Monday, 7 September 2015

Dimanja Menu 5 Pulau Di KEMPINSKI







Senang luar biasa! Hotel Indonesia Kempinski mengajak Blogger merayakan HUT RI ke 70 dengan menjelajahi aneka rasa makanan khas dari 5 pulau Nusantara.
Para Chef Hotel Indonesia Kempinski  dan Chef  darri luar negeri  didatangkan khusus untuk acara istimewa yang berlangsung hampir 1 bulan,  sejak tanggal 5 Agustus hingga 8 September. Woow !!

Begitu email saya terima maka rencana perjalanan ke Hotel Indonesia - Kempinski pun  terbayang.
Naik Commuter Line dan langsung naik taxi begitu keluar dari stasiun Sudirman, meski  teman bilang bisa jalan kaki ke lokasi, saya tak mau terlambat ke acara keren itu.

Sejak renovasi total tahun 2004 hingga diresmikan Bapak Yudhoyono pada Hari Kebangkitan Nasional 20 Me1 2009, saya belum pernah melihat berubahnya plang nama Hotel  yang penuh sejarah awal  perkembangan pembangunan Kota Jakarta.

Tak perlu waktu panjang, hanya 10 menit perjalanan dengan taxi,  huruf besar keemasan terpampang gagah di halaman hotel  usia 60 tahun.
Tumbuhan hijau terang disekelilingnya menambah kesan mewah namun tetap natural.
Petugas berseragam rapih yang membuka pintu dan yang mendeteksi tas, tak sempat saya perhatikan.
Hehe , biasa ... Mata blogger kalau di lokasi acara pasti yang dicari absen dan wajah teman-teman.

Begitu masuk melewati meja resepsionis mata saya sudah menangkap ada 4 style furniture yang berbeda. Dinding sebagian besar ruang itu tak didominasi  hiasan kain daerah, arca, atau lukisan suasana kampung yang tersebar di Nusantara seperti yang biasa kita lihat di hotel hotel lain.







Di ruangan ini dominan foto-foto Bapak Soekarno ukuran besaaar kira kira tingga 3 meteran dan lebar 1,5 meter. Ada yang bersama Marlyn Monroo, Jhon F Kenedy, dll.
Kenapa foto beliau? Sebab penggagas awal dan peletakan batu pertama pembangunan adalah beliau sendiri.

Diruangan sejuk yang kontras dengan cuaca di luar itu, terdengar suara Resepsionis menyebut nama kami dan mengantar  ke meja yang sudah ditentukan.
Meja  kami bersisian dengan taman hijau  dalam kaca. Di deretan belakang dekat ruang makan outdoor, ada meja panjang terisi penuh oleh karyawan Metro tv. Memang HI Kempinski mengundang banyak penulis  dan pewarta untuk promosinya.

Sejak berbalas email semua petugas  menjalankan tugasnya dengan ramah dan runut dalam memberi informasi . Mereka juga sigap mengingatkan tamu yang berjilbab akan menu internasional yang beralkohol, mengangkut peralatan makanan, meminta tanda tangan dan data para undangan pada saat yang tepat.

Chef  Petty  Elliot  pelatih koki muda yang sudah 10 tahun menulis tentang makanan di banyak media,  menerangkan hidangan daerah dengan sigap dan ramah. Memberi keterangan dan menjawab semua pertanyaan dengan jelas. Sementara kami sibuk mencatat dan mengambil gambar. Semoga beliau Maklum ya, bila komunikasi tanpa kontak mata,sebab blogger suka menyesal jika ketinggalan moment dan keterangan.




Chef Petty Elliot




Menu hari ini 

Tanggal 2 september, jadwalnya makanan khas daerah Sulawesi.
Ada 2 meja panjang ditata rapih mangkuk besar berat.  Cahaya lampu sangat membantu pemotretan meski hanya pakai HP.






















Opor Ayam.
Makanan ini sering kita jumpai, terutama saat lebaran. Rasanya tak beda jauh dengan opor yang ada di pulau Jawa. Harum segar daun jeruknya mengimbangi  gurih santan. Ada makanan yang nikmat namun bikin repot. Opor olahan chef di sini kita dapat dua, nikmat bumbu dan nikmat mengunyah. Dagingnya lembuuut!





Daging Kalio

Di Sulawesi sana ada juga kalio Udang, atau ayam. Dengan kuah yang ada bahkan bisa dibuat sate bumbu kalio. Kreatif yaa...:)
Yang saya makan ini, selain berdaging lembut, rasa bumbu rempahnya tak terlalu kuat, jadi tidak cepat membosaankan.




Ayam Rica-Rica

Sudah banyak orang kenal makanan asal Manado-Sulawesi Utara ini. Resto bukan khusus makanan Sulawesi pun suka menyediakan menu ini. Sedap, karna rasa pedas yang kuat bercampur dengan harumnya daun kemangi. Begitu  buka penutup mangkuknya menyebarlah harum khasnya.

Nasib ayam rica rica ini sama dengan rendang. Cuma berteman nasi putih hangat saja sudah mak... nyuuus! Tapi kelebihan di Kempinski ini,  pedasnya sudah disesuaikan untuk perut-perut warga asing. Jadi kita makannya tidak sampai perut panas dan badan berkeringat.

Ada satu menu yang saya kira tidak termasuk makanan Sulawesi karna tampilannya seperti makanan Eropa. Ternyata asli menu Sulawesi, namanya Daging Kacang Kenari.
Serat dagingnya lembut, kenari yang disangrai lalu digiling menjadikannya gurih melengkapi rasa bumbu  lain.
Dan siramannya bukan saus manis barbeque yang lazim, tapi sambal dari ikan Roa khas Sulawesi.




Ikan Roa memang terpakai banyak di koleksi makanan Sulawesi. Bisa jadi sambal cocol pelengkap cemilan Pisang Goreng, atau di suwir untuk taburan  Mie Goreng Ikan Roa





        Makanan Dasar Non Beras


Pendapat "Belum makan kalau belum makan nasi" baiknya dibuang jauh-jauh.
Sebab pengganti nasi yang asli asupan nenek moyang kita ternyata bikin kenyang  dan lebih enak. Bayangkan! Singkong bertemu dengan kuah santan yang gurih, rasanya khas betul, dan  meski sedikit dimakan tapi lumayan lama baru lapar lagi.
Pisang rebus saya makan dengan dengan ayam rica-rica yang pedas itu, tak jauh beda dengan makan pisang goreng sambal roa dari Menado yang sekarang sudah banyak dikenal orang kota.
Selain singkong dan pisang rebus, masih ada ubi dan sirsak yang jadi makanan dasar khas.

Berbeda dengan yang lain, karna ubi terasa manis, maka saya memakannya dengan sayur tumis bunga pepaya yang pahit. Paduan yang cocok buat lidah saya.




Makanan beragam di depan mata, kalau mau ikut nafsu pasti kepengen dilahap semuanya.
Tapi toh lambung punya keterbatasan. Jadi supaya bisa merasakan banyak tanpa  ada masalah dengan si lambung,  saya hanya mengambil sedikit-sedikit saja.

Makanan  PokokBerahan Dasar Beras




Bubur Menado


Nasi Kuning Manado


Bubur Menado nikmat dimakan hangat, tapi ada yang lebih nikmat lagi di Kempinski ini, sebab buburnya pas, tidak kurang dan tak berlebian airnya. Pilihan makanan pendampingnya pun banyak. Ada sambal suwiran ikan cakalang, taburan bubuk ikan teri.

Demikian pula Nasi kuning, taburannya tersedia seperti abon, bawang goreng, serundeng, dan aneka kerupuk yang tersaji unik di pikulan berbalut kain batik.Posisinya pas betul ! Terapit 2 menu tersebut.


Pelengkap Bubur Dan Nasi Kuning Manado






Suwiran Ikan Cakalang


Makanan Penutup




                          Gohu Pepaya Udang


                         Urap Jagung


                         Landau Lauk Pare





Rujak Gohu Bakasang

                        
                                   
Makanan penutup biasanya yang ringan segar asam atau manis.
Terhidang beberapa menu segar seperti Gohu Pepaya Udang dan Rujak Gohu Bakasang. Keduanya bertambah segar karna beralaskan hamparan butiran es.
Gohu Pepaya  terdiri dari parutan pepaya mengkal yang diserut kasar. Hmmm ... terbayang garingnya kan? Kuahnya mirip mirip asinan Bogor.

Ada yang istimewa lho, Rujak Gohu  Bakasang berbeda rasa cocolannya dengan rujak rujak di daerah lain. Sebab diberi perasan jeruk lemon daun jeruk, dan Bakasang, bagian perut ikan yang difermentasikan. Kalau daerah lain menggunakan terasi.

Sedangkan yang lain, Urap Jagung yang rasanya hampir sama dengan Bakwan Jagung yang ada di Jawa Barat. Dan Landau Lauk Pare

Jatuh Cinta Di Sruputan Pertama

Dari awal saya sudah incar minuman Air Goruka, sebab banyak kenari mengambang di permukaannya. Dan ternyata saya jatuh cinta pada sruputan pertama.
Minuman berbahan jahe ini beda dengan bandrek biasa. Ada sedikit suwiran jahe yang sengaja dibuat demikian. Rasanya pedas lembut karna tergigit bersama pecahan kenari yang gurih.
               





 Executive Chef Kempinski.




Bangga bisa menikmati makanan daerah dengan rasa  asli. Tapi lebih bangga  lagi setelah tau, ternyata diolah oleh tangan chef import!
Bikin penasaran ingin tau siapa dan yang mana orangnya??

Rejeki besar saya hari ini ! Saat mau foto hidangan tidak sengaja bertemu dengan Chef andalan kiriman langsung dari Swedia bernama Mr. Mathias Olson Ia tengah memilih lauk  makan siang di sebelah saya. Dengan senang hati ia bersedia ia mau bercerita.

Hotel Indonesia telah beralih kepengurusannya. Perusahaan dari Swedialah  dominan memiliki saham. Sebagai ahli berpengalaman Mr.Mathius akan bertugas selama 4 bulan di Hotel Indonesia Kempinski ini, selanjutnya akan berkeliling lagi ke seluruh Asia seperti biasa.

Beliau bilang, Indonesia sangat kaya akan ragam makanan dan bumbu. Banyak yang ia suka hingga sulit mengatakan makanan mana yang paling disuka. Sama sulitnya dengan melupakan masyarakat Indonesia yang sangat ramah.


Kesempatan yang menyenangkan mata dan perut ini berakhir jam 14.00 WIB.
Sebelum meniggalkan tempat, muncul mbak Nathalia yang  kemarin-kemarin kami kenal namanya saja saat berkirim dan membalas email.
Skami tinggalkan tempat yang menghibur mata dan perut itu. Suprise deh! Karna kami kenalnya sebelumnya via email.
Mbak yang cantik ini bersedia foto bersama di tengah sibuknya mengatur acara besar ini.

Sebelum keluar area sempat ujung mata menaangkap lalu mengabadikan saat  crew Metro TV mengambil gambar Chef Petty di taman out door.



Terimakasih Mbak Nathalia, para Chef dan petugas lapangannya. Semoga Kempinski bertambah nama besarnya. Kami puas, bangga, dan makin menghargai makanan tradisional khas bangsa sendiri.













4 comments:

  1. Aku nggak sempat nyoba Daging Kalio-nya.
    Pengin ke sana lagi. >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oo gt ya? Hihi udah kekenyangan kali yaa...?

      Delete
  2. menu khan Indonesia juga gak kalah enaknya yambak dengan menu luar. Wah sneeng sekali bisa makan di Kempisnki

    ReplyDelete
  3. Menu kita nggak ngebosenin dan selalu jd tantangan untuk mencicipinya yaa...:)

    ReplyDelete