Tuesday, 22 September 2015

4 Jenis Karakter Manusia, kita yang mana?



Siapa yang tak pernah kecewa oleh seseorang?
Cara pandang dan sikap orang lain kadang ada yang tak sanggup kita mengerti. Jika satu kepala saja ada beberapa pendapat berputar-putar, apalagi menghadapi banyak kepala?

Tapi jika dapat ilmunya, kita akan jauh dari rasa kecewa. Meski sempat terlontar keluhan, tapi tersedia  cara untuk menetralkan suasana hati. Kita takkan mudah menyalahkan orang lain, bahkan bisa bertindak bijaksana menghadapi manusia macam apa pun.

Modalnya cuma memahami  bahwa pada dasarnya secara fisik manusia punya 3 dimensi karakter

Manusia Dimensi 1

Adalah manusia yang merasa dirinya tak punya makna di kehidupan. Diibaratkan  ia seperti gambar sebuah garis lurus, datar, hanya terdiri dari titik titik yang bersambung. Bila cenderung Extrovert maka sikap yang muncul adalah suka menyerang, kasar.  Sebaliknya bila Introvert  akan pasif, senang menyendiri, apatis, menyalahkan external. Bahkan ada yang punya kecenderungan untuk menghabisi nyawanya sendiri.

Solusi :

Mereka harus diberi akses untuk meningkatkan potensi. Agar ia mengenal diri sendiri. Bukankah tiap manusia punya blue print atau lebelnya masing-masing? Mereka inilah yang masih bingung.
Bila ia murid, jadikan ia ketua kelas, memimpin kelompok belajar, memimpin proyek dibidang yang jadi hobbynya.

Manusia Dimensi 2

- Senang melakukan kerusakan/keburukan
- Kaku, tidak mau memperbaiki diri
- Menyalahkan orang lain
- Merasa terancam, memusuhi siapa saja yang berbeda dengannya
- Kondisi mental tak seimbang

Solusinya : Jangan jemu untuk mengingatkannya

Manusia Dimensi 3

- Tidak merusak, tapi tidak mengajak orang lain untuk kebaikan
- Bisa  paham dan mengerti, tapi tetap tidak mau berubah
- Tidak mau vortex, tak suka tantangan/tanggung jawab, berada di comfort zone.
- Sedikit melakukan  pengembangan diri.

Manusia Dimensi 4

- Out of the box
- Memiliki pola pikir memberdayakan
- Cara pandang luas
- Apresiasi terhadap perbedaan
- Conscious, inspirasi, bijaksana, tidak menilai
- Mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan
- Mencegah keburukan
- Menghasilkan karya yang agung
- Menebarkan cinta  kasih
- Menyayangi semua mahluk

 Dimensi yang baik atau buruk tersebut sangat mempengaruhi manusia disekitarnya, juga alam.
Bila kita baik karakternya, maka orang lain disekeliling yang menyaksikan perbuatan baik kita  akan beruntun mengikuti (Efek domino)

Begitu juga Alam, ia akan memberi yang terbaik pada manusia yang menjaganya. Pohon akan tumbuh subur dan berbuah banyak jika kita rajin menyiram sambil menyapanya dengan kasih.

Ada satu kisah nyata di zaman kekhalifahan. Salah seorang cucu Saidina Umar diangkat menjadi raja di negara yang sedang paceklik karna kekeringan, ekonomi terpuruk, moral bangsa buruk, kriminal meningkat.

Namun herannya sejak ia berkuasa, semua tanah subur kembali, ekonomi membaik begitu juga dengan ahlak rakyatnya.
Itu karna beliau berahlak  baik, maka alam membantunya mewujudkan kesunguhan  niatnya membuat perubahan.

Sikapnya yang santun dan bijak  jadi panutan rakyat. Mereka tenang dan ingin bisa berbuat serupa. Dalam ketenangan itulah, jual beli jadi lancar karna ada saling percaya.

Saya jadi makin yakin akan  pesan,

...Ajaklah mereka untuk berbuat kebaikan
...Berlomba lombalah dalam kebaikan
...Orang yang  beruntung adalah, saling nasehat menasehati dalam kesabaran
...Agama adalah nasehat








21 comments:

  1. Wah harus banyak mawas diri ini. Masih jauh bgt dr dimensi 4.

    Oh ya ingat kisah itu. Umar bin Abdul Aziz bukan ya Mak? Beliau memang pemimpin yg sholeh ya. Mudah2n bisa ditiru pemimpin kita ya, aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mak Vhoy, sulit cari pemimpin seperti itu lagi yaa..

      Delete
  2. Semoga termasuk manusia yang baik.

    Hihihi
    Ga pede milihnya
    Tapi ngeri juga baca sifat orang yang buruk2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe... semoga jadi ilmu saja ya. Kita bukan termasuk yang buruk :)

      Delete
  3. Nilai positif, seperti efek domino.
    kalo eikeh, type ke 4 kek nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya dong Mbak, kalau dimensi yang lainnya, pasti mbak nggak mau ngurusin kucing dan bersosialisasi..:)

      Delete
  4. mulai mengajak ke hal kebaikan dari hal-hal kecil ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mbak, dari hal kecil artinya sudah niat, nanti alam akan membantu kita dengan doanya...Bukankah semua tumbuhan bisa berzikir dan berdoa?

      Delete
  5. trus kalau di dimensi 3 harus diapain??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pertama-tama vibrasi kita di naikkan, tingkatkan kebaikan kita yang akan bervibrasi padanya (Ingat efek domino), dekati ybs tanpa terlalu menasehatinya agar berubah. Perlakukan dia seperti sahabat dekat yang bisa dipercaya. Sikap kita akan jadi passionate to change. Dia akan terinspirasi dari perlakuan kita. Hadiahkan dia buku-buku yang akan menginspirasi. Ini perlu proses, tapi kalau kita yakin, keyakinan itu akan sampai padanya. Mungkin perubahan tak kelihatan dari fisik, tapi pola pikir yg berubah berarti secara mental dia berubah. Optimislah mengahadapinya...

      Delete
  6. thanks sharingnya sebagai manusia masih banyak kekurangan yg harus banyak diperbaiki

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di kelas SPA mental ini di tanamkan mbak, bahwa manusia sebenarnya kecil sekali (Hampir tak ada) kekurangannya. Cuma karna tak mau membuka DNA positifnya (Ditulisan saya sebelumnya) maka dia ada di dimensi yang rendah.

      Delete
  7. waah. dimensi 4 ebrarti yang paling bagus yaa

    ReplyDelete
  8. Betul mbak, semoga kita termasuk yaa...:)

    ReplyDelete
  9. Semoga kita termasuk orang-orang yang bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan :)

    ReplyDelete
  10. Amiiin ya Rabbal "alamiin...Smg yang mendoakan mendapat lebih lagi...:)

    ReplyDelete
  11. Harus banyak belajar nih saya mbak biar bisa ada di dimensi 4

    ReplyDelete
  12. waduh yang keempat itu kayaknya setingkat Nabi deh. heuheuheu

    ReplyDelete
  13. Hihihi...paling tidak, mendekati lah yaa..:)

    ReplyDelete