebenarnya adalah tulisan-tulisan dari buku best seller lain yang sudah terkenal, Sayangnya dia menulis seolah-olah itu pendapat pribadinya dan tidak ada daftar pustaka utk tulisan tersebut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayang yaa... padahal cuma nulis sumber aja kan nggak repot ya, dan itu bisa mengangkat kemuliaan diri penulis juga. Pembaca akan lebih menghargai.

      Delete
  14. yahhh kalau saya mahh apa atuh kalau di copas orang.
    tapi sedikit referensi kalau saya copas pasti saya beri sumbernya.

    mantab dahh..

    ReplyDelete
  15. Dengan memberi sumber sama dengan menghargai karya orang ya Mas...:)

    ReplyDelete