Monday, 28 September 2015

Kenapa Sulit Memaafkan Diri Sendiri?


Saya berdiri di halte menunggu Bis, tiba-tiba seorang bapak pengendara motor berhenti dengan jarak dekat. Sambil terburu-buru  membuka helm, dia tanya jalan menuju Ciawi puncak. Karna kaget dan tidak siap,  saya beri arahan dengan cepat.

Begitu dia pergi beberapa meter,  baru sadar! Saya berdiri di halte yang tak biasa.
Harusnya saya beritau belok kiri, tapi kenapa terucap "Ke kanan?"

Mau dipanggil motor sudah melaju  kencang menuju Cibinong, berlawanan arah dengan yang ia hendak tuju. waddduuhh!!
Sepanjang perjalanan hati saya tak tenang, menyesal terus, membayangkan bapak itu menggerutu kecewa .

Saya doa berulang-ulang, semoga ia lihat tulisan angkot di dekatnya, lalu dapat petunjuk lagi dari orang lain.

Merasa bersalah kadang lama melekat di ingatan, sampai sampai sulit memaafkan diri sendiri.
Dulu saya juga pernah membentak anak saya yang masih kecil. Kejadiannya cuma sekali, tapi gaung penyesalannya ratusan kali. Apalagi setelah membaca buku-buku parenting.

Banyak  penyesalan yang pernah kita alami, namun menyalahkan diri sendiri akan membuat energy positif kita terkuras! Maka untuk mengembalikannya berusahalah berfikir positif.
Yakin bahwa pengendara motor tadi akan bertemu dengan orang yang tepat, yakin bahwa kesalahan dalam membimbing anak lantaran kita belum tau ilmunya. Mendoakan mereka sama dengan menyerap kembali energy energy baru yang positif.

Jika masih sulit melupakan, saya berfikir..
Kok, sesal  pada sesama  hamba  sampe segitu lamanya? Sementara kesalahan pada  Allah, cuma sekejap , itu juga kalau lagi eling!"

... Sekecil apa pun kesalahan pasti berhikmah
... Segeralah menutupi kesalahan dengan berbuat kebaikan
... Sesekali perlu salah, agar lapang dada menerima kesalahan orang lain
(Hehe, asal jangan terus-terusan salahnya yaa...:)







Sunday, 27 September 2015

Bahagia ada dimana-mana


Jika banyak memikirkan hal yang tak penting
kebahagiaan tak nampak, tak dirasa

Hitung bahagia mulai saat melek mata
Rasakan hawa pagi,
hingga  detak jam di pekat malam

Pergantian hari  punya cerita
Ada tugas dan peran berbeda
Dan ada kejutan yang banyak mata melewatkannya

Hari ini dapat ilmu dari komunitas  kelas Blogger di perpustakaan Cinta Baca. Bertemu sahabat-sahabat Blogger Bogor yang baik, ada yang memberi bumbu rawon langsung jadi,  memberi buah-buahan hadiah juara lomba blog, dan ada yang bersedia mengajarkan anak-anak binaan saya membuat clay.




Dalam perjalanan pulang, meski riuh deru  kendaraan, tapi mata tersejukkan oleh halaman istana Bogor yang menghijau kembali, sungai yang kemarin kering kini berisik dengan kericik, trotoar  samping sekolah RP kini luas, bersih,licin. Pejalan kaki mendapatkan haknya.

Alhamdulillah, Indahnya malam berhias syukur...















Thursday, 24 September 2015

Sedekah Kecil, Hasilnyaa...???



Seorang teman datang menyerahkan sedekahnya.

"Tolong titip ya ... saya  cuma punya sedikit ,nih!"

Lalu saya bilang,

"Nggak apa-apa! Kan yang sampai ke Allah keihlasannya, bukan jumlah"

Setelah ia pergi, saya pun putar akal supaya bisa manfaat .  Akan digabung dengan dana kas  iuran SPP anak binaan? Atau langsung diberikan kepada dhuafa  pertama yang saya temui? Tapi kalau hanya ke makanan rasanya kok pendek manfaat...

Selang 1 atau 2 hari,  datanglah Bu Endang penjual rempeyek, beliau  janda tua dhuafa.
Seperti biasa, kalau ketemu beliau suka curhat.

Anehnya hari itu dia bukan curhat tentang rempeyeknya yang suka dihutangi, tapi  tentang kesedihannya karna sudah lama tak baca quran. Kacamata tuanya pecah dan belum sanggup membeli lagi.

Waahh!! Alhamdulillah, sepertinya itu  jawaban buat saya.

Bu Endang  berpakaian rapih dan harum meski cuma ke Mall yang jaraknya tak jauh.
Di jalan masuk mall, ada gang kecil tempat kios kios sederhana menjual segala. Salah satunya toko kacamata langganan saya. Dengan senyum merekah ia coba satu persatu kacamata baca (Plus). Setelah dapat yang cocok, saya lihat bu Endang memasukkannya  hati hati kedalam tas.

Entah sebulan atau 2 bulan setelah itu, saya  berpapasan dengan bu Endang di jalan. Senang lihat dia cerita gembira, bisa ngaji dirumah dan dapat berkumpul lagi dengan teman  pengajian di Majelis. Quran tak lagi tersimpan diam.




Antri periksa...


Sahabat saya tak pernah tau, bagaimana senyum bu Endang saat mencoba kacamata, dan betapa panjang manfaat sedekah kecilnya.

Ide kacamata berkat izin dari Allah jua. Saya tak pernah menyangka akhirnya jadi proyek amal yang besar. Sumbangan jutaan saya terima dari sahabat-sahabat aktifis masjid Sunda Kelapa-Jakarta untuk membeli kacamata.
Teras rumah saya  jadi seperti ruang optik saat ramadhan kemarin. Dan sekarang saya masih menyebarkannya.
Lumayan ... jadi tambah saudara, dan kesempatan buat saling mengingatkan...

"Nahh, setelah ada kacamata, yang rajin ngajinya ya Bu...Pak..." :)

Hari ini suprise! Karna salah satu dari mereka adalah tukang bubur yang ternyata lulusan pesantren!







Tuesday, 22 September 2015

4 Jenis Karakter Manusia, kita yang mana?



Siapa yang tak pernah kecewa oleh seseorang?
Cara pandang dan sikap orang lain kadang ada yang tak sanggup kita mengerti. Jika satu kepala saja ada beberapa pendapat berputar-putar, apalagi menghadapi banyak kepala?

Tapi jika dapat ilmunya, kita akan jauh dari rasa kecewa. Meski sempat terlontar keluhan, tapi tersedia  cara untuk menetralkan suasana hati. Kita takkan mudah menyalahkan orang lain, bahkan bisa bertindak bijaksana menghadapi manusia macam apa pun.

Modalnya cuma memahami  bahwa pada dasarnya secara fisik manusia punya 3 dimensi karakter

Manusia Dimensi 1

Adalah manusia yang merasa dirinya tak punya makna di kehidupan. Diibaratkan  ia seperti gambar sebuah garis lurus, datar, hanya terdiri dari titik titik yang bersambung. Bila cenderung Extrovert maka sikap yang muncul adalah suka menyerang, kasar.  Sebaliknya bila Introvert  akan pasif, senang menyendiri, apatis, menyalahkan external. Bahkan ada yang punya kecenderungan untuk menghabisi nyawanya sendiri.

Solusi :

Mereka harus diberi akses untuk meningkatkan potensi. Agar ia mengenal diri sendiri. Bukankah tiap manusia punya blue print atau lebelnya masing-masing? Mereka inilah yang masih bingung.
Bila ia murid, jadikan ia ketua kelas, memimpin kelompok belajar, memimpin proyek dibidang yang jadi hobbynya.

Manusia Dimensi 2

- Senang melakukan kerusakan/keburukan
- Kaku, tidak mau memperbaiki diri
- Menyalahkan orang lain
- Merasa terancam, memusuhi siapa saja yang berbeda dengannya
- Kondisi mental tak seimbang

Solusinya : Jangan jemu untuk mengingatkannya

Manusia Dimensi 3

- Tidak merusak, tapi tidak mengajak orang lain untuk kebaikan
- Bisa  paham dan mengerti, tapi tetap tidak mau berubah
- Tidak mau vortex, tak suka tantangan/tanggung jawab, berada di comfort zone.
- Sedikit melakukan  pengembangan diri.

Manusia Dimensi 4

- Out of the box
- Memiliki pola pikir memberdayakan
- Cara pandang luas
- Apresiasi terhadap perbedaan
- Conscious, inspirasi, bijaksana, tidak menilai
- Mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan
- Mencegah keburukan
- Menghasilkan karya yang agung
- Menebarkan cinta  kasih
- Menyayangi semua mahluk

 Dimensi yang baik atau buruk tersebut sangat mempengaruhi manusia disekitarnya, juga alam.
Bila kita baik karakternya, maka orang lain disekeliling yang menyaksikan perbuatan baik kita  akan beruntun mengikuti (Efek domino)

Begitu juga Alam, ia akan memberi yang terbaik pada manusia yang menjaganya. Pohon akan tumbuh subur dan berbuah banyak jika kita rajin menyiram sambil menyapanya dengan kasih.

Ada satu kisah nyata di zaman kekhalifahan. Salah seorang cucu Saidina Umar diangkat menjadi raja di negara yang sedang paceklik karna kekeringan, ekonomi terpuruk, moral bangsa buruk, kriminal meningkat.

Namun herannya sejak ia berkuasa, semua tanah subur kembali, ekonomi membaik begitu juga dengan ahlak rakyatnya.
Itu karna beliau berahlak  baik, maka alam membantunya mewujudkan kesunguhan  niatnya membuat perubahan.

Sikapnya yang santun dan bijak  jadi panutan rakyat. Mereka tenang dan ingin bisa berbuat serupa. Dalam ketenangan itulah, jual beli jadi lancar karna ada saling percaya.

Saya jadi makin yakin akan  pesan,

...Ajaklah mereka untuk berbuat kebaikan
...Berlomba lombalah dalam kebaikan
...Orang yang  beruntung adalah, saling nasehat menasehati dalam kesabaran
...Agama adalah nasehat








Thursday, 10 September 2015

Pertemuan Yang Baik Menentukan Hidup




Prof. Kazuo Murakami bilang :
"Jika ingin mengalami pertemuan baik, minimal dari diri sendiri memliki sesuatu yang didambakan.
Kalau kita menginginkan sesuatu, kedua belah pihak akan memancarkan "sesuatu", dan terjadilah pertemuan yang baik. Sedikitnya harus ada "sesuatu" yang kita cari"

Dan Pertemuan yang baik akan menimbulkan vibra yang yang baik pula untuk orang lain



Tahun 1997, Penyanyi Chrisye bertemu dengan Sastrawan Taufik Ismail, seusai satu acara.

"Bang, saya punya sebuah lagu, sudah saya coba menulis kata-katanya tapi saya tak puas. Bisakah abang menuliskan liriknya?"

Karna Taufik Ismail pecinta lagu lagu Chrisye, maka diterimanya permintaan itu dengan waktu yang diberikan 1 bulan lamanya.

Setelah pita kaset diterima, dicarilah larik kata yang tepat  untuk tiap ketukannya. Chrisye ingin kalimat yang religius.
Tak disangka, pencarian itu membuat Taufik Ismail gelisah, 1 minggu ... 2 minggu ... hingga 3 minggu. Inspirasi masih tertutup. Akhirnya ia menyerah! Harus  telepon esok hari dan akan bilang :

"Chris, maaf ya ... macet! Sorry, saya akan kembalikan pita kaset itu"

Setelah menyusun rencana, ia pun kembali meneruskan kegiatan rutinnya, membaca surat Yassin.
Namun begitu bertemu dengan ayat 65 tentang pertanggung jawaban manusia di akhirat nanti, terbukalah cakrawala perenungannya, tali-tali yang mengekang inspirasinya lepas satu demi satu, hingga membentuk 1 syair yang menyentuh.

Bergegas ia membuka lagi pita kaset itu, ia sibuk memindahkan makna ayat itu ke lipatan larik larik.
Ia terobos keraguan dengan Bismillah, maka selesailah syair lagu  Ketika Tangan Kaki Bicara, yang membuat Chrisye sangat bergembira.

Tak pernah disangka, hari berikutnya larik itu menjadi larik terdahsyat bagi Chrisye sepanjang perjalanan kariernya. Baru 2 baris ia dendangkan, tak sanggup lagi! Airmatanya keburu deras mengalir. Proses rekaman berkali-kali menunggu ia kuat hati. Gila! saya dilumpuhkan oleh lagu saya sendiri! Katanya...

Hal serupa juga yang dialami Iin Parlina-Bimbo saat menyanyikan lagu Rindu Rasul.
Hingga kini kedua lagu tersebut akan membuat merinding siapa saja yang mendengarnya.

Pesan cerita membuktikan bahwa, mengaktifkan DNA yang baik, maka baik pula manusianya. Lingkungan mengantarkan kinerja DNA ke arah yang menguntungkan. Chrisye mendamba bisa menyampaikan pesan dalam lagunya. Lalu dambaan itu menggiringnya ke tempat dan orang yang tepat. Dan keinginan baik Taufik Ismail menggiringnya ke ayat yang  tepat.

Ini tambahan dari renungan saya saja,
Di bagian lain dijelaskan bahwa informasi dalam trilyunan sel dalam tubuh manusia, jumlahnya sama.
Sel-sel  tersebut mampu merekam apa saja yang kita alami di keseharian.
Kalau begitu Alquran sudah lebih dulu memberitau, bahwa kelak anggota tubuh kita mampu bersaksi atas kelakuan kita selama di dunia.. seperti syair lagu Chrisye diatas.

Akan datang hari
Mulut dikunci
Kata tak ada lagi

Akan tiba masa
Tak ada suara
Dari mulut kita

Berkata tangan kita tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita, kemana saja dia melangkahnya
Tidak tau kita, bila harinya
Tanggung jawab,tiba

(Wallahu a'lam..)
















Wednesday, 9 September 2015

Kita Punya Sinyal Rahasia

Ini lanjutan postingan saya yang lalu dengan judul " DAPAT PR "



genomica


Prof. Kazuo Murokami mengadakan penelitian di  Universitas Tsukuba. Ia melakukan eksperimen menaikkan tekanan darah hewan percobaan. Namun ia dan rekannya kebingungan karna tekanan  darah hewan itu tak juga naik meski sedikit. Kebingungan bertambah karna dapat tugas baru dari rektor. Terpaksa Profesor harus meninggalkan laboraturium.

Stress berlebihan dan kelelahan tumpang tindih. Saat itulah datang seorang staf peneliti memberitau :
"Professor,  tekanan darah tikus mulai naik!"
Setelah ia periksa waktunya, ternyata bertepatan dengan saat ia stress tadi.

Selama penilitian, sang profesor pun kerap mengalami "Pertemuan" dengan orang yang tepat . Pernah ia mengalami jalan buntu.  Lalu bertemu dengan seseorang yang gara-gara pertemuannya itulah  penelitiannya mengalami keberhasilan yang luar biasa.

Pertemuan yang ia namai  "Sinyal Rahasia Kehidupan". Sinyal yang menimbulkan tanya, "Kok bisa bertemu dengan orang ini di saat seperti ini? Kenapa seperti ada saling keterkaitan?

Pertemuan macam apa pun memiliki sifat "Tak Terhindarkan" didalam perjalanan waktu yang menghubungkan masa lau, masa kini dan masa yang akan datang.
Ada pertemuan yang BAIK dan ada yang TIDAK. Tapi menurut Prof. Kazuo Mukorami mendambakan pertemuan yang baik itu sangat penting. Jika bersungguh sungguh menginginkannya, maka niat itu akan sampai pada oranglain.

Sinyal Rahasia Itu DNA namanya



Badan kita terdiri dari  banyak sel, dan di dalam sel tertulis kode rahasia yang luar biasa banyak rahasianya. Saat ini upaya menguraikan kode itu dalam skala dunia. Barangkali nanti akan diketahui apakah pertemuan kita dengan orang tertentu dipengaruhi oleh DNA? Karna gerak dan fikir manusia berkaitan dengan gen, dan apa yang tidak tertulis  pada kode DNA kita, tidak akan terjadi pada diri kita.

Apa itu DNA/GEN ?

Yang banyak melintas di fikiran awam adalah "Faktor Keturunan dari orang tua kepada anak" Mulai fisik sampai karakter dan kebiasaan
Itu tidak keliru! Tapi itu hanya sebagian keciil saja!

Gen  berkaitan dengan segala aktifitas  kehidupan seperti bernafas,  BAB, berfikir atau bergembira. Kenirja Gen juga vital saat manusia memutuskan sesuatu dalam hatinya.

Gen ada dalam inti sel, dan dalam inti sel itu ada materi yang namanya DNA.
DNA terdiri atas dua buah pita  yang berbentuk spiral, dan di atas pita itu tertulis informasi yang dilambangkan dengan 4 abjad simbol kimia. Informasi ini adalah informasi genetik, dan informasi dasar gen. 1 orang manusia  punya 3 miliar abjad simbol kimia. Woow!!

Kalau digambarkan dalam angka pasti sulit! Tapi jika dijadikan buku maka diperlukan 1000 jilid buku setebal 1000 halaman untuk mencatatnya.
Artinya aktivitas kehidupan kita diatur oleh informasi yang terbentuk dari 3 miliar abjad simbol kimia.

Manusia dewasa punya 6 trilyun sel. Tiap selnya tersimpan 3 miliar informasi. Dan yang mengejutkan ... Sel tubuh bagian mana pun pasti menyimpan 3 miliar informasi yang dibahas tadi.
Artinya, setiap sel dalam tubuh bagian mana pun menyimpan informasi yang sama.


Mempelajari ilmu ini saya jadi berkesimpulan,
Jika ingin menjadi baik, maka pasanglah niat baik, maka akan bertemu dengan orang orang yang baik. Segala sesuatu telah tercatat, kemana-mana kita membawa catatannya masing-masing. Dan tak berubah nasib seseorang kecuali diri kita sendiri yang mampu merubahnya.

Menarik sekali mempelajarinya, kita akan tau nantinya, mengapa kita mengalami De Javu?
Tapi tunggu episode selanjutnya yaa... :)








Monday, 7 September 2015

Dimanja Menu 5 Pulau Di KEMPINSKI







Senang luar biasa! Hotel Indonesia Kempinski mengajak Blogger merayakan HUT RI ke 70 dengan menjelajahi aneka rasa makanan khas dari 5 pulau Nusantara.
Para Chef Hotel Indonesia Kempinski  dan Chef  darri luar negeri  didatangkan khusus untuk acara istimewa yang berlangsung hampir 1 bulan,  sejak tanggal 5 Agustus hingga 8 September. Woow !!

Begitu email saya terima maka rencana perjalanan ke Hotel Indonesia - Kempinski pun  terbayang.
Naik Commuter Line dan langsung naik taxi begitu keluar dari stasiun Sudirman, meski  teman bilang bisa jalan kaki ke lokasi, saya tak mau terlambat ke acara keren itu.

Sejak renovasi total tahun 2004 hingga diresmikan Bapak Yudhoyono pada Hari Kebangkitan Nasional 20 Me1 2009, saya belum pernah melihat berubahnya plang nama Hotel  yang penuh sejarah awal  perkembangan pembangunan Kota Jakarta.

Tak perlu waktu panjang, hanya 10 menit perjalanan dengan taxi,  huruf besar keemasan terpampang gagah di halaman hotel  usia 60 tahun.
Tumbuhan hijau terang disekelilingnya menambah kesan mewah namun tetap natural.
Petugas berseragam rapih yang membuka pintu dan yang mendeteksi tas, tak sempat saya perhatikan.
Hehe , biasa ... Mata blogger kalau di lokasi acara pasti yang dicari absen dan wajah teman-teman.

Begitu masuk melewati meja resepsionis mata saya sudah menangkap ada 4 style furniture yang berbeda. Dinding sebagian besar ruang itu tak didominasi  hiasan kain daerah, arca, atau lukisan suasana kampung yang tersebar di Nusantara seperti yang biasa kita lihat di hotel hotel lain.







Di ruangan ini dominan foto-foto Bapak Soekarno ukuran besaaar kira kira tingga 3 meteran dan lebar 1,5 meter. Ada yang bersama Marlyn Monroo, Jhon F Kenedy, dll.
Kenapa foto beliau? Sebab penggagas awal dan peletakan batu pertama pembangunan adalah beliau sendiri.

Diruangan sejuk yang kontras dengan cuaca di luar itu, terdengar suara Resepsionis menyebut nama kami dan mengantar  ke meja yang sudah ditentukan.
Meja  kami bersisian dengan taman hijau  dalam kaca. Di deretan belakang dekat ruang makan outdoor, ada meja panjang terisi penuh oleh karyawan Metro tv. Memang HI Kempinski mengundang banyak penulis  dan pewarta untuk promosinya.

Sejak berbalas email semua petugas  menjalankan tugasnya dengan ramah dan runut dalam memberi informasi . Mereka juga sigap mengingatkan tamu yang berjilbab akan menu internasional yang beralkohol, mengangkut peralatan makanan, meminta tanda tangan dan data para undangan pada saat yang tepat.

Chef  Petty  Elliot  pelatih koki muda yang sudah 10 tahun menulis tentang makanan di banyak media,  menerangkan hidangan daerah dengan sigap dan ramah. Memberi keterangan dan menjawab semua pertanyaan dengan jelas. Sementara kami sibuk mencatat dan mengambil gambar. Semoga beliau Maklum ya, bila komunikasi tanpa kontak mata,sebab blogger suka menyesal jika ketinggalan moment dan keterangan.




Chef Petty Elliot




Menu hari ini 

Tanggal 2 september, jadwalnya makanan khas daerah Sulawesi.
Ada 2 meja panjang ditata rapih mangkuk besar berat.  Cahaya lampu sangat membantu pemotretan meski hanya pakai HP.






















Opor Ayam.
Makanan ini sering kita jumpai, terutama saat lebaran. Rasanya tak beda jauh dengan opor yang ada di pulau Jawa. Harum segar daun jeruknya mengimbangi  gurih santan. Ada makanan yang nikmat namun bikin repot. Opor olahan chef di sini kita dapat dua, nikmat bumbu dan nikmat mengunyah. Dagingnya lembuuut!





Daging Kalio

Di Sulawesi sana ada juga kalio Udang, atau ayam. Dengan kuah yang ada bahkan bisa dibuat sate bumbu kalio. Kreatif yaa...:)
Yang saya makan ini, selain berdaging lembut, rasa bumbu rempahnya tak terlalu kuat, jadi tidak cepat membosaankan.




Ayam Rica-Rica

Sudah banyak orang kenal makanan asal Manado-Sulawesi Utara ini. Resto bukan khusus makanan Sulawesi pun suka menyediakan menu ini. Sedap, karna rasa pedas yang kuat bercampur dengan harumnya daun kemangi. Begitu  buka penutup mangkuknya menyebarlah harum khasnya.

Nasib ayam rica rica ini sama dengan rendang. Cuma berteman nasi putih hangat saja sudah mak... nyuuus! Tapi kelebihan di Kempinski ini,  pedasnya sudah disesuaikan untuk perut-perut warga asing. Jadi kita makannya tidak sampai perut panas dan badan berkeringat.

Ada satu menu yang saya kira tidak termasuk makanan Sulawesi karna tampilannya seperti makanan Eropa. Ternyata asli menu Sulawesi, namanya Daging Kacang Kenari.
Serat dagingnya lembut, kenari yang disangrai lalu digiling menjadikannya gurih melengkapi rasa bumbu  lain.
Dan siramannya bukan saus manis barbeque yang lazim, tapi sambal dari ikan Roa khas Sulawesi.




Ikan Roa memang terpakai banyak di koleksi makanan Sulawesi. Bisa jadi sambal cocol pelengkap cemilan Pisang Goreng, atau di suwir untuk taburan  Mie Goreng Ikan Roa





        Makanan Dasar Non Beras


Pendapat "Belum makan kalau belum makan nasi" baiknya dibuang jauh-jauh.
Sebab pengganti nasi yang asli asupan nenek moyang kita ternyata bikin kenyang  dan lebih enak. Bayangkan! Singkong bertemu dengan kuah santan yang gurih, rasanya khas betul, dan  meski sedikit dimakan tapi lumayan lama baru lapar lagi.
Pisang rebus saya makan dengan dengan ayam rica-rica yang pedas itu, tak jauh beda dengan makan pisang goreng sambal roa dari Menado yang sekarang sudah banyak dikenal orang kota.
Selain singkong dan pisang rebus, masih ada ubi dan sirsak yang jadi makanan dasar khas.

Berbeda dengan yang lain, karna ubi terasa manis, maka saya memakannya dengan sayur tumis bunga pepaya yang pahit. Paduan yang cocok buat lidah saya.




Makanan beragam di depan mata, kalau mau ikut nafsu pasti kepengen dilahap semuanya.
Tapi toh lambung punya keterbatasan. Jadi supaya bisa merasakan banyak tanpa  ada masalah dengan si lambung,  saya hanya mengambil sedikit-sedikit saja.

Makanan  PokokBerahan Dasar Beras




Bubur Menado


Nasi Kuning Manado


Bubur Menado nikmat dimakan hangat, tapi ada yang lebih nikmat lagi di Kempinski ini, sebab buburnya pas, tidak kurang dan tak berlebian airnya. Pilihan makanan pendampingnya pun banyak. Ada sambal suwiran ikan cakalang, taburan bubuk ikan teri.

Demikian pula Nasi kuning, taburannya tersedia seperti abon, bawang goreng, serundeng, dan aneka kerupuk yang tersaji unik di pikulan berbalut kain batik.Posisinya pas betul ! Terapit 2 menu tersebut.


Pelengkap Bubur Dan Nasi Kuning Manado






Suwiran Ikan Cakalang


Makanan Penutup




                          Gohu Pepaya Udang


                         Urap Jagung


                         Landau Lauk Pare





Rujak Gohu Bakasang

                        
                                   
Makanan penutup biasanya yang ringan segar asam atau manis.
Terhidang beberapa menu segar seperti Gohu Pepaya Udang dan Rujak Gohu Bakasang. Keduanya bertambah segar karna beralaskan hamparan butiran es.
Gohu Pepaya  terdiri dari parutan pepaya mengkal yang diserut kasar. Hmmm ... terbayang garingnya kan? Kuahnya mirip mirip asinan Bogor.

Ada yang istimewa lho, Rujak Gohu  Bakasang berbeda rasa cocolannya dengan rujak rujak di daerah lain. Sebab diberi perasan jeruk lemon daun jeruk, dan Bakasang, bagian perut ikan yang difermentasikan. Kalau daerah lain menggunakan terasi.

Sedangkan yang lain, Urap Jagung yang rasanya hampir sama dengan Bakwan Jagung yang ada di Jawa Barat. Dan Landau Lauk Pare

Jatuh Cinta Di Sruputan Pertama

Dari awal saya sudah incar minuman Air Goruka, sebab banyak kenari mengambang di permukaannya. Dan ternyata saya jatuh cinta pada sruputan pertama.
Minuman berbahan jahe ini beda dengan bandrek biasa. Ada sedikit suwiran jahe yang sengaja dibuat demikian. Rasanya pedas lembut karna tergigit bersama pecahan kenari yang gurih.
               





 Executive Chef Kempinski.




Bangga bisa menikmati makanan daerah dengan rasa  asli. Tapi lebih bangga  lagi setelah tau, ternyata diolah oleh tangan chef import!
Bikin penasaran ingin tau siapa dan yang mana orangnya??

Rejeki besar saya hari ini ! Saat mau foto hidangan tidak sengaja bertemu dengan Chef andalan kiriman langsung dari Swedia bernama Mr. Mathias Olson Ia tengah memilih lauk  makan siang di sebelah saya. Dengan senang hati ia bersedia ia mau bercerita.

Hotel Indonesia telah beralih kepengurusannya. Perusahaan dari Swedialah  dominan memiliki saham. Sebagai ahli berpengalaman Mr.Mathius akan bertugas selama 4 bulan di Hotel Indonesia Kempinski ini, selanjutnya akan berkeliling lagi ke seluruh Asia seperti biasa.

Beliau bilang, Indonesia sangat kaya akan ragam makanan dan bumbu. Banyak yang ia suka hingga sulit mengatakan makanan mana yang paling disuka. Sama sulitnya dengan melupakan masyarakat Indonesia yang sangat ramah.


Kesempatan yang menyenangkan mata dan perut ini berakhir jam 14.00 WIB.
Sebelum meniggalkan tempat, muncul mbak Nathalia yang  kemarin-kemarin kami kenal namanya saja saat berkirim dan membalas email.
Skami tinggalkan tempat yang menghibur mata dan perut itu. Suprise deh! Karna kami kenalnya sebelumnya via email.
Mbak yang cantik ini bersedia foto bersama di tengah sibuknya mengatur acara besar ini.

Sebelum keluar area sempat ujung mata menaangkap lalu mengabadikan saat  crew Metro TV mengambil gambar Chef Petty di taman out door.



Terimakasih Mbak Nathalia, para Chef dan petugas lapangannya. Semoga Kempinski bertambah nama besarnya. Kami puas, bangga, dan makin menghargai makanan tradisional khas bangsa sendiri.