Sunday, 12 April 2015

Siap Tanggung Jawab,Pak?

Saya  bukan pembenci Jokowi, meski tidak memilihnya. Siapapun pemerintah yang terpilih harus dihormati, agar rakyat tak terpecah belah.
Besar sekali amanah Allah yang ia panggul, dunia akhirat harus ia pertanggung jawabkan. Kelezatan duniawi yang ia hirup sekarang akan kecil keindahan dan kenikmatannya di akhirat nanti. Kesian yaa..

Agama saya mengajarkan, lebih baik dipimpin oleh raja yang zhalim dari pada negara tanpa seorang pemimpin. Kedudukan pemimpin amat Allah perhatikan haknya. Meski kita rindu membela Palestina, Allah tak kan ridlo bila sang pemimpin negeri tak mengizinkan. Bayangkan! untuk berjihad saja, Allah memberi garis karna amanah tentang itu sudah ia berikan pada satu orang. Pemimpin yang pandai akan tau kapan waktu tepat untuk berperang. Tugas membela adalah negeri yang terdekat dengan daerah konflik. Hhhmm... adil, teratur, dan tegas,kan?

Jadi kalau ada seorang pandai, ilmuwan, dan ahli politik yang menulis di  blognya bahwa pembenci Jokowi masih eksis karna sejak awal pemilihan sudah di "Brainwashing", waahhh... saya tersinggung sekali! Sebab saya memilih siapapun atas dasar pengamatan. Jika "Berbeda" pasti diterima oleh orang yang mengerti. Semakin tinggi ilmu seseorang maka semakin tinggi kesadarannya dalam menerima perbedaan.

Lalu... pagi ini telunjuk orang itu menuding, pemillih yang berseberangan dirasuki sifat hasad, dengki, hadis-hadis pun bermunculan seperti biasa dalam  helai   blognya

Tak sedikit yang kecewa dengan pemerintahan kini, tapi jika yakin bahwa rejeki dari Allah, maka doalah senjatanya. Perbaiki ibadah, tegakkan kejujuran dalam berjual beli, penuhi janji, dan...doakan pemimpin-pemimpin kita. Kenapa doa pemimpin yang terakhir? Karna yang banyak harus dibenahi adalah individu.

Semoga penulis tadi mendapat hidayah dan kelapangan hati dalam menerima perbedaan, mau mengakui bahwa memang pilihannya belum mampu  menyenangkan hati rakyat meski sudah pakai kalkulator Undang-undang, atau catatan di atas kertas.

Masa tugas pemimpin baru berjalan. Supaya pemilihnya tidak malu, doakan saja agar lebih baik ke depan. Beres kan? Semoga benar apa yang ia tuding, sebab jika tidak, maka semua akan kembali kepada penuding. Segala suuzon, kata, tulisan, ada tanggung jawabnya.
Beliau pasti hafal quran, tau arti  Sam'ihiim wa Abshoorihim... resiko diberi pendengaran, penglihatan, pasti akan ditanya Allah,nanti.

Pesan untuk beliau:

Pak, nulisnya yang adem-adem aja, yaa! Biar sesuai dengan tema blognya yang bikin saya jatuh cinta itu,lhooo... KASIH DAN SAYANG.


4 comments:

  1. damai-damai aja ya jangan saling hujat. btw mbak Mutia kotak komentarnya ada dua ya di blog ini

    ReplyDelete
  2. Bener Mbak, udah capek ya denger kata-kata yang nggak enak. Kirain akan kelar setelah terpilih presidennya. Iya nih... kenapa bisa 2 begini kotak komentnya? Saya blm tau caranya supaya normal. Googling dulu deh! Terimakasih sdh diberitau ya Mak cantik :)

    ReplyDelete
  3. :) banyak bgt hujatannya ya mak :)

    ReplyDelete