Friday, 10 April 2015

Yang Disayang Yang Menyakiti



Sumber Gambar


Sering kita dengar orang tanya begini : "Kenapa ya, kok  orang yang kita sayang atau bela, justru yang paling menyakiti hati kita?"

Kalau saya lihat itu dari sudut pandang agama, tentu saya akan bilang bahwa itu suatu petunjuk,  agar kita sadar memang cuma Allah satu-satunya yang harus kita sayang dan kita bela di atas segala.
Hari ini orang lain jadi bahan ujian, lain hari mungkin kita yang jadi bahan ujian orang lain.

Tapi ada kasus-kasus yang saya tak mengerti, misalnya seorang istri/suami yang berusaha memperbaiki keadaan, berusaha keluarganya akur, tapi sang pasangan justru yang menghancurkan.
Ia bisa baiiiik dengan siapa saja, paliiing menerima perbedaan pendapat dengan orang lain, mudah memahami dan ihlas mendengarkan keluhan orang lain, KECUALI PASANGANNYA.

Ada juga yang tak tega menyakiti hati orang lain, peduli kalau orang lain punya keluhan hidup dan penyakit, lalu ia hibur bahkan memacarinya. Rela ia sakiti pasangannya di rumah demi menyembuhkan sakit orang lain. Mungkin di mata orang ia "Pahlawan", tapi sebetulnya dia "Penipu"

Kalau dari sisi psikologi, saya tak tau ilmunya, tapi secara bathin  manusia, mungkin ia bisa melakukan tindakan itu, karna terlalu PD, orang yang disakiti itu akan mudah menerima dan memaafkan.
Jika sadar bahwa ia khalifah di bumi, pasti ia tau bahwa ia telah gagal membimbing dirinya sendiri. Memupuk sifat munafik, piawai membohongi diri, dan meremehkan maksiat.

Hari pengadilan kelak, kambing akan mengembalikan tanduk kambing lain yang ia patahkan.
Semua berbalas, hati orang terdekat yang sudah ia koyak harus ia kembalikan dengan utuh, mengembalikan kehormatan dan ketenangan orang lain dll. Semua harus kembali ke asal mula. Betul-betul keadilan di tegakkan.

Bila ada seorang perempuan curhat pada saya tentang sakit hatinya pada suami, dan harus tetap melayani suami sementara hatinya pedih, saya berdoa semoga ia masuk syurga dan disediakan pasangan baru "Di sana" Atau Allah akan menurunkannya lebih cepat di bumi? Wallahu a'lam.

Solusinya...

Ini kata Ulama lhoo..

1. Hibur diri sendiri, dengan keyakinan bahwa bila bisa memaafkan, kita akan diberi kemuliaan oleh Allah

2. Mendapat pembelaan dari Allah
3. Taat pada pasangan dalam keadaan sakit hati, pahalanya lebih berlipat ganda
4.  Memperoleh ampunan dan cinta Allah
5. Mulia di sisi Allah dan manusia
6. Ingat nabi Yusuf AS,  tak balas dendam pada saudara-saudara yang mencelakainya
7. Jaga jarak bila sudah hafal  perangainya dan agar terhindar dari masalah baru
8. Bila pasangan cuma bisa saling menyakiti dan tak baik buat perkembangan jiwa anak, bercerai halal, hati bisa jadi lebih tenang, cuma hati anak-anak tetap tak utuh.








4 comments:

  1. Kalo yang mnyakiti itu orang terdekat beda banget seandainya itu dilakukan sama orang lain. Sakit hatinya dobel karena di pikiran kita "Kok bisa2nya yang selama ini dekat sama kita melakukan itu" seperti sebuah penghianatan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget!! Maka ada perintah, jangan berlebihan mencintai seseorang, bisa jadi sewaktu waktu ia akan mengecewakan. Dan jangan membenci berlebihan, bisa jadi dialah yang menolong kita pada saat kita susah.

      Delete
  2. memafkan jalan terbaik walau kadang susah ya mbak :)

    ReplyDelete
  3. Setjuu...perlu dilatih dari hal kecil, kali yaa...:)

    ReplyDelete