Tuesday, 30 June 2015

Memenuhi Undangan KPPPA



Comuter Line suaranya memecah pagi, baru sekali naik kereta waktu hari setengah gelap.
Teman-teman blogger lain yang sama sama Kontingen Bogor sudah berangkat lebih dulu, selisih 1 kereta. Alhamdulillah  ketemu 1 sahabat sedang antri karcis, lumayan dapet teman, sementara yang 1 lagi duduk di gerbong lain.

Kalau bukan untuk amal, malas berangkat pagi begini. Dari Bogor lumayan lowong, kami fikir, mungkin karna libur sekolah jadi meski hari senin dapat tempat berdiri yang super nyaman.

Tapi begitu sampai Stasiun DEPOK, masya Allah! masya Allah! Tak ada lowong lagi, bahkan mereka memaksa masuk, tak peduli saya yang terdorong dan terjepit  di besi lengan kursi. Tak mau juga dengar peringatan masinis!

"Mohon tidak memaksa masuk, lebih baik menunggu kereta selanjutnya!"

Di stasiun Godangdia legaaaa, bertemulah dengan rombongan terdahulu, woow! mereka ibu-ibu muda yang cantik-cantik, semangat, energik, full passion banget!
Tanpa macet taxi kami mudah mencapai Gedung KPPPA. Argonya cuma 16.000 lho! Dari Stasiun Godangdia ke Jl. Merdeka Barat, samping Monas, atau tepatnya di sisi patung kuda air mancur, pusat kota. Hmmm..liat Jakarta saat pagi jadi inget waktu berangkat kuliah dulu.

Kami sama sama tau, semangat yang kami bawa sudah lama tersimpan. Suka gemes kalau liat berita penyiksaan perempuan dan anak. Pedih lihat Pak Sirait menggendong anak kecil tak berdosa dari rumah mereka ke panti penampungan, Dan terakhir berita kematian ANGEL yang bikin banyak hati teriris-iris.

Namun, pertemuan 3 jam itu, tak sepenuhnya menjawab unek-unek, dan membalas uluran tangan kami yang ingin "Berbuat Sesuatu Secara Langsung" demi anak-anak utamanya. Mungkin ada jalur tertentu untuk mewujudkannya.

Hari ini blogger hanya diberi kesempatan "Berbuat" lewat senjata penanya. Membuat tulisan apa saja yang ditemui di masyarakat menyangkut Perempuan dan Perlindungan Anak.
Segala sesuatu  tak ada yang lepas dari kehendak Allah, saya  ihlas menerima, yang penting ada celah. Ini jalanNya sesuai dengan kemampuan hamba.

KPPPA punya sarana/media untuk meluaskan informasi dan jadi penyambung keluh dan ide  masyarakat. Para blogger diharap rutin membuat postingan/artikel disana. Alhamdulillah...
Caranya? Di postingan berikutnya yaa...

Btw, biar acaranya ramadhan, tetep dapet makanan ringan dan berat, buat buka puasa nanti, kata panitia...






Sambutan Sekretaris Kemen PPPAI

Sebelum Pulang






Saturday, 27 June 2015

Ngabuburit Sambil Belajar (3)

Seorang ibu berniat sedekah makanan berbuka buat anak anak. Kalau dihitung infaqnya belum cukup untuk makanan 20 anak. Ah! Tambah saja dari uang kas yg ada. Begitu fikir saya.

Tapi sehari sebelum pelaksanaan,  sahabat saya telepon dan tanya, kapan ada acara buka puasa? Begitu tau, dia langsung minta izin utk datang berbagi.

Masya Allah... ia datang dengan membawa banyak nasi kotak dan sedekah uang!
Kita tak pernah tau, kapan dan bagaimana cara Allah mencukupi. Manusia cuma menumbuhkan niat saja, Allah yang  membereskan semuanya. 

Saya tak perlu mengeluarkan uang kas. Makanan yg saya masak pas betul untuk menyuguhi tamu, bahkan ada 2 kotak makanan untuk Bu Ami yang sudah belasan tahun membersihkan dan mengawasi sekolah  TK saya.

Ini buka puasa pertama di ramadhan 2015. 10 menit sebelum azan kami berdoa untuk pemberi infaq yang sedang terbaring di rumah sakit karna Kanker.

Keesokan paginya...

" Bu, alhamdulillah anak-anak dapat 50.000 per orang" Kata Bu Ami  yang anaknya juga yatim.
Memang tiap acara bagi infaq, saya tak pernah pernah tau dan tak pernah tanya berapa  uang dalam amplop?



Menanti Bedug...Dug..Dug..






Menanti Disantap


































Thursday, 25 June 2015

Ngabuburit Sambil Belajar ( 2 )


Ini sudah pertemuan ke 3 para santri Pesantren Ngabuburit. Senang liat mereka semangat datang 10 menit sebelum pelajaran. Berlarian dari ujung tikungan jalan dengan suara riuh  memasuki gerbang kelas. Ah, dulu seumur mereka,  saya cuma main sepeda di lapangan bola sampai berkeringat. Pulang jelang magrib, mandi dan langsung menikmati es sirop.

Agak besar sedikit saya bosan dengan sepeda, sasaran empuk adalah perpustakaan kampung.
Satu persatu komik cerita nabi saya sewa. Kalau uang lagi banyak saya sewa 6 komik dan habis terbaca dalam 1 hari. Soalnya seru kisah Nabi Yusuf yang terus  bersambung.
Bapak pemilik perpusatakaan sampai mengenali saya, dengan senang mencatat buku yang saya pinjam lagi dengan penanya yang khas, isi pulpen berbahan besi kuning berbalut gulungan kertas. Tulisannya besar besar bersambung. Tekanannya kuat membekas sampai ke halaman belakang.

Kini, di zaman tv banyak acara, di mana-mana warnet, tapi ke 20 anak ini tetap rajin datang. Ilmu agama mereka lebih banyak dari saya dahulu. Memandang mereka berwajah bening habis mandi, tangan segarnya  menggenggam dan mencium tangan saya, padahal saya cuma mengatur saja. Ada Bu Guru khusus yang membimbing. Dan itu timbulkan rasa kagum juga haru!
Seribu rencana ingin membahagiakan mereka, namun apa daya...?

Tapi saya yakin, Allah tak pernah memberatkan hambaNya. Berbuat semampunya dengan  titipan Allah di tangan. Yang terpenting amanah dari teman-teman saya bisa tersalurkan untuk mereka. Supaya saya bisa kembali ke Allah dengan tenang  tanpa hutang! Mohon doa yaa..:)





Meja Baru Sudah Terpakai

Sabar Menanti Kucuran Ilmu

Ibu Guru Menyiapkan Questioner Dan Permainan





Sholat Berjamaah Sebelum Pelajaran ke Dua...

Sunday, 21 June 2015

Ibadah Ramadhan KW 1 !





Waktu sholat subuh setelah sahur tadi, saya sampaikan rasa terimakasih, syukur yang dalam, sebab ini sahur pertama bersama suami setelah 11 tahun sahur sendiri-sendiri/ berjauhan. Dan ramadan ini pertama kali kami makan bersama anak-anak.

Ramadhan seperti hari hitung menghitung ya, ada juga yang menghitung anggota keluarga yang tak komplit lagi karna sudah "Berpulang" atau anak satu satu berumah tangga. Seperti yang Bapak saya rasakan sekarang.

Dulu meja makan Bapak di kelilingi oleh 10 orang, ibu bapak, 2 nenek, 5 anak perempuan, 1 ART,  Lalu bertambah ramai lagi dengan 5 cucu. Seru !
Tiap magrib seperti pesta. Makanan sesederhana apapun terasa nikmat karna tampilannya bertumpuk, dan ada yang dalam mangkuk besaaar. Begitu sholat magrib tempat cuci piring seperti hajatan.






                                                                                                                                Menu Buka Puasa Hari Pertama     



Kemudian satu satu anak berumah tangga, dibawa suami merantau seputar Nusantara dan satu ada yang ke Eropa. Meja makan makin berkurang yang mengelilingi, dentingan sendok ke piring tak lagi riuh, jam usai tarawih tak terlihat mukena-mukena bertumpuk, dan tak terdengar suara ketuk pintu kamar saling membangunkan sahur.

Saya kesian sama bapak yang sekarang kesepian, tapi kesian sama diri sendiri juga, sedang menatap perubahan menuju sepi, anak-anak beberapa sudah kost di tempat jauh.

Ramadhan sering membawa rasa jadi sentimentil, padahal sebetulnya harus happy ya, krna tahun lalu penuh tanya, apa Allah masih berkenan memberi kesempatan untuk puasa lagi?

Ramadhan adalah permata dalam genggaman, Ibadah lain berbentuk kebaikan yang akan berpulang ke diri sendiri, tapi "PUASA" adalah satu satunya ibadah yang betul-betul "UntuKU" kata Allah.
Tiap hamba ingin berbuat sesuatu untuk TuhanNya, bukan? Dia maha  mengerti dan memberitau caranya. Sempurna!

Semoga ibadah ramadhan kita kali ini KW 1! Terrrrrbaikk! Amiiin...

Saturday, 20 June 2015

Ngabuburit Sambil Belajar (1)

Semula mau buka kelas  cuma untuk 15 anak yatim dan dhuafa. Tapi
yang datang ternyata berlebih. Rupanya para ortu senang kalau liburan yang bertepatan ramadhan ini diisi dengan kegiatan keagamaan. Mau tak mau harus beri tempat juga untuk anak yang tergolong mampu.

Kegiatan ini diharap akan menghalangi anak-anak dari membuang waktu percuma, meski ramadhan sudah selesai. Seperti tujuan awal, saya dan teman teman ingin anak-anak itu punya banyak keterampilan, berani berpendapat, berani punya mimpi. Mereka harus tau  bahwa agama bukan mengajarkan mereka pasif, tapi aktif dinamis. Itu yang dibutuhkan jika benar-benar ingin jadi khalifah di  bumi dan jadi hamba yang dibanggakan malaikat di akhirat nanti.

Hari ini cuma pengenalan dengan 2 guru mereka. Salah satu gurunya adalah sahabat blogger saya Mbak Neferteti.Sedang satunya anak saya sendiri yang ingin membagi ilmu pesantrennya. Diharap anak anak dapat terbantu pelajaran sekolahnya, kreatif, tak bicara kotor lagi, dan mampu berkata yang halus pada orang tua.

Acara selingan supaya mereka tidak bosa antara lain, buka puasa bersama, membagi bagikan makanan buka untuk penunggu pasien di Rumah Sakit yang dhuafa, makanan buka untuk pejalan kaki dll. Agar mereka pandai merasa, bahwa memberi itu nikmat.Mereka tidak harus menerima terus.

Semoga berkah...
Ngabuburit sambil belajar, sebenarnya bukan mereka saja yang belajar, ini ajang kami belajar juga...

Tuesday, 16 June 2015

Saat Lidah Pahit


Alhamdulillah, saya baru saja sembuh dari sakit. Sekarang lagi enak-enaknya makan.
Mengingat 2 minggu kemarin, rasanya sengsara banget. Bener yaa, dengan sakit kita jadi diingatkan untuk terus bersyukur dan harus selalu sayang badan.

Minum dingin saat keringat mengucur di udara panas sudah tentu paliiing nikmat! Apalagi selesai bawa mobil keliling-keliling dan bermacet ria pula. Tidak terasa sudah minum 3 botol.
Tapi setelah itu, tenggorokan saya sakit. Flu menyerang setelah 5 tahun tidak terkena.

Mata berair, hidung mampet, badan sumeng, kepala berat, nafsu makan hilang. Pagi hari batuk beruntun. Begitulah, kalau mbela-belain kenikmatan sesaat! Tinggallah meringkuk gaya pistol di tempat tidur yang terasa panas.
Lebih suka memilih lapar, dari pada kecewa makan makanan yang semula dibayangkan enak.

Inginnya sembuh dengan obat yang ada, tidak perlu ke dokter! Tapi batuk beruntun bikin otot perut jadi kaku, mengganggu tidur, dan sholat jadi cepat batal. Akhirnya ke klinik 24 jam saja yang obatnya ringan.

Mengatasi Lidah Pahit Saat Sakit

Penyebab lidah terasa pahit adalah karna produksi air ludah dan oksigen dalam mulut kita berkurang.
Biasanya efek dari kita meminum obat antibiotik, ibuprofen atau steroid. Bahkan ada yang meningkatkan asa, lambung hingga mual dan muntah.

Untuk melawan penyakit tentu badan harus kuat. Saya merasakan batuk berkurang kalau perut terisi meski tak kenyang. Jadi putar akal sendiri mencari makanan yang bisa mengalahkan rasa pahit.

1. Menyediakan biskuit marie manis, atau biskuit gabeng tawar. Cemilan apapun kalau yang asin rasanya hanya akan menambah mual.

2.  Minum air putih hangat beberapa waktu sekali

3. Menyikat gigi dan berkumur. Sebab mulut dalam keadaan kering akan mempermudah bakteri masuk.

4. Untuk menyenangkan hati dan menghibur mulut, saya minum susu coklat hangat/teh manis






Makanan Yang Berkuah

Kalau sudah sakit begini, biar di hadapan terhidang lauk padang semeja penuh pun, nggak bakalan nafsu! Makanan kering atau bersantan tak lagi menggoda.
Pernah disuguhi sup-sup instan dengan kuah bercampur susu, tapi rasa gurihnya bikin mual.

Alhamdulillah... saya temukan makanan yang bisa diterima perut, kuahnya dengan sedikit garam akan memperlancar masuk, seperti

- Sayur bayam bening segar dengan tempe goreng
- Bakso dengan caysim bening
- Soto bening
- Jus Buah alpukat, melon dll.



Masa Penyembuhan

Biasalah emek-emak, nggak boleh merasa sehat sedikit, pekerjaan yang lama terbengkalai sudah menanti. Kepengennya mengerjakan sendiri biar cepet-cepet hilang dari pandangan mata. Karna maksain diri bebenah, akhirnya keluar keringet dingin, lemas, dan limbung.

Ternyata tubuh memerlukan waktu untuk memperbaiki diri ke kondisi semula. Dengan beristirahat akan mengizinkan badan konsentrasi penuh untuk pemulihan. Tapi bukan berarti tidur terus! Karna badan pun jadi lama pulih. Supaya bergerak mari kita,

-  Membuat jus sendiri
-  Merapihkan kamar
-  Pindah ruangan untuk selonjoran
-  Ngobrol dengan keluarga
-  Keluar rumah untuk berjemur pagi hari

Bagaimana dengan baca atau menulis ? Wah, kepengen banget tuh! tapi baru beberapa lama sudah pusing lagi! Jadi sabar saja deh...

Naaaa kalau  ini ...  makanan pilihan favorite saya saat pemulihan! Hihi, "Mamayu" kalau kata orang sunda mah! artinya Nafsu makan setelah sakit. Tapi kalau keseringan namanya "Mayu-mayu in" dong yaa... :)






Monday, 15 June 2015

Belajar Dari Kekurangan Ramadhan Lalu







Wahh... tinggal menghitung hari yaa, ramadhan sudah tercium aromanya.
Bagaimana sahabat? Apa sudah punya rencana atau pernah punya bayangan kegiatan apa yang bakal mengisi ramadhan kali ini?

Kadang ada tanya  menggelitik, seperti apa sih ramadhan yang lalu bagi orang lain?
Kalau dihitung-hitung, rasanya saya tak pernah puas dengan ramadhan yang lewat. Malam takbiran selalu terisi dengan rasa kehilangan dan penyesalan. Kenapa banyak waktu penuh berkah berlalu begitu saja hanya gara-gara  urusan duniawi?

Pegel juga ya, kalau tiap tahun cuma menatap kesalahan, kekurangan tanpa mempelajari penyebab dan mencari cara mengatasinya.
Maka saya mencoba membuat perubahan dengan menyusun rencana kegiatan. Untuk menguatkan niat tentu harus ada suntikan semangat lewat ketegasan  motivasi.

KENALI KEISTIMEWAAN RAMADHAN.

Kalau masalah pahala besar di bulan suci, anak kecil pun tau. Tapi dalam ramadhan ada kesempatan untuk berdua lebih dekat dengan Allah. Kenapa lebih dekat? karna dalam keadaan lapar tentu beda suasana hatinya. Berusahalah meraih hati Allah dengan memperbaiki hubungan. Perbanyak minta tolong untuk hal sepele yang bisa berakibat besar. Hhmmm...misalnya gini,

"Ya Allah... tolong jauhi saya dari teman yang suka ghibah"  atau
"Ya Allah, saya kepengen bisa khatamin Quran. Tolong segeriiin mata saya"

BUAT RENCANA AMAL

Pagi ini saya sudah membuat surat edaran untuk anak-anak dhuafa. Dalam seminggu saya sediakan waktu dan tempat untuk mereka menghabisi waktu sore mereka dengan kegiatan NGABUBURIT SAMBIL BELAJAR.
Biasanya mereka bermain  di jalan sambil menunggu magrib, kali ini dilewatkan dengan membuat handycraft, menambah hafalan, dan belajar Budi Pekerti, mata pelajaran jadul yang entah ada sekarang mental kemana?

Yuk, sahabat... kita buat rencana apa saja di bulan bonus ini. Banyak orang yang diam-diam ternyata kreatif sekali dalam menciptakan amal. Seperti yang pernah saya temui sbb :

- Rutin membawa sepiring gorengan/makanan jelang magrib untuk petugas azan

- Beberapa hari sekali membeli 1 kotak air mineral dan bungkusan kecil-lecil isi kurma, di letakkan dipinggir jalan buat pejalan kaki berbuka

-  Menghimpun sumbangan anggota keluarga untuk dikirim ke Panti Asuhan

-  Mengundang beberapa anak tetangga dhuafa untuk berbuka bersama di rumah

- Bagi-bagi nasi bungkus untuk saurnya penjaga pintu kereta, tukang ronda malam, tukan pulung, dll.

- Memberi makanan buka untuk anak anak pedagang kantong di pasar tradisionil


MENAMBAH ILMU

Kalau khatam quran tentu keinginan banyak orang ya, tapi mari kita tambah ilmu baru di ramadhan kali ini! misalnya mempelajari arti quran sedikit demi sedikit.
Mudah kok, misalnya kita catat satu persatu arti ayat, yang kita ambil dari quran terjemahan.
Mulai saja dari surat alfatihah yang sering kita baca.

Alhamdu, artinya....
Lillahi, artinya...
Rabbil 'alamiin,artinya...

Setelah itu test diri sendiri dan hitunglah, berapa vocab yang bisa dikuasai hari itu.
Allah pasti senang liat hambaNya cinta Quran dan mau mempelajarinya.

MENCATAT KEBIASAAN BURUK

Jangan malu menulis sifat jelek dan kebiasaan buruk kita. Dengan menuliskannya saja sudah satu langkah besar menuju perbaikan. Misalnya kita sering marah, mengeluh, kurang tawakkal, atau tajam lidah. Lalu minta bantuan Allah untuk menghilangkannya. Allah maha membolak balikkan hati, bukan? Tanpa bantuannya apalah kita ini?

PORSI WAKTU

Sedari awal ada baiknya kita susun rencana yang paling penting. Mendahulukan tugas utama agar tak terbebani. Dengan mengenal dan menyusunnya kita jadi punya waktu banyak untuk beribadah.
Kadang masalah yang tak penting tumpang tindih dengan yang utama, hingga kita terburu-buru dan kehilangan waktu.

Selamat menjalankan ibadah puasa sahabat-sahabatku...
Semoga ramadhan ini kita dalam keadaan sehat, dan ibadah kita lebih berkwalitas melebihi ramadhan tahun lalu. Kita tak tau, apakah ini ramadhan terakhir kita?

Mohon maaf atas segala salah dan khilaf saya. Kita saling bebersih yaa... Love u all! :)










Thursday, 11 June 2015

berburu Kuliner Setelah Berburu Ilmu




Warga Jakarta asal Padang, punya tempat kumpul di Masjid Sunda Kelapa. Ikatan bathin dengan masjid itu sejak tahun 80-an sebelum saya aktif di RISKA (Remaja Islam Sunda Kelapa). Usai sholat subuh berjamaah mereka memburu ilmu. Tema kajian terus berkesinambungan, bikin penasaran.

Pagi ini saya kesana lagi. Taman masjid sudah seperti Kebun Raya. Di bawah pohon tua tempat saya bedah quran bersama teman-teman, dulu ... sekarang jadi tempat makan lesehan, dan rapat keluarga.

Aneka jajanan Padang makin padat. Memburu selera perut sesudah memburu ilmu. Rendang dengan kentang bulat, rendang paru, rendang telur, rendang bebek, rendang ayam sudah habis. Yang tertinggal gulai ikan.

Saya dan sahabat bloger sarapan dengan lontong sayur. Rencana mau makan es kelapa muda gagal, karna keburu kenyang. Lihat kue bersantan dan cemilan renyah ala Padang seperti Kapiang, Kripik, kerupuk kulit kecil, jadi inget jajanan di Padang.

Semoga nggak inget lauk-lauk itu saat saur minim lauk, ramadhan nanti...









Lontong Sayur Gulai Paku


Dendeng Balado










Saturday, 6 June 2015

Si Cantik Di Depan Rumah

Semalam tidak tau kalau  ada bola emas di depan rumah...
Lewat WA seorang sahabat bloger mengajak, " Aayooo foto! mumpung lagi bagus bulannya!"
Gambar kirimannya jelas-jelas mengompori. Mata yang jam 11 sudah kriyep-kriyep ngantuk jadi terbuka lagi. Alhamdulillah.... nggak kehilangan moment cantik! Yang bikin suasana jadi romantis waktu saya pertama kali melihatnya di atas loteng jemuran. :)

Maha Besar Allah, "Nikmat mana lagi yang engkau pungkiri?" 
( 31 kali pertanyaan Allah  itu berulang di Surah: Ar-Rahman)

Allah memanjakan semua indera kita dengan ciptaanNya. Mau di ambil hiburan boleh, mau diambil sebagai peringatan akan kedahsyatan ciptaanNya pun boleh! Diri  kita teramat  kecil. lemah, hanya sebutir debu yang kemana mana membawa debu, akhirnya kembali ke tanah jadi debu...

Terimakasih Allahku...




ASLI




NIKKON D7100- Lensa : 300 mm


EDIT









Thursday, 4 June 2015

Cari Barang Second


Gara-gara mau cari kursi murah buat warung, terdamparlah saya di Pasar Rumput Manggarai yang sering saya lewati zaman gadis. Dulu sih, kebanyakan perlengkapan musik, rumah dan kamar mandi second, seperti closet, kran-kran, bath tub sampai tempat sabun cantik. Sekarang beda, banyak orang yang tak ingin menumpuk barang di rumah. Perlengkapan bayi dan kursi roda cuma sebentar digunakan langsung mereka jual disini hingga mendominasi. Termasuk alat treadmill dan golf. Lumayan jauh dari harga asli!





Kursi yang saya cari malah tidak ada sama sekali! Tempatnya terpisah jauh di Jalan Saharadjo, daerah Manggarai jelang Tebet. Dari seberang Mall Sarinah Jaya bisa naik Metro Mini no 34. Nggak butuh waktu lama, tempat sasaran itu sudah nampak di kiri kanan jalan.
Sayang... pas turun, ternyata kebanyakan yang tersedia kursi kantor dan kursi resepsi.
Seorang bapak turun dari mobil langsung beli kursi lipat merk Chitose yang umum kita lihat di acara kawinan. Mentok harga Rp 100.000, Kalau barunya seharga 293.250,- di toko online

Eh, ada kursi yang sejak lama saya cinta,lho! Bekas Dunkin Donut bersandaran lengkung warna pink bahan stainless. Kalau saja tak ada sebagian yang warnanya luntur tentu saya beli untuk di teras belakang rumah saja. 





Hopeless! Ada kursi warung yang cocok modelnya, tapi cuma sedikit jumlahnya. Nggak lucu ya, kalau dalam 1  ruang model kursinya nggak kompak.

Sepulang dari sana , iseng-iseng browsing lagi ... Walaah! Kursi resto second itu ternyata bertumpuk di daerah Cakung, nggak jauh dari Stasiun, padahal  tinggal  klik ini, doang! 
Hehe, Gini ni... akibat cuma dengerin petunjuk orang.