Sunday, 19 July 2015

Melepas Ramadhan


Dalam hitungan jam ramadhan perlahan lepas dari pandangan, tidak sedikit teman-teman yang mengeluh karna merasa kurang amal, tidak khatam quran, terlalu sibuk dengan hal keduniawian, mutu ramadhan masih sama dengan tahun kemarin, atau  lebih buruk?




Saya lihat,  tak ubahnya seperti perasaan orang haji yang baru pulang. Kangen Mekah sudah muncul meski baru beberapa hari di rumah. Ingin sekali kembali untuk memperbaiki amal ibadahnya, ingin menambah kegiatan tambahan yang nilainya besar di buku Malaikat, dan lain lain alasan.

Bila penyesalan saja yang terlihat, rasanya tak adil buat diri sendiri, hingga lupa bersyukur.
Alhamdulillah, Allah sudah memberi kesempatan bertemu ramadhan. Selagi doa didengar, panjatkan pinta agar amalan terkecil yang terselip di hari suci ini kwalitasnya amat tinggi. Berdampak besar untuk perbaikan ke depan, merubah ahlak jadi lebih baik, minta diberi sabar dalam menjalankan kewajiban, sabar meninggalkan hal-hal buruk, mampu mempertahankan yang baik saat ramadhan, duh! banyak list permintaan yaa... Tapi tak apa ... Allah pemurah,kan?

Saya berfikir simple, its ok! Sesal selalu berulang tiap sampai di ujung bulan . Tapi  penyesalan yang menyakitkan, menyesakkan cuma ada "Di sana!"  Kebayang nggak sih? Saat bangkit dari kubur lalu baru sadar, tak ada yang dapat dibanggakan di hadapan Allah! *Naudzubillahi min dzalik!

Agar tak kehilangan, jadikan saja hari +1, +2 dan seterusnya setelah idul fitri, tetap beraroma ramadhan. Selalu merasa diawasi Allah. Sederhana dalam menjalani hidup, sesederhana teh hangat manis yang membasahi tenggorokan saat azan berkumandang.

Yakin bahwa, kita tak sendiri dalam kesulitan hidup, di mana-mana berserakan masalah yang lebih berat. Saling bantu dengan sayang akan berujung pada kebersamaan, serentak rela diatur dan menyerahkan semua pada Allah, seperti serentaknya kita berbuka dan sahur. Kebersamaan ini tak ada duanya di dunia. Sehebat apa pun sang raja bumi, takkan ada yang sanggup mengatur kegiatan ini.
Mengatur 2 juta manusia bersaf rapih dalam beberapa menit saja tak sanggup!

Orang orang shaleh, para Malaikat, langit dan bumi semua merasa kehilangan.
Andai muslim tau, tentu langit sepi muram, tanpa percikan kembang api!

Selamat  jalan Ramadhan...
Sentuhanmu moga berbekas
pada lisan dan langkah

Jika tak bertemu denganmu di tahun depan
Biarkan keindahanmu tertinggal
Hikmah sejukmu mengantar ke liang lahat

Namun, jika kesempatan masih ada
Beri tempat teduh untuk merawat taqwa
selama penantian...






1 comment:

  1. Selamat Idul Fitri, maaf lahir dan batin

    semoga Allah SWT memperkenankan kita bertemu Ramadhan tahun depan :)

    ReplyDelete