Sunday, 31 May 2015

Soto Bening Mang Bonin- Bogor







Waktu lewat Jalan Kota Paris-Bogor yang banyak rumah tua-tua itu, saya liat gerobak soto dan tendanya yang dikerumuni parkiran motor dan ibu-ibu. Masih jam 10 tapi tumpukan  risol (Orang Bogor sebut Karoket) yang nampang di kaca sudah mulai menipis. Jadi penasaran dan ngancem dulu saat itu!

Memang rejeki nggak bisa ditebak ya, meski masih 1 daerah, bisa naik angkot pula, tapi kesananya baru bisa setelah 1 tahun lebih. Datang pas jam makan siang, orang-orang kantoran udah rame
Padahal tempatnya di pinggiran kali lhoo...*tapi bersih!

Kalau baru datang, kita langsung dikasih minum, ini yang paling saya suka . Pengunjung kan haus di jalan. Bener bener 1 paket, dia tidak jual minuman untuk ambil kesempatan.

Jreeeng! pas tersedia, lho...mana mie nya? Ternyata ini bukan soto mie yang biasa dicampur kol, daging, dan risol. Ini semacam soto daging dengan irisan risol saja. Kuah beningnya yang bikin sedep!! dep !! Makan dengan nasi bertabur bawang goreng.



Hitung punya hitung, harga semangkuk 12 000! Saya beli 2 porsi dengan nasi 1 piring makan di tempat dan 2 porsi bawa pulang, semuanya 50.000. Berarti nasi sepiring harganya 2000.

Yang mau ke tempatnya, gampang kok!
Naik ankot 07 jurusan Warung Jambu - Merdeka, turun di Jl.Sumeru depan Supermarket Mawar. Disana ada becak atau mau jalan kaki pun dekat. Orang-orang banyak yang tau,  Silakan cicip!  :)





























Sunday, 24 May 2015

Buang Kucing





Untuk kesekian kalinya ada orang buang binatang di depan rumah.
Yang sudah-sudah ada anak kucing, kucing sakit, dan pernah 2x anjing mati. Menemukan mereka pagi-pagi bikin ngenes! Kami tidak marah kalau ketemu si pelaku, cuma kepengen tanya, alasan apa buang di sini? Kan di kompleks ini rumah berderet banyak dan ada kebun kompleks yang luas?

Pagi ini kedapatan 2 bayi kucing hitam yang masih basah sedang disusui induknya.
 Kok tega banget!! Ibu kucing yang tengah melahirkan dibuang? Bawah perutnya basah warna merah. Sebelah kakinya terangkat terus, seperti belum kelar.




Setelah dipindahkan, benar! di sana ia melahirkan lagi 2 kucing warna putih.
Jadilah 4 anak kucing yang membuat saya mual lihat badan mereka yang lengket. Berharap sang ibu akan menjilat mereka lalu pindahkan ke tempat aman yang disuka. Biasanya lebih dari 2 kali induk kucing membawa pindah anak-anaknya.

Tapi keesokan siang si induk dan 1 anaknya mengilang, *Ibu yang pilih kasih!
Waah! bener-bener deh,saya dikasih kerjaan. Mulut mereka menganga lebar saat ditetesi susu. Tumpahan susu yang menimpa saudaranya pun dijilati, kesian! Melayani sambil menahan mual tentunya.

Anak bugsu saya yang memberi kain penghangat, sementara abangnya membeli botol  khusus. Hasil browsing, bayi kucing tak mampu mencerna susu kaya lemak, jadi si Abang beli khusus pula dari uang jatah bulanannya.

Mungkin karna stress, kurang kehangatan dan elusan (jilatan) ibu, 1 hari mati1.
Setiap hari si Abang gali kuburan meski gelap dan hujan rintik. "Jadi inget film horor" Katanya


Sekarang tinggal botol dot saja, kenangannya...





Friday, 15 May 2015

Membersihkan Laci Mesin Cuci Pintu Depan





Satu pekerjaan rutin yang rasanya sudah sempurna, kadang suka menipu juga yaa.. Seperti ini ni,  sudah 5 tahun lebih pakai mesin cuci pintu depan, merawatnya dengan hati-hati. Eh, ternyata ada yang terlewat!

Biasanya laci tempat sabun dan pelembut pakaian itu disikat dengan sikat gigi yang tidak terpakai, mudah dan cepat. Tapi kali ini saya melepas laci, mau liat bagian dalamnya. Wadduh! Sudah berlumut hitam!

Lobang laci hanya seukuran tangan kita bisa masuk saja, tidak lebih! Bagian atas bolong-bolong, bagian lain banyak sudut dan lekukan-lekukan.
Maka selain sabun cair, sikat gigi, dan lap kain, perlu cotton buds. Bagi yang baru memakai, perhatikan dari awal deh, biar tidak kesulitan. Lumayan, punggung tangan mentak mentok, leher juga pegal lihat bagian langit-langitnya.

Membiarkan sisa sabun pada laci, karet pintu atau tabung, bisa mengundang jamur dan bakteri. Paling parah kalau sampai bintik bintik hitam mengotori baju. Untung, mesin saya tidak sampai begitu!

Sebelum









































Sesudah















Tuesday, 12 May 2015

Car Free Day - Bandung

Sudah lama ada Car Free Day ( CFD) di Bogor, tapi belum pernah ikutan. Paling lihat dari jauh  waktu pengalihan kendaraan bermotor. Warga Bogor ceria kelilingi Kebun Raya.
Kalau capek, pulang ke rumah naik delman atau senang senang dulu kasih makan Rusa di halaman istana.
Kabarnya, acara makin rame kalau ada satu stasiun Tv bikin acara hiburan dan bagi-bagi hadiah.


Merasakan asiknya CFD malah di Bandung, saat menengok Putra saya yang kuliah di sana.
Sebelum jam 6, kami naik angkot sebentar ke Dago. Start jalan kakinya dari  kampus ITB yang hijau bersih segar.
Di Taman Sabuga anak-anak kecil berkeliling dengan kuda sambil ngobrol dengan sang Sais.  Delman-delman berhias blm banyak peminat kelihatannya.

Sebelum liat warga olah raga, ketemu dulu dengan pedagang dadakan buka lapak. Yang di mobil, gerobak, pikul, bahkan ada yang lesehan di area pom bensin. Waduh! Baru sekali liat ada kepulan asap sate dan sosis goreng di tempat yang sebetulnya haram api!


Yang Bener-bener Olah Raga





















Yang Makan

Nyesel juga, baru datang sudah kepincut  Nasi Kuning yang lauknya rame nampang di kaca.
Setelah jalan, baru tau makanan unik-unik banyak dijual mahasiswa. Hotel Patra buka stand juga, keren deh! yang melayani stand Chef hotelnya sendiri. Bisa kebayangkan, apa saja yang mereka hidangkan?
































Makin siang, makin seru! Makin banyak yang selfie. Aneka pawai dan musik bikin meriah. Semua bergerak bersamaan. Sepeda, kereta bayi, anak anak yang meluncur dengan sepatu roda. Tapi aman, tak saling bersinggungan.
Promosi film, buku, musik, makanan, kesenian daerah asli, kuliner, craft, semua ada!
Bandung memang kreatif!

Yang Ngamen









Komunitas














Yang Asli











Yang Promosi





Yang Gratis ( Cek Kesehatan)





Tapi ... Tetap Bersih.







Tak terasa ya ... Car Free Day  ( CFD) sudah 13 tahun terlaksana.  Antusias masyarakat luar biasa, berawal dari Jakarta lalu  merambat ke  Bekasi, Bogor, Bandung, dll.
Sebetulnya tujuan CFD untuk memulihkan kwalitas udara, masayarakat tak bergantung pada kendaraan bermotor, mengolah ragakan masyarakat dan memasyarakatkan olah raga.

Tapi sekarang sudah berubah konsep. Yang harusnya jadi ajang saling sapa, fun bike, fun run dan fun walk, malah jadi ajang dagang, ajang promosi, bahkan sekarang di Jakarta jadi ajang mengkritik pemerintah juga.
Wahh...