Thursday, 10 September 2015

Pertemuan Yang Baik Menentukan Hidup




Prof. Kazuo Murakami bilang :
"Jika ingin mengalami pertemuan baik, minimal dari diri sendiri memliki sesuatu yang didambakan.
Kalau kita menginginkan sesuatu, kedua belah pihak akan memancarkan "sesuatu", dan terjadilah pertemuan yang baik. Sedikitnya harus ada "sesuatu" yang kita cari"

Dan Pertemuan yang baik akan menimbulkan vibra yang yang baik pula untuk orang lain



Tahun 1997, Penyanyi Chrisye bertemu dengan Sastrawan Taufik Ismail, seusai satu acara.

"Bang, saya punya sebuah lagu, sudah saya coba menulis kata-katanya tapi saya tak puas. Bisakah abang menuliskan liriknya?"

Karna Taufik Ismail pecinta lagu lagu Chrisye, maka diterimanya permintaan itu dengan waktu yang diberikan 1 bulan lamanya.

Setelah pita kaset diterima, dicarilah larik kata yang tepat  untuk tiap ketukannya. Chrisye ingin kalimat yang religius.
Tak disangka, pencarian itu membuat Taufik Ismail gelisah, 1 minggu ... 2 minggu ... hingga 3 minggu. Inspirasi masih tertutup. Akhirnya ia menyerah! Harus  telepon esok hari dan akan bilang :

"Chris, maaf ya ... macet! Sorry, saya akan kembalikan pita kaset itu"

Setelah menyusun rencana, ia pun kembali meneruskan kegiatan rutinnya, membaca surat Yassin.
Namun begitu bertemu dengan ayat 65 tentang pertanggung jawaban manusia di akhirat nanti, terbukalah cakrawala perenungannya, tali-tali yang mengekang inspirasinya lepas satu demi satu, hingga membentuk 1 syair yang menyentuh.

Bergegas ia membuka lagi pita kaset itu, ia sibuk memindahkan makna ayat itu ke lipatan larik larik.
Ia terobos keraguan dengan Bismillah, maka selesailah syair lagu  Ketika Tangan Kaki Bicara, yang membuat Chrisye sangat bergembira.

Tak pernah disangka, hari berikutnya larik itu menjadi larik terdahsyat bagi Chrisye sepanjang perjalanan kariernya. Baru 2 baris ia dendangkan, tak sanggup lagi! Airmatanya keburu deras mengalir. Proses rekaman berkali-kali menunggu ia kuat hati. Gila! saya dilumpuhkan oleh lagu saya sendiri! Katanya...

Hal serupa juga yang dialami Iin Parlina-Bimbo saat menyanyikan lagu Rindu Rasul.
Hingga kini kedua lagu tersebut akan membuat merinding siapa saja yang mendengarnya.

Pesan cerita membuktikan bahwa, mengaktifkan DNA yang baik, maka baik pula manusianya. Lingkungan mengantarkan kinerja DNA ke arah yang menguntungkan. Chrisye mendamba bisa menyampaikan pesan dalam lagunya. Lalu dambaan itu menggiringnya ke tempat dan orang yang tepat. Dan keinginan baik Taufik Ismail menggiringnya ke ayat yang  tepat.

Ini tambahan dari renungan saya saja,
Di bagian lain dijelaskan bahwa informasi dalam trilyunan sel dalam tubuh manusia, jumlahnya sama.
Sel-sel  tersebut mampu merekam apa saja yang kita alami di keseharian.
Kalau begitu Alquran sudah lebih dulu memberitau, bahwa kelak anggota tubuh kita mampu bersaksi atas kelakuan kita selama di dunia.. seperti syair lagu Chrisye diatas.

Akan datang hari
Mulut dikunci
Kata tak ada lagi

Akan tiba masa
Tak ada suara
Dari mulut kita

Berkata tangan kita tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita, kemana saja dia melangkahnya
Tidak tau kita, bila harinya
Tanggung jawab,tiba

(Wallahu a'lam..)
















2 comments:

  1. Setiap denger lagu Chrisye yg ini selalu merinding juga Mak. Benar2 dahsyat efeknya. Mungkin karena diambil dr tafsir Quran ya.

    ReplyDelete
  2. Samaaa Mak Vhoy, Benar... isi quran kan dari pemilik hati ya, jadi langsung sasarannya ke hati kita..:)

    ReplyDelete