Wednesday, 15 April 2015

Tak Sekedar Ihlas.


Katanya, diuji kesusahan itu ringan. Yang berat adalah diuji dengan kesenangan.
Kata-kata itu bikin saya berhati-hati setiap ketiban rejeki. Jadi sudah pasang niat siapapun yang saya temui di awal hari, kalau dia dhuafa pasti dia penerima tanda syukur.

Ada juga yang bilang, sering ujian datang disaat ekonomi atau keadaan kritis. Pernah waktu anak saya sakit, uang simpanan tipis, tiba-tiba seseorang datang minta pertolongan. Nah, saya fikir  dia itu  jalan rejeki yang masih tertahan. Bisa jadi Allah menguji, apa bisa  melapangkan orang sementara diri sendiri dalam kesempitan? Kalau bisa berbuat, maka pemberian sedikit itu akan Allah gantikan dengan pintu rejeki yang lebih dan lebih luas.

Tapi hati-hati!
Memang niat baik, tapi cek dan ricek ternyata juga penting! Mungkin episode "Ikhtiar" harus tetap dihadirkan,yaa..

Asisten rumah tangga tempat kost-an anak saya mengeluh karna anak balitanya tidak bisa keluar dari rumah sakit  tanpa  menebus biaya rumah sakit.
Dia bermaksud meminjam, tapi karna momentnya pas banget saat saya hendak keluarkan zakat, jadi saya yakin dialah orang tepat dan berhak menerima, tak perlu pinjam.

Qadarullah, waktu penyerahannya ternyata dapat kejutan. Si fulan  tidak ada di rumah!
Keluarga yang menerima  anak saya bilang, mereka tak butuh dana apa-apa. Tidak satupun anggota keluarga yang dirawat inap.

Semoga jadi pelajaran, niat baik tak cukup hanya diiringi dengan rasa IHLAS, IHTIAR juga perlu!
Semoga manfaat...

2 comments:

  1. makasih sharingnya mbak...renungan di pagi hari

    ReplyDelete
  2. Heemm, berarti belum tersampaikan ke 'orang' itu ya Mak Mutia. Allah memberi tahu dgn cara yg unik. Artinya ada yg lebih berhak lagi menerima zakat itu selain 'orang' itu.

    ReplyDelete