Tuesday, 4 August 2015

Asiknya Relaksasi di Hatuasa




Bapak pernah cerita, bagaimana dahulu tentara tentara Jepang yang sakit dan luka luka datang ke Tulehu.

Anak anak kampung  takut  dan diam diam menyaksikan tentara berendam Air Panas Hatuasa. Kalau dari arah kota Ambon, letaknya sebelum pantai Tulehu, menuju kampung Tenga-Tenga.




Bangsa Jepang lebih suka pengobatan tradisional, yakin bahwa air panas adalah awal obat sebelum obat lain. Luka luar akan terhindar dari infeksi, sakit dalam maupun otot akan mudah disembuhan jika saraf sudah rileks. Pas benar dengan prinsip warga setempat. Maka Hatuasa mendadak ramai. Mereka terus memuji sambil berendam.

Ada dua aliran sungai bersisian dengan asap mengepul. Aneh ya, satu aliran tapi punya panas yang beda. Aneh yang lain, kalau kita  lemaskan (rilex)  tubuh, tangan dan kaki bisa terangkat dengan sendirinya. Persis berenang di Laut Mati - Timur Tengah sana yang punya tekanan dan kadar garam berbeda dengan laut pada umumnya. Subhanallah...



"Coba dulu yang sebelah kiri (57 drajat) , setelah itu baru yang kanan  (70 drajat)!" Begitu kata tante saya.

Sebelah kiri rasanya seperti air hangat rumahan, anak kecil pasti kuat. Tapi, begitu coba yang sebelah kanan, huhuuuu...nggak kukuuu!! Meski sudah pelan pelan penyesuaian dengan mencelupkan telapak kaki, saya tak bisa lama-lama, apalagi berendam badan? Biar untuk penderita rematik saja deh!
oh ya, kalau badan mau dipijat oleh ahlinya, datanglah di malam hari.

Kami ingin coba  teraphy semprot kepala! Katanya bisa membuat rileks saraf saraf kepala. Cucok nih! Sehari-hari anak saya liat screen komputer terus, dan saya sering sakit kepala. Nikmaaat luar biasa merasakan tekanan air hangat di pusat sakit.

Wisata Air panas yang bersumber dari panas bumi ( Non belerang) ini masih dikelola kerabat saya dengan sederhana. Karcis  5000 rupiah per orang rasanya kurang cukup untuk biaya perawatan dan pemeliharaan .
Pihak swasta atau pemerintah belum mengelolanya. Jadi kantin dan tempat karoke yang 24 jam non stop itu terkesan apa adanya.

Asal Mata Air Panas



Konon di tahun 1990 bapak Muhammad Nahumaruri tak sengaja menemukannya saat ingin menanam pohon sagu. Begitu penggalian tanah ada batu yang memancar air panas dibaliknya.

Tak ada kendaraan umum yang lewat sini. Pegunjung kebanyakan mengendarai motor pribadi atau naik ojek. Buka jam 10.00 sampai jam 21.00, tapi kami datang jam 7 pagi supaya lebih bebas berenang tanpa bercampur dengan kaum adam.

Kami meyusuri aspal bagus. Kiri kanan lebat hutan sagu, pohon nyiur, tanaman buah. Udara pagi yang menggigit tak terasa lagi, begitu sampai di parkiran kosong, karna lihat asap air mengepul di sela hijau pekatnya dedaunan. Kerabat kami baru saja mulai menyapu. Mandi pun belum sempat. *Gampang sih, tinggal nyebur!



Perbedaannya dengan tempat pemandian air panas yang pernah saya kunjungi, Hatuasa tak menempel pengumuman yang melarang berendam lebih dari 2 jam.
Hal demikian buruk bagi yang sehat, badan bisa lemas. Apalagi bagi penderita hipertensi.

Meski saya lihat pengunjung aman berlama-lama, tapi informasi yang saya  dapat ;

- Mandi air hangat 32-35 derajat celsius selama 10-20 menit akan membatu mengeluarkan toksin karna pori-pori terbuka. Menurunkna kadar gula darah, menjaga kerja usus besar, menyembuhkan sakit otot.

- 30-35 drajat celcius  akan menghilangkan stress, lelah, dan pendarahan hidung,

- Berendam selama 10-20 menit sudah cukup untuk menyembuhkan penyakit kulit dan mengobati infeksi, sembelit dan insomnia. Bila dicelup berganti-ganti denga air dingin, insya Allah bisa menyembuhkan sakit kepala, flu dan sembelit.

Subhanallah...Allah baik yaa, Dia memberi penyakit tapi sudah menyiapkan obatnya. Mata juga dihibur dengan pemandangan sekeliling.


















2 comments:

  1. masih alami banget ya mbak,murmer pula hehe

    ReplyDelete
  2. Berendam air hangat apalagi di malam hari memang nikmat :)

    Enak banget tuh sepertinya, baru tau juga di daerah sana ada mata air panas. Sepertinya memang sudah saatnya mengenal lebih dalam geografis negara sendiri, selama ini negara luar melulu soalnya :p

    ReplyDelete