Wednesday, 19 August 2015

Alasan Acara Sunatan Meriah





Kartu undangan sunatan dari kerabat yang saya terima  tak biasa, begitu juga pestanya. Acara dari pagi sampai malam  diawali dengan arak arakan memikul pengantin sunat adat Subang atau Sisingan. Bukan cuma  pengantin beberapa kali ganti pakaian , menu hidangan di halaman luas itu juga berganti. Artis pengisi acara semenarik doorprize yang majang di bawah panggung. Mesin cuci, Ponsel dll. Kupon berhadiah uang terselip didalam pisang beberapa tandan.

Tamu yang tak dapat apa-apa tak akan kecewa, karna dapat kupon foto studio di sudut taman.
Pasangan atau keluarga yang tak pernah sempat foto bersama, kesempatannya ada di sini.
Seru, sibuk dan meriah! Tiap sudut ada kegiatan. Tapi untuk apa? Kan cuma sunatan?

Tapi kalau ingat budaya itu tak pernah pernah lepas dari manusia, dan pola pikir manusia sangat memperngaruhi budaya, jadi maklum deh!

Di Arab sana, tempat asal anjuran khitan, anak anak dikhitan sejak usia 3 sampai 7 tahun. Sementara di  daerah Maumere dan Flores, usia 21 baru dikhitan! Hihi ... kayak Muallaf yaa..
Kalau kata dokter, baiknya dikhitan antara umur 1 sampai 12 tahun. Reaksi ereksi belum seberapa jadi mempermudah pekerjaan.
Bicara usia ada banyak pilihan, begitu juga pelaksanaannya. Ada yang berpandangan khitan adalah kegiatan biasa, ada juga yang menganggap istimewa.

Kalau ada yang seseruan dan heboh bikin acaranya,  karna mereka  punya pola pikir begini,
Kesian sama anak laki. Kalau mereka besar dan menikah nanti pasti acara besar-besarannya di rumah pihak perempuan. Dan keluarga perempuan yang lebih banyak berperan.
Jadi saat khitan inilah kesempatan membahagiakan dan berbuat terbaik untuk anak laki-laki.

Mendengar alasan itu, saya jadi flashback saat ke 3 jagoan saya dikhitan berbarengan supaya irit,  sekali kerja, dan supaya tak ada kecemburuan.
Sederhana saja, cuma bikin nasi kuning, tanpa pelaminan, tanpa tenda. Anak-anak pakai seragam baju koko putih dan celana panjang batik jahitan Oma mereka . Ada juga hadiah dari Ibu Fachruddin, tetangga kami yang baik dan  pandai menjahit. Dipakai pada sesi ke 2 acara .

Alhamdulillah, saya tak harus kecewa, merasa belum berbuat yang terbaik untuk anak laki-laki.
yang penting acara dulu itu berkesan buat mereka.  :)


6 comments:

  1. eh,baru tahu yang di flores itu mak hehehe..iya ya kayak mualaf hehe

    ReplyDelete
  2. di sunda juga umur segitu mbak umur di khitan 3-7

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, di Bogor jg begitu, bahkan ada yang lebih dari 7 tahun, karna nunggu anaknya minta sendiri :)

      Delete
  3. ah iya aku juga kadang mikir sunatan kok musti djmeriahkan banget, ternyata itu alasannya

    ReplyDelete
  4. Hehe...aneh, tapi masuk akal sih...:)

    ReplyDelete